Kamis, 04 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Wabup Tanimbar: Kearifan Lokal Duan Lolat Cerminan Nilai Pancasila

Juliana Ratuanak: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026 melalui upacara bendera yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar, Senin (1/6/2026).

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, selaku Inspektur Upacara.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Adaut Kawal Keberangkatan Kapal ke Saumlaki

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Saumlaki, tokoh agama, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kearifan Lokal Tanimbar Merefleksikan Pancasila
Usai upacara, Wakil Bupati Juliana Ratuanak menyampaikan refleksi mengenai makna Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sesungguhnya lahir dari budaya dan karakter bangsa Indonesia sendiri.

Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, nilai-nilai tersebut tercermin dalam falsafah Duan Lolat, kehidupan yang menjunjung persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Olilit Raya 1 Gencarkan Sambang Warga

Juliana menilai kearifan lokal tersebut merupakan bukti bahwa nilai Pancasila tidak hanya hidup dalam konsep bernegara, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sejak lama.

Indonesia Tetap Berperan sebagai Pendamai Dunia
Dalam kesempatan itu, Juliana juga menyoroti posisi Indonesia di tingkat internasional yang tetap konsisten menjalankan peran sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian dunia.

“Indonesia hari ini masih menunjukkan eksistensinya sebagai pendamai dunia. Status non-blok kita bukan berarti diam. Justru dalam kondisi non-blok itu Indonesia memberikan peran. Saya mendengar dari mereka yang pernah bertugas di Pasukan Garuda, pasukan Indonesia adalah pasukan yang sangat dicintai saat bertugas di luar negeri. Ini sebuah kebaikan dan kearifan bangsa yang memang mendunia,” ujar Juliana.

Menurutnya, berbagai nilai luhur bangsa yang telah mendapat pengakuan dunia harus terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Tantangan Mewujudkan Pancasila dalam Kehidupan Nyata
Juliana mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar membuat generasi muda menghafal Pancasila, melainkan memastikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila menjadi pedoman hidup sehari-hari.

Ia kemudian mengajukan pertanyaan reflektif mengenai bagaimana bangsa Indonesia memaknai berbagai kebanggaan dan warisan nilai yang dimiliki. “Apakah kebanggaan itu tersimpan sendiri atau mau kita buat menjadi sesuatu yang berarti?” katanya.

Menurut Juliana, pendidikan karakter harus diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku, dan tanggung jawab sosial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Membangun Generasi Berjiwa Pancasila
Wakil Bupati menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

“Mari kita didik generasi bukan hanya yang hafal Pancasila, tetapi mari setiap sila-silanya itu menjadi jiwa dari setiap anak bangsa. Mulai dari perbatasan selatan sampai timur Tanimbar,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat agar menjadi fondasi dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Tanimbar Didorong Menjadi Teladan Perdamaian
Pada bagian akhir penyampaiannya, Juliana berharap Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat menjadi contoh dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah keberagaman masyarakat.

Dengan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong yang terus dijaga, Tanimbar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya perdamaian dan persatuan, baik di tingkat nasional maupun global.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebhinekaan, memperkuat toleransi, serta menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam membangun daerah yang maju, damai, dan bermartabat.
(Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Tanimbar/joko)

Kategori:
Tags:

Terkini