Kamis, 02 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Fenomena Batu Apung di Pesisir Biak Numfor: Kepala BPBD Lot L. Yensenem Tegaskan Tidak Berbahaya dan Bukan Aktivitas Vulkanik Darat

Kepala BPBD Lot L. Yensenem Tegaskan Tidak Berbahaya dan Bukan Aktivitas Vulkanik Darat.

BIAK– SUARA ANAK NEGERI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Biak Numfor menegaskan bahwa fenomena munculnya batu-batu apung di sejumlah pesisir wilayah Biak Numfor tidak membahayakan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Biak Numfor, Lot L. Yensenem, S.E., M.Si., berdasarkan konfirmasi via WhatsApp pada Senin (29/6/2026) malam. Ia menyatakan hal tersebut setelah melakukan uji petik dan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta memastikan tidak adanya aktivitas letusan gunung berapi di daratan Teluk Cenderawasih atau wilayah Saireri.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRK Supiori Bahas Pertanggung Jawaban APBD 2025, Di Hadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Kapolres

Kami nyatakan bahwa di Kabupaten Biak Numfor memang betul batu-batu ini ada, tetapi batu ini tidak menjadi bahaya,” tegas Lot L. Yensenem dalam pesan tertulisnya.

Penyebaran di Sejumlah Lokasi Strategis

Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh nelayan dan masyarakat di kawasan Pelabuhan eks-BMJ, Sorido, Ambroben, hingga Kepulauan Padaido dan Selat Biak. Di lokasi Sorido, misalnya, tumpukan batu apung tersebut terlihat menetap selama dua hari berturut-turut. Ketika air surut, batu-batu tersebut tidak hanyut jauh, hanya bergeser sekitar 200-300 meter sebelum kembali terkumpul di area kering.

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Gelar Operasi Pasar Murah di Kampung Adorbari, Tekan Inflasi Daerah hingga 30 Persen

Kehadiran material geologis ini sempat memicu spekulasi di tengah masyarakat, namun investigasi lapangan menunjukkan karakteristik fisik yang unik. Batu-batu tersebut memiliki tekstur ringan dan mampu mengapung di permukaan air, namun tidak mudah terbakar.

Hasil Uji Petik: Tidak Mengandung Belerang dan Aman bagi Kulit

Untuk memastikan keamanan material tersebut, tim BPBD di bawah komando Lot L. Yensenem melakukan serangkaian uji coba langsung di lapangan. Beberapa sampel batu dibakar menggunakan minyak tanah dan minyak kompor, namun hasilnya batu tersebut tidak terbakar dan tidak mengeluarkan bau belerang.

Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Terlihat beberapa pemuda yang berenang di sekitar area temuan batu apung tanpa mengalami iritasi kulit atau gangguan kesehatan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa batu tersebut tidak mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak kulit atau mencemari lingkungan perairan.

“Tadi ada beberapa anak muda yang berenang di dalamnya tapi tidak mengalami apa-apa, artinya dia tidak punya kimia atau hal tertentu yang bisa membahayakan kulit supaya membahayakan masyarakat yang ada di posisi itu,” jelas Lot L. Yensenem.

Kemungkinan Asal Usul: Aktivitas Bawah Laut

Meski BMKG telah mengonfirmasi tidak adanya letusan gunung berapi aktif di daratan Papua atau wilayah sekitarnya, teori yang paling mendekati kebenaran ilmiah adalah adanya aktivitas vulkanik di dasar laut. Letusan bawah laut dapat memuntahkan material magma yang mendingin cepat menjadi batu apung (pumice), yang kemudian terbawa arus laut hingga terdampar di pesisir.

“Hingga sekarang tidak ada gejala atau letusan gunung berapi karena di daerah Teluk Cenderawasih atau Saireri ini tidak ada daerah pegunungan yang berpotensi menjadi gunung berapi aktif. Namun, secara teori mungkin ada letusan gunung berapi di dasar laut,” tambahnya.

Langkah Pemantauan Pemerintah Daerah

Menanggapi fenomena ini, BPBD Kabupaten Biak Numfor telah menurunkan tim untuk menelusuri titik-titik tersebarnya batu apung di seluruh pantai di Biak. Langkah ini bertujuan untuk memetakan sebaran material dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik.

Pemerintah daerah melalui BPBD terus memantau situasi ini sebagai bagian dari atensi terhadap dinamika alam di wilayah pesisir. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, karena hingga saat ini dipastikan fenomena batu apung tersebut aman dan tidak memerlukan evakuasi atau tindakan darurat khusus.

Editor ✍️: Anis Rumaropen 

Kategori:
Tags:

Terkini