Selasa, 30 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Bupati Ricky Jauwerissa Ulurkan Harapan bagi Bayi yang Ditemukan di TPA Saumlaki

Oleh: joko

 

Ajakan Menyentuh Hati untuk Orang Tua Sang Bayi

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Gelar Operasi Pasar Murah di Kampung Adorbari, Tekan Inflasi Daerah hingga 30 Persen

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Senin, 29 Juni 2026 – Di balik peristiwa memilukan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup di kawasan tempat pembuangan sampah (TPA) di belakang Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, secercah harapan datang dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Bupati Ricky Jauwerissa mengajak orang tua kandung bayi tersebut untuk tidak takut datang dan mengakui buah hatinya, seraya menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan perlindungan, pendampingan, dan masa depan yang layak bagi sang bayi.

Kunjungan Bupati Ricky Jauwerissa bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ny. Sharen Jauwerissa, ke RSUD Dr. P.P. Magretti Saumlaki menjadi momentum penyampaian pesan kemanusiaan yang menyentuh hati. Di hadapan tenaga medis, Bupati menegaskan bahwa bayi tersebut adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, bukan ditinggalkan.

“Bagi yang merasa ayah atau ibu dari anak ini, silakan datang. Tidak ada kata terlambat, karena anak ini adalah sebuah harapan yang Tuhan titipkan. Semoga orang tuanya bisa datang,” ujar Ricky Jauwerissa.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Supiori Bersama Ketua DPRK dan Jajaran Pemerintah Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda di Kampung Odori

Pesan Kemanusiaan Menyebar ke Tengah Masyarakat
Pesan penuh empati itu kemudian beredar luas melalui sebuah video yang dibagikan di WhatsApp Group Suara Anak Tanimbar. Dalam unggahan tersebut, masyarakat diajak untuk turut menyebarluaskan video agar dapat menjangkau orang tua bayi tersebut.

Ajakan tersebut mendapat perhatian luas karena lebih mengedepankan nilai kemanusiaan dibandingkan penghakiman. Harapannya, ayah maupun ibu kandung bayi itu memiliki keberanian untuk kembali dan memberikan kasih sayang yang menjadi hak dasar seorang anak.

Pemerintah Daerah Siap Mendampingi
Bupati Ricky Jauwerissa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar membuka ruang bagi orang tua bayi untuk hadir dan memikul tanggung jawab tanpa rasa takut. Menurutnya, kehadiran orang tua sangat penting agar bayi tersebut memperoleh identitas, nama, dan kasih sayang dalam lingkungan keluarganya.

“Silakan datang, kemudian bisa langsung memberi nama, bisa langsung menjaga anak ini,” katanya.

Ia juga memastikan pemerintah daerah siap memberikan dukungan apabila kondisi ekonomi menjadi kendala dalam membesarkan anak tersebut.

“Kalau mungkin merasa ada kesulitan untuk menghidupi, pasti nanti pemerintah daerah akan membantu membiayai anak ini. Yang penting, tolong datang untuk melihat bayi ini,” ungkapnya.

Setiap Orang Berhak Memperbaiki Kesalahan
Dalam pesannya, Ricky Jauwerissa mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kekhilafan. Namun, menurutnya, keberanian untuk mengakui kesalahan dan kembali bertanggung jawab merupakan pilihan yang jauh lebih baik demi masa depan seorang anak.

“Kita semua manusia. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Tetapi jauh lebih baik kalau orang tuanya bisa datang, entah ayah atau ibu, karena peran orang tua sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tetap akan menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga dan merawat bayi tersebut apabila orang tua kandungnya belum juga datang.

“Pemerintah daerah punya tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara anak ini. Namun kami tetap berharap orang tuanya bisa hadir. Kalau memang orang tuanya hadir, pemerintah daerah akan berupaya bagaimana bersama-sama membesarkan anak ini,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Sang Bayi
Sebelumnya, bayi laki-laki tersebut ditemukan warga dalam kondisi masih hidup di dalam sebuah karung plastik di kawasan TPA belakang Kantor BPN Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (27/6/2026). Bayi kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. P.P. Magretti Saumlaki dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi yang dilaporkan stabil.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, dicintai, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Melalui pesan yang disampaikan Bupati Ricky Jauwerissa, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak hanya menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi anak, tetapi juga membuka jalan rekonsiliasi bagi orang tua yang ingin kembali memeluk dan membesarkan buah hatinya.

 

Kategori:
Tags:

Terkini