Sabtu, 11 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

AKU INI NAJIS BIBIR

PW S. Benediktus Abas (P)
– Yesaya 6:1-8
– Matius 10:24-33

Hari ini, Sabtu 11/7/2026, Gereja Katolik memperingati Santo Benediktus. Ia di kenal karena memperbaiki kehidupan para biarawan yang hidupnya tidak disiplin dan lemah pendiriannya. Ia juga mendirikan Ordo Santo Benediktin dan di Indonesia Ordo ini ada di Kupang – Nusa Tenggara Timur.

Hari ini juga kita mendengar kisah panggilan dan perutusan nabi Yesaya, bahwa Yesaya melihat kemuliaan Tuhan dan sadar diri bahwa ia hanyalah seorang yang NAJIS BIBIR dan tinggal di tengah BANGSA YANG NAJIS BIBIR pula.

Baca juga: BERTUMBUH DAN BERKEMBANG

Tetapi Malaikat Tuhan membawa bara api menempelkannya pada bibir Yesaya dan Tuhan berkata: SIAPA YANG AKAN KUUTUS? Maka nabi Yesaya menjawab: INI AKU, UTUSLAH AKU (Yesaya 6:8). Bara api di bibir Yesaya itu sebuah kiasan untuk mengatakan semua sampah najis bibir telah dibakar, sama seperti orang membakar sampah.

Saudari – saudara terkasih.
Apa itu NAJIS BIBIR? Bibir yang dipakai untuk omong segala kata kotor sampai mulut bagaikan BAK SAMPAH yang bau busuknya menyengat sampai ke sumsum tulang dan membuat orang tidak aman untuk hidup.

Kita bisa melihat di media massa moderen, ada banyak sekali kata-kata kotor yang berseliweran dan sepertinya semakin menjadi selera publik: makian, hinaan, pembulian, penolakan, cerita orang dan sejenisnya yang membuat orang tidak merasa damai.

Baca juga: BERTOBAT ITU SYARAT  MUTLAK UNTUK SELAMAT

Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia menciptakan sarana komunikasi untuk membangun damai sejahtera, karena itu yang dibutuhkan semua manusia di dunia ini. Kalau mau maki, hina, dan lainnya: Apa gunanya? Karena tidak semua orang butuh. Kalau omong yang baik dan benar, maka semua orang akan suka karena berguna bagi hidupnya.

Mari kita belajar dari nabi Yesaya yang sadar bahwa dirinya najis bibir di tengah bangsa yang najis bibir pula dan bertobat. Kita juga belajar dari Santo Benediktus, memperbaiki hidup yang tidak disiplin dan beretika serta menjadi orang yang berpendirian teguh. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Saturday, July 11, 2026

Kategori:
Tags:

Terkini