Yohanis Rumaropen| Penulis
–
SUARA ANAK NEGERI | BIAK NUMFOR, 17 April 2026 – Senyum kebahagiaan tergambar jelas di wajah Frans Rumboryas, usai secara resmi dilantik dan memegang jabatan sebagai Kepala Kampung Sassari, Distrik Aimando. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., pada Jumat (17/4) di Swiss-Belhotel Biak, Jalan Imam Bonjol.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelantikan serentak 250 kepala kampung yang merupakan hasil Pemilihan Kepala Kampung (Pilkades) Serentak yang diselenggarakan pada 10 Desember 2025 . Dalam kesempatan tersebut, Frans menegaskan tekadnya yang kuat untuk mewujudkan perubahan serta manfaat nyata bagi seluruh warga selama masa jabatan 2026–2034.
“Pertama, saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Markus Oktovianus Mansnembra, Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang hadir dalam prosesi hari ini,” ujar Frans dalam wawancara eksklusif bersama Suara Anak Negeri.
“Kehadiran para pimpinan bukan hanya memberikan legitimasi jabatan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi kami di tingkat kampung. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir dan mendampingi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Bupati Biak Numfor Lantik 249 Kepala Kampung, Tegaskan Amanah Pelayanan dan Sinergi Pembangunan
Amanah Besar yang Harus Diemban
Sebagai satu dari 250 pemimpin kampung yang mengucapkan sumpah jabatan hari ini, Frans menjelaskan bahwa pelantikan yang diselenggarakan dengan pengaturan khusus merupakan langkah antisipasi yang diambil Pemerintah Daerah. Tujuannya adalah mencegah terjadinya gangguan atau hal-hal yang tidak diinginkan pasca-penyelenggaraan Pilkades.
“Yang paling utama, saya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan terima kasih yang tulus atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Kampung Sassari. Ini adalah amanah yang sangat besar, dan menjadi kewajiban saya untuk menjalankannya dengan penuh integritas serta rasa tanggung jawab yang tinggi,” tegasnya.
Di periode kepemimpinan kali ini, Frans berkomitmen meningkatkan standar akuntabilitas keuangan menjadi lebih baik lagi. Langkah yang akan ditempuhnya antara lain memperkuat sistem pelaporan keuangan serta melibatkan peran aktif Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.
“Kami memiliki tekad yang kuat untuk menjadikan Kampung Sassari sebagai contoh yang baik, yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh wilayah ini—termasuk keindahan alam dan kekayaan budaya yang menjadi modal utama pengembangan pariwisata. Hal ini tentunya selaras dengan visi pembangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Distrik Aimando, agar setiap program yang disusun dan dilaksanakan di tingkat kampung, termasuk pengembangan objek wisata dan peningkatan kualitas layanan, dapat berjalan selaras dan sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah kabupaten.
“Politik Sudah Berakhir, Saatnya Kita Bangun Bersama”
Frans mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda saat masa pemilihan, untuk kembali bersatu padu dan bahu-membahu memajukan kampung tercinta.
“Masa kampanye dan dinamika politik pemilihan sudah berakhir. Sekarang adalah waktunya kita bergandengan tangan dan bekerja bersama-sama. Saya adalah pemimpin untuk seluruh warga Kampung Sassari, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan masing-masing pihak,” katanya dengan tegas.
Terdapat empat fokus utama yang akan menjadi prioritas kerja selama masa jabatannya, yaitu:
– Mengoptimalkan penggunaan Dana Kampung untuk pembangunan infrastruktur serta program-program pemberdayaan ekonomi, termasuk pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata;
– Menggali dan mengembangkan potensi pariwisata lokal, baik yang berbasis keindahan alam pesisir maupun kearifan budaya setempat, agar mampu menarik kunjungan wisatawan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat;
– Mencegah peningkatan angka stunting serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut;
– Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan—termasuk pelatihan pengelolaan kawasan wisata dan peningkatan kualitas pelayanan—serta menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak terkait.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial jabatan biasa, melainkan menjadi titik awal perjalanan pengabdian selama delapan tahun ke depan. Diharapkan, kepemimpinan ini mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir kepulauan Distrik Aimando-Padaido, Kabupaten Biak Numfor.
Sebagai penutup, semangat pengabdian dan kebersamaan ini selaras dengan pepatah yang berbunyi: “Kekuatan bukan pada satu tangan, tapi pada seribu tangan yang bergandengan”. Pepatah ini mengingatkan bahwa kekuatan terbesar kita terletak pada kebersamaan dan kerja sama. Apabila seluruh warga saling mendukung dan bergotong royong, maka segala tantangan yang ada dapat diatasi dengan baik, dan cita-cita memajukan kampung akan tercapai dengan lebih cepat, serta hasilnya dapat dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat

