Selasa, 02 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Menolak Disinformasi Pasca-Ledakan UXO Biak: Tokoh Masyarakat Apresiasi Sinergi Aparat, Desak Penertiban Aktivitas Pencarian Bom Laut

Penulis: Yohanis Rumaropen

BIAK NUMFOR – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 2 Juni 2026 — Di tengah proses pemulihan pasca-insiden ledakan Unexploded Ordnance (UXO) di Kompleks Perikanan Biak, Michael Korwa  yang juga adalah Tokoh Adat / Mananwir Bar KBS Sorido,mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (2/6/2026) siang. Pernyataan ini menekankan pentingnya literasi informasi untuk menolak penyebaran hoaks, memberikan apresiasi terhadap respons cepat aparatur gabungan, serta mendesak adanya kebijakan tegas untuk menertibkan aktivitas pencarian benda bersejarah dan penangkapan ikan ilegal di perairan Biak yang rawan Amunisi sisa Perang Dunia II.

Baca juga: Update Penanganan Ledakan UXO Biak: 5 Korban Dimakamkan, 3 Masih Hilang, Polresta Numfor Perketat Sterilisasi Zona Merah Ring 1

Menyampaikan pesan kepada masyarakat Kabupaten Biak Numfor maupun publik luar daerah, Michael Korwa menegaskan bahwa penyebab pasti aktivasi bom masih dalam tahap investigasi oleh tim ahli dari Jayapura. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan narasi spekulatif yang dapat memicu keresahan sosial.

Literasi Informasi sebagai Instrumen Stabilitas Sosial

Dalam rekaman pernyataannya, Michael Korwa menyoroti urgensi verifikasi informasi di era disrupsi digital. Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian penyebab ledakan—yang masih menunggu hasil forensik dari tim spesialis—seharusnya tidak menjadi ruang bagi berkembangnya disinformasi.

Baca juga: Kolaborasi Adat Biak-Waropen di Wilayah Saireri: Upacara Yakyaker Kukuhkan Pernikahan Davin Duwiri dan Giovani, Simbol Integrasi Sosial Lintas Budaya

“Saya ingin menyampaikan kepada semua masyarakat untuk tidak membuang isu tentang apa yang terjadi… yang mana seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolres Kabupaten Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H, bahwa sebab akibat dari keadaan meledaknya bom tersebut belum bisa dipastikan karena itu akan menunggu tim dari Jayapura,” ujar Michael Korwa.

Narasi ini sejalan dengan prinsip manajemen krisis komunikasi, di mana ketenangan publik dijaga melalui transparansi data resmi dari otoritas berwenang, bukan melalui spekulasi liar yang berpotensi memecah belah kohesi sosial di wilayah multikultural seperti Biak.

Apresiasi Terhadap Sinergi Lintas Sektor

Michael Korwa secara eksplisit menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri (Polres Biak Numfor, Brimob, Gegana), TNI (TNI AL, TNI AD, Paskhas), Basarnas, dan Pemerintah Daerah. Koordinasi cepat antar-instansi ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warga dari dampak bencana historis.

Saya apresiasi tindakan dari pihak kepolisian, Brimob, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan juga pemerintah daerah yang sudah bersama-sama bekerja menangani apa yang terjadi,” tambahnya.

Pengakuan ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi negara, terutama dalam situasi darurat di mana respons cepat sangat menentukan keselamatan jiwa.

Desakan Penertiban Aktivitas Laut dan Mitigasi Risiko UXO

Poin krusial lainnya dalam pernyataan tersebut adalah seruan untuk penertiban aktivitas laut. Michael Korwa menyoroti dua praktik berisiko tinggi di perairan Biak:

1. Penggunaan bom ikan oleh nelayan ilegal.

2. Penyelaman liar untuk mencari barang-barang peninggalan Perang Dunia II.

Biak, sebagai bekas teater perang Pasifik, menyimpan ribuan ton amunisi sisa perang di dasar laut. Aktivitas penyelamatan tanpa prosedur keamanan yang baku sangat rentan memicu aktivasi UXO, sebagaimana terjadi pada insiden terbaru.

Saya berpesan kepada pemerintah daerah, pihak penegak hukum… untuk bagaimana menertibkan laut kita dari para nelayan yang menggunakan bom ikan, tapi juga yang selalu menyelam di Laut Biak untuk mencari bekas-bekas bom Perang Dunia Kedua,” tegasnya.

Seruan ini mengarah pada kebutuhan regulasi ketat dan pengawasan maritim yang lebih intensif. Kolaborasi antara instansi terkait (Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Polairud) diperlukan untuk memutus mata rantai aktivitas berbahaya yang mengancam nyawa warga.

Refleksi Kemanusiaan dan Pelajaran Kolektif

Menutup pernyataannya, Michael Korwa menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban dan mendoakan kesembuhan bagi yang luka-luka. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan insiden ini sebagai pelajaran kolektif (collective lesson) tentang bahaya laten warisan konflik masa lalu.

Sekali lagi atas nama Mananwir KBS Sorido, kami turut berduka cita… semoga ini menjadi pelajaran penting untuk kita ke depan,” pungkasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran sejarah dan mitigasi bencana non-alam dalam tata kelola wilayah Biak Numfor, demi mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan di masa mendatang.

Kategori:
Tags:

Terkini