Rabu, 01 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Wabup Biak Numfor Jimmy Kapisa Serahkan Rp200 Juta untuk Youth Camp GPdI Se-Tanah Papua 2026

BIAK-PAPUA, SUARA ANAK NEGERI Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy CR. Kapisa, secara resmi menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp200 juta kepada Panitia Penyelenggara Youth Camp Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Tanah Papua Tahun 2026. Penyerahan simbolis tersebut dilakukan saat pembukaan kegiatan akbar yang berlangsung di pelataran Gereja GPdI Yerusalem Baru, Kampung Anggopi, Distrik Oridek, pada Selasa (30/6/2026) pukul 15.00 WIT.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 5.000 peserta pemuda dari berbagai wilayah di Tanah Cenderawasih ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Dalam sambutannya, Wabup Jimmy Kapisa menekankan bahwa investasi terbaik bagi masa depan Papua bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada pembangunan karakter dan mentalitas generasi mudanya.

“Pemerintah daerah melihat bahwa investasi terbaik untuk masa depan Papua bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan pembangunan karakter manusianya. Melalui bantuan senilai dua ratus juta rupiah ini, kami berharap seluruh kebutuhan teknis adik-adik kita dapat terpenuhi dengan baik. Selamat berkompetisi secara sehat dalam iman, serap semua ilmu dari para pemateri, dan kembalilah ke daerah asal sebagai obor yang menerangi kegelapan,” ujar Jimmy Kapisa.

Baca juga: 23 Mahasiswa Manajemen UNCRI Tuntaskan Ujian Skripsi, Wisuda Angkatan II Digelar Agustus 2026

Sinergi Eksekutif, Legislatif, dan Gereja

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor, Daniel Rumanasem, S.T., yang memberikan dukungan moral dan politik bagi pergerakan kepemudaan Kristen di wilayah tersebut. Kehadiran unsur legislatif ini mempertegas sinergitas kuat antara gereja dan pemerintah dalam upaya memproteksi generasi muda dari ancaman sosial modern seperti narkoba dan miras.

“Kami di DPRK Biak Numfor memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Youth Camp ini. Tugas memagari generasi muda dari pengaruh negatif narkoba dan miras bukan hanya tugas pendeta atau bupati, melainkan tugas kita bersama, termasuk kami di parlemen. Kami pastikan bahwa aspirasi kepemudaan dan program kerohanian seperti ini akan terus mendapat ruang dan dukungan regulasi yang kuat,” tegas Daniel Rumanasem.

Baca juga: Fenomena Batu Apung di Pesisir Biak Numfor: Kepala BPBD Lot L. Yensenem Tegaskan Tidak Berbahaya dan Bukan Aktivitas Vulkanik Darat

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Pdt. Timotius Dawir, menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Menurutnya, bantuan dana tersebut sangat berarti untuk memastikan kenyamanan lima ribu peserta yang datang dari berbagai penjuru Papua.

“Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk memastikan lima ribu peserta yang hadir dari berbagai wilayah pelayanan dapat beribadah dan bertumbuh dengan nyaman di Kampung Anggopi ini. Kiranya Tuhan membalas semua kebaikan pemerintah daerah,” ungkap Pdt. Timotius Dawir.

Pembentukan Karakter dan Pencegahan Narkoba

Sebagai tuan rumah lokal, Gembala Jemaat GPdI Yerusalem Baru Anggopi, Pdt. Aristoteles Sombuk, S.Th., M.Th., menyatakan rasa haru karena wilayah pelayanannya dipilih menjadi pusat perjumpaan rohani tingkat regional. Ia berharap dari Pantai Anggopi ini lahir generasi baru yang militan bagi Tuhan dan siap membangun daerah asalnya.

Untuk memperkaya wawasan spiritual dan kepemimpinan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain:

* Pdt. Dr. Johnny Weol, M.Th. (Ketua Umum Majelis Pusat GPdI) untuk penguatan doktrin organisasi.

* Pdt. Dr. Samuel Tumbel (Teolog & Pembicara Youth Nasional) untuk seminar kepemimpinan pemuda abad ke-21.

* Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua untuk sosialisasi pencegahan narkoba.

* Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua untuk pembekalan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Agenda Kegiatan dan Harapan Bersama

Selama empat hari, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan sistematis yang meliputi doa subuh bersama (Morning Chapel), kelas seminar aplikatif, workshop kepemimpinan, aktivitas outdoor, kompetisi kreativitas, serta ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) malam. Kegiatan akan ditutup pada Jumat (3/7/2026) dengan evaluasi, ibadah penutupan, dan perjamuan kudus bersama.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah membentuk karakter pemuda berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta mempererat tali persaudaraan lintas wilayah di Tanah Papua. Sinergi antara pihak gereja, eksekutif, dan legislatif diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang seutuhnya dan berkelanjutan.

Di bawah langit Distrik Oridek, ribuan pemuda yang memadati halaman GPdI Yerusalem Baru tampak berkaca-kaca, melambungkan doa dan ucapan syukur atas perjumpaan iman yang intim dan megah. Bagi mereka, lelahnya perjalanan melintasi lautan dan pegunungan Papua runtuh digantikan oleh semangat baru untuk menjadi agen perubahan di tanah kelahiran masing-masing.

Editor ✍️: Anis Rumaropen 

Kategori:
Tags:

Terkini