Rektor UNIPAR Hadir Langsung di Kemenag Jember: Memperkuat Sinergi Lama dan Membuka Jalan bagi 35 ASN untuk Raih Gelar Sarjana melalui Program RPL
Oleh: Balla Watunglawar
Jember_Suara Anak Negeri_Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Kegiatan ini, yang bertajuk “Peningkatan Kompetensi ASN Melalui Pendidikan dan Sosialisasi Pendidikan bagi ASN Kementerian Agama Kabupaten Jember yang Belum Memiliki Ijazah S1”, berlangsung di Aula Kantor Kemenag Jember pada Kamis, 9 Juli 2026. Dalam kesempatan ini, sebanyak 35 ASN yang belum memiliki ijazah Strata 1 (S1) terpilih untuk mengikuti program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui pendidikan tinggi.
Kehadiran Rektor Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember, Kandidat Doktor Basuki Hadiprayogo, S.Tp., M.Si., bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kandidat Doktor Asrorul Mais, S.T., S.Pd., M.Pd., beserta jajaran pimpinan dan tim UNIPAR dalam kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bukti nyata keseriusan institusi dalam mengawal kemitraan strategis dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Kehadiran pimpinan universitas secara langsung mencerminkan komitmen UNIPAR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan institusi dalam mengawal implementasi kerja sama strategis yang telah terjalin erat antara UNIPAR dan Kementerian Agama Kabupaten Jember, terutama sejak masa kampus ini masih bernama IKIP PGRI Jember. Kehadiran Rektor menjadi simbol bahwa hubungan kedua institusi ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan sebuah kemitraan berkelanjutan yang dibangun atas semangat bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para ASN yang merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: AKU AKAN MENUNGGUMU
Pertemuan resmi sebelum sosialisasi dimanfaatkan untuk membahas berbagai peluang untuk memperkuat kolaborasi, termasuk implementasi Program RPL. Rektor UNIPAR menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi kemanusiaan yang nilainya tidak pernah pudar. UNIPAR percaya bahwa setiap individu berhak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, termasuk ASN yang telah lama mengabdikan diri kepada masyarakat. Pengalaman kerja yang mereka miliki adalah aset berharga yang seharusnya diakui secara akademis melalui Program RPL. Rektor juga menekankan bahwa UNIPAR tidak hanya hadir untuk membuka penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga untuk membuka harapan baru bagi mereka yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaannya.
Rektor memperkenalkan Program Beasiswa Rektor, yang lahir dari semangat kepedulian sosial dan kemanusiaan. Ia menyadari bahwa tantangan terbesar dalam melanjutkan pendidikan seringkali bukanlah semangat belajar, tetapi keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, Beasiswa Rektor dirancang sebagai bentuk gotong royong akademik untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu. Pendidikan seharusnya tidak terhenti hanya karena masalah biaya, dan dengan adanya program ini, UNIPAR menjadi jembatan bagi ASN untuk meraih gelar sarjana dengan dukungan finansial yang memadai.
Pernyataan Rektor ini mendapat respons positif dari jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jember, yang melihatnya sebagai komitmen nyata UNIPAR dalam menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif, terjangkau, dan berpihak pada masyarakat. Setelah pertemuan tersebut, kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan agenda yang diikuti oleh 35 ASN Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Baca juga: ATMARAGA DAN SURYANDARI
Dalam pembukaan kegiatan di Aula Kemenag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember yang terus menghadirkan solusi pendidikan bagi ASN melalui Program RPL. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur negara agar semakin profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

Santoso menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh gelar akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kapasitas, karakter, dan kualitas pelayanan seorang aparatur negara. Dengan adanya kesempatan untuk mengikuti Program RPL, diharapkan ASN yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Strata Satu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka. Meningkatnya kualitas ASN melalui pendidikan yang lebih baik akan membawa dampak positif pada kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Kegiatan sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Penerimaan Mahasiswa Baru UNIPAR Jember dipandu oleh Tim Penmaru UNIPAR, yang dipimpin oleh Dr. J. Agung Indratmoko, M.Pd., bersama dengan tim yang terdiri dari Dr. Karnadi, M.M., Hasan Basri, S.Pd., dan Karunia Muda Setya Utama, S.T., M.Pd. Mereka memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme RPL, pilihan program studi, serta berbagai skema beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh para ASN.
Dr. J. Agung Indratmoko menekankan bahwa Program RPL merupakan inovasi pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan luas kepada ASN untuk mendapatkan pengakuan atas pengalaman profesional yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Pengalaman kerja, keikutsertaan dalam seminar, workshop, pelatihan, sertifikasi profesi, dan berbagai bentuk pembelajaran nonformal dapat dikonversi menjadi pengakuan capaian pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini memberikan jalan bagi para ASN untuk menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih singkat, sekitar satu setengah tahun tergantung pada hasil asesmen terhadap capaian pembelajaran yang dimiliki.

Penting untuk dicatat bahwa mekanisme RPL tidak akan mengurangi kualitas akademik, melainkan justru mengintegrasikan pengalaman praktis dengan penguatan teori. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Karunia Muda Setya Utama menjelaskan teknis pelaksanaan RPL, mulai dari proses asesmen, penyusunan portofolio, pengakuan capaian pembelajaran, hingga tahapan perkuliahan yang harus dilalui oleh peserta.
Peserta sosialisasi mendapat informasi mendalam mengenai berbagai pilihan program studi S1 dan S2 di UNIPAR, termasuk skema pembiayaan dan beasiswa yang dapat dimanfaatkan selama menjalani pendidikan. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknis konversi pengalaman kerja, kelengkapan dokumen portofolio, sistem perkuliahan bagi ASN, dan peluang memperoleh beasiswa selama masa studi.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi UNIPAR sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui Program RPL, pengalaman profesional tidak lagi dipandang sebagai perjalanan terpisah dari dunia akademik, melainkan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang diakui secara formal. Sinergi antara UNIPAR dan Kementerian Agama Kabupaten Jember menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah mampu menghasilkan solusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam konteks ini, Program RPL berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengalaman, pengabdian, dan pencapaian akademik. Bagi UNIPAR, pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar, melainkan sebuah gerakan untuk membangun manusia. Oleh karena itu, kampus terus membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bertumbuh, belajar kembali, dan meningkatkan kualitas diri demi pelayanan publik yang semakin profesional.
Sebagai bagian dari upaya untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, UNIPAR berpegang pada semangat “Innovative, Friendly and Prospective Campus”. Komitmen ini tercermin dalam berbagai program yang ditawarkan, termasuk Program RPL dan Beasiswa Rektor, yang bertujuan untuk menjamin aksesibilitas dan inklusivitas pendidikan tinggi. Dalam mengantisipasi tantangan global dan kebutuhan zaman yang kian kompleks, UNIPAR bertekad untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang siap menghadapi era baru.
Program RPL juga memberikan kesempatan bagi ASN untuk tidak hanya meraih gelar sarjana, tetapi juga untuk berkontribusi lebih besar dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih berkualitas. Dengan adanya sinergi yang kuat antara UNIPAR dan Kementerian Agama Kabupaten Jember, diharapkan semakin banyak ASN yang mampu meraih gelar sarjana dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pendidikan tinggi melalui Program RPL diharapkan dapat melahirkan ASN yang lebih kompeten, responsif, dan siap menghadapi perubahan. Dengan pendekatan inovatif ini, UNIPAR tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi ASN, tetapi juga menjadi pionir dalam penyelenggaraan pendidikan yang berpihak pada masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari peningkatan kualitas ASN, sehingga pelayanan publik yang diberikan semakin baik dan profesional.
Dalam konteks ini, Program RPL menjadi langkah strategis yang tidak hanya mengakui pengalaman kerja ASN, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam struktur pelayanan publik yang lebih luas. Melalui pendidikan yang inklusif dan adaptif, UNIPAR berupaya untuk memberdayakan ASN agar dapat terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh: Balla Watunglawar
Kontributor Suara Anak Negeri | Penulis dan Pengamat Kebijakan Publik





