Pentigraf: Akbar AP
–
“Kalau begitu, biar saya gantikan, gantikan berhibernasinya.”
Senja yang tenang di dusun pecah oleh teriakan penuh rasa tidak rela dari Rumah sederhana milik Atira. Pasalnya, suaminya belum bangun juga dari hibernasinya sejak setengah bulan lalu. Sejak kepulangannya dari mengambil kayu bakar hutan. Tidak hanya sebagai matapencarian hidup, tetapi juga bahan ngonten Instagramnya. Sesampai di rumah masih normal. Kejadian buruk menerpa esok harinya saat suaminya tidak bangun juga dari tidur.
Baca juga: Leni Marlina dan Diplomasi Puisi: Merawat Perdamaian, Kemanusiaan, dan Literasi Melalui L-Beaumanity
Belum genap setahun pernikahannya dengan Lodra, masa secepat ini suaminya mati melalui jalur hibernasi? Sebagai pendatang yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan dusun, Atira tidak tahan dengan omongan bermacam-macam dari banyak orang, mengomentari kematian Lodra. Perempuan berusia 30 tahun itu enggan disudutkan dengan situasi jelek demikian. Lebih baik pindah rumah saja agar terhindar dari mulut-mulut tanpa saringan para penduduk.
Tengah melamun, pundaknya ditepuk. Atira terjingkat kaget. Terbelalak matanya memandang Lodra. Lelaki yang lebih tua 3 tahun darinya itu sadar.
“Selamat ulang tahun! Berkah makmur sepanjang hidup, Sayang.”
Sebelum Atira histeris, Lodra menutup mulutnya. Kalem menjelaskan. Jika sebelum pulang setengah bulan lalu, dia menyiapkan boneka. Boneka yang mirip dengannya itu disimpan di gudang belakang. Malamnya Atira tertidur, boneka diambil dan menggantikannya. Lodra sendiri pindah menetap sembari mengawasi semuanya dari rumah Paman. Sementara, Atira mengidap Skizofremia, boneka tersebut disangkanya Lodra.
Karanglo, 12 Juli 2026
Baca juga: MALEM MINGGU





