Minggu, 28 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pemkab Biak Numfor Gelar Operasi Pasar Murah di Kampung Adorbari, Tekan Inflasi Daerah hingga 30 Persen

BIAK-PAPUA – Suara Anak Negeri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, melalui Dinas Perdagangan, melaksanakan operasi pasar murah sebagai strategi mitigasi dampak volatilitas harga bahan pokok terhadap daya beli masyarakat. Kegiatan yang berpusat di Kampung Adorbari, Distrik Biak Timur, pada Sabtu ,(27/6/2026) ini berhasil menarik antusiasme tinggi warga, ditandai dengan habisnya distribusi awal sebanyak 2 ton beras dalam waktu singkat, sehingga necessitating penambahan pasokan logistik sebesar 1 ton dari pusat kota.

Kepala Bidang Perdagangan Maximilian R. Siahainenia bersama Staf sedang melayani masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Biak Numfor, Maximilian R. Siahainenia, mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi prioritas Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan memastikan aksesibilitas ekonomi bagi masyarakat.

Mekanisme Intervensi Harga dan Dampak Ekonomi

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Supiori Bersama Ketua DPRK dan Jajaran Pemerintah Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda di Kampung Odori

Operasi pasar murah ini berfungsi sebagai instrumen price control (pengendalian harga) dengan menawarkan komoditas strategis di bawah harga pasar konvensional. Berdasarkan data lapangan di Kampung Adorbari, selisih harga yang ditawarkan mencapai kisaran 20-30 persen, yang secara signifikan meringankan beban pengeluaran rumah tangga (household expenditure).

Berikut adalah analisis perbandingan harga komoditas selama operasi pasar murah dibandingkan dengan harga pasar umum:

Baca juga: Biak Numfor Raih Insentif Fiskal Rp3 Miliar dari Kemendagri, Fokuskan pada Intervensi Stunting dan Stabilisasi Inflasi

Komoditas Harga Pasar Umum (Estimasi) Harga Operasi Pasar Murah Selisih Penghematan

Gula Pasir Rp 20.000/kg Rp 14.000/kg Rp 6.000/kg

Beras (Mangga) Rp 165.000 – Rp 170.000/karung Rp 110.000/karung Rp 55.000 – Rp 60.000/karung

Telur Ayam Rp 75.000 – Rp 80.000/rak Rp 55.000/rak Rp 20.000 – Rp 25.000/rak

Minyak Goreng Rp 125.000/liter Rp 92.000/liter Rp 33.000/liter

Tepung Terigu Harga Pasar Rp 11.000/kemasan Bervariasi

Sirup Rp 15.000 – Rp 16.000/botol Rp 10.000/botol Rp 5.000 – Rp 6.000/botol

Harapan kami dengan adanya operasi pasar murah ini, masyarakat dapat mencukupi kebutuhan pokok mereka. Ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pengendalian inflasi daerah. Ketika kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga stabil, maka tekanan inflasi dapat diminimalisir,” ujar Maximilian R. Siahainenia.

Responsivitas Logistik dan Sinergi Program Sosial

Pelaksanaan operasi pasar di Kampung Adorbari dirancang dengan mempertimbangkan momentum hari pasar tradisional dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), menciptakan sinergi positif dalam meningkatkan likuiditas dan daya beli masyarakat setempat. Antusiasme warga yang luar biasa menyebabkan stok awal beras sebanyak 200 sak (2 ton) habis dengan cepat. Menanggapi dinamika permintaan tersebut, tim dinas segera melakukan koordinasi logistik untuk mendatangkan tambahan stok sebanyak 1 ton guna mencegah kelangkaan.

Foto Kepala kampung Adorbari bersama Masyarakat

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sering kali mengalami disparitas harga lebih tinggi dibandingkan pusat kota akibat faktor biaya distribusi.

Apresiasi Lokal dan Dampak Sosial

Kepala Kampung Adorbari, Marthinus Fakdawer, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Pemkab Biak Numfor. Ia mencatat bahwa kehadiran operasi pasar murah tidak hanya menguntungkan warga Kampung Adorbari, tetapi juga menarik minat masyarakat dari kampung sekitarnya di Distrik Biak Timur, seperti Oridek, Aimando, dan Padaido.

Atas nama masyarakat Kampung Adorbari, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah yang telah hadir memberikan kegiatan pasar murah. Masyarakat sangat terbantu karena harga sembako jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di kios atau toko swasta yang seringkali tidak sesuai dengan daya beli saat ini,” ungkap Marthinus Fakdawer.

Ia menekankan bahwa intervensi harga ini memberikan kelegaan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus mengorbankan pos pengeluaran lainnya.

Strategi Jangka Panjang Stabilitas Pangan

Kehadiran pemerintah di tingkat kampung melalui operasi pasar murah tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga merupakan bagian dari strategi makroekonomi daerah untuk menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Dengan menyediakan alternatif harga yang lebih terjangkau, pemerintah mencegah terjadinya lonjakan harga spekulatif yang sering terjadi saat permintaan meningkat atau pasokan terbatas.

Pemkab Biak Numfor berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan operasi pasar murah ke distrik-distrik lainnya, memastikan bahwa kebijakan pengendalian inflasi dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, dari pusat kota hingga wilayah pedalaman seperti Kampung Adorbari.

 

Editor ✍️: Anis Rumaropen 

Kategori:
Tags:

Terkini