Paulus Laratmase| Penulis
–
BIAK, Suara Anak Negeri – Kepala SMK Negeri 1 Pariwisata Biak, Drs. Maskur Bora, secara resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula SMK Negeri 1 Pariwisata Biak, Senin (13/7/2026). Kegiatan dimaksud dihadiri Ketua Komite Sekolah, para orang tua/wali peserta didik baru, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
Baca juga: Denzipur 3/ATD Cup 2026, Turnamen Usia Dini yang Menyalakan Asa Indonesia Tampil di Piala Dunia
Pembukaan MPLS menjadi momentum awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai karakter yang akan diterapkan selama menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Pariwisata Biak.
Dalam sambutannya, Drs. Maskur Bora menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini harus sepenuhnya mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
“MPLS bukan lagi kegiatan mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi merupakan proses pendidikan karakter yang harus dilaksanakan secara humanis, edukatif, dan menghormati martabat setiap peserta didik. Karena itu, seluruh guru dan panitia wajib menjalankan MPLS sesuai dengan ketentuan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026,” tegas Drs. Maskur Bora.
Baca juga: Leni Marlina dan Diplomasi Puisi: Merawat Perdamaian, Kemanusiaan, dan Literasi Melalui L-Beaumanity
Ia menjelaskan bahwa regulasi terbaru tersebut menggantikan aturan sebelumnya sebagai bagian dari upaya pemerintah menciptakan budaya sekolah yang lebih sehat dan berpihak kepada peserta didik.
Menurutnya, salah satu esensi penting dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 adalah penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Budaya tersebut harus menjadi landasan seluruh aktivitas selama MPLS sehingga peserta didik baru merasa diterima, dihargai, dan terlindungi sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
“Kami ingin seluruh siswa baru merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri 1 Pariwisata Biak. Tidak boleh ada rasa takut, tekanan, ataupun perlakuan yang merendahkan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik,” ujarnya.
Drs. Maskur Bora juga menegaskan bahwa sekolah tidak akan mentoleransi segala bentuk perpeloncoan maupun budaya senioritas yang selama ini sering dikaitkan dengan kegiatan orientasi peserta didik.
“Budaya senior-junior yang mengarah pada intimidasi, perpeloncoan maupun tindakan yang tidak mendidik harus dihilangkan sepenuhnya. Tidak boleh ada penggunaan atribut yang aneh seperti kaus kaki berbeda sebelah, kantong plastik dijadikan tas, ataupun bentuk hukuman yang tidak memiliki nilai pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik akan mendapatkan berbagai materi yang telah ditetapkan pemerintah, antara lain penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pagi Ceria, pendidikan etika dan sopan santun dalam bermedia sosial, penguatan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta pengenalan tata tertib dan budaya positif sekolah.
Menurutnya, seluruh materi tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik yang disiplin, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 secara tegas melarang adanya pungutan biaya dalam pelaksanaan MPLS, keterlibatan alumni sebagai penyelenggara kegiatan, maupun tindakan kekerasan fisik, verbal, dan psikologis terhadap peserta didik baru.
“Seluruh panitia harus menjadi teladan. MPLS adalah momentum membangun karakter, bukan ajang menunjukkan kekuasaan. Guru wajib mendampingi seluruh rangkaian kegiatan sehingga berlangsung aman, tertib, dan menyenangkan,” jelasnya.
Ketua Komite Sekolah yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap komitmen sekolah dalam melaksanakan MPLS yang ramah dan berorientasi pada perlindungan anak. Orang tua juga diajak berkolaborasi dengan sekolah agar proses adaptasi peserta didik berlangsung optimal sejak hari pertama masuk sekolah.
Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 1 Pariwisata Biak dijadwalkan berlangsung selama lima hari dengan berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, penguatan profil lulusan, pengenalan program keahlian, layanan bimbingan konseling, serta berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan kehidupan sekolah secara positif.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah yang berpedoman pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, SMK Negeri 1 Pariwisata Biak berharap dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





