Kamis, 18 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu: Piala Dunia Berlalu, Kesetiaan kepada Tuhan Tetap Juara

 

Oleh: joko

 

Baca juga: Wamen Ossy: Pertanahan Berperan Strategis Wujudkan Asta Cita Presiden

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Riuh sorak kemenangan Argentina di panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan sukacita bagi para pencinta sepak bola. Di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (18/6/2026), euforia olahraga justru menjelma menjadi ruang pembinaan iman yang hangat, penuh makna, dan menyentuh hati.

Di bawah pendampingan Pastor Paroki RD Ponsianus Ongirwalu, kegembiraan atas kemenangan tim favorit tidak berhenti sebagai selebrasi sesaat. Momentum itu diolah menjadi pelajaran tentang disiplin, kesetiaan, rasa syukur, dan kepedulian kepada sesama, terutama bagi anak-anak pelayan altar dan penghuni Panti Asuhan ALMA.

Sejak pagi, halaman dan lingkungan gereja dipenuhi wajah-wajah ceria. Sebagian anak mengaku masih menyimpan kantuk setelah menyaksikan pertandingan sepak bola hingga dini hari. Namun, rasa lelah itu tidak menghalangi mereka untuk tetap hadir melayani dalam Perayaan Ekaristi Harian dan Novena Santo Antonius Padua hari ketujuh.

Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Ketulusan Hati Lebih Bernilai daripada Pencitraan

“Mata boleh mengantuk karena nonton bola, tapi kaki tetap melangkah ke Altar Tuhan!” demikian ungkapan sederhana yang menggambarkan semangat para misdinar, lektor, dan pemazmur pagi itu.

Kalimat tersebut menjadi simbol bahwa kecintaan terhadap olahraga tidak harus menggeser prioritas kehidupan rohani. Justru melalui disiplin untuk tetap melayani Tuhan, anak-anak belajar bahwa kegembiraan duniawi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan iman.

Kesetiaan yang Mendapat Apresiasi
Sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan mereka, Pastor RD Ponsianus Ongirwalu memberikan hadiah berupa buku tulis, buku gambar, serta uang jajan kepada anak-anak yang tetap setia mengikuti Misa dan Novena.

Hadiah itu bukan sekadar bentuk apresiasi material, melainkan simbol bahwa setiap pengorbanan kecil dalam melayani Tuhan tidak pernah luput dari perhatian.

Bagi anak-anak, perhatian sederhana tersebut menghadirkan sukacita yang berlipat. Mereka tidak hanya menikmati kemenangan Argentina, tetapi juga merasakan kasih seorang gembala yang menghargai komitmen mereka dalam kehidupan menggereja.

Anak-anak ALMA Merasakan Hangatnya Kebersamaan
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan anak-anak Panti Asuhan ALMA. Meski tidak memiliki fasilitas mewah untuk menikmati pertandingan sepak bola, mereka menemukan kebersamaan yang jauh lebih berharga. “Kami tidak punya TV besar, tapi kami punya doa dan sorak-sorai yang tulus bersama Pastor Paroki.”

Bagi mereka, sepak bola menjadi ruang kebersamaan, sedangkan Misa dan Novena tetap menjadi sumber kekuatan hidup sehari-hari.

Perhatian Pastor melalui pemberian alat tulis dan uang jajan menjadi wujud nyata kasih Gereja kepada anak-anak yang membutuhkan. Hadiah sederhana itu membawa pesan bahwa mereka dicintai, diperhatikan, dan menjadi bagian penting dari keluarga besar umat Allah.

Sepak Bola Menjadi Bahasa Iman
Dalam refleksinya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak umat, khususnya generasi muda, melihat olahraga dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, perjalanan sebuah tim menuju gelar juara tidak pernah lahir secara instan. Dibutuhkan latihan, disiplin, kerja sama, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itulah yang juga diperlukan dalam perjalanan iman setiap orang.

“Untuk memenangkan Piala Dunia, tim Argentina membutuhkan latihan keras, disiplin, kerja sama tim, dan pantang menyerah. Demikian pula dengan kehidupan iman kita. Menghadiri Misa Pagi dan menyelesaikan Novena Santo Antonius Padua hingga hari ke-7 membutuhkan kedisiplinan rohani yang tinggi,” ungkap Pastor Ponsianus.

Ia menegaskan bahwa kegembiraan karena kemenangan sebuah tim merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Namun, sukacita tersebut tidak boleh membuat seseorang menjauh dari Tuhan.

“Kegembiraan karena Argentina menang adalah hal yang manusiawi dan indah. Namun euforia sepak bola jangan sampai menjauhkan anak-anak dari Tuhan. Justru kemenangan ini dirayakan di dalam gereja dengan rasa syukur, membagikan berkat kepada yang rajin dan yang membutuhkan,” tuturnya.

Gereja yang Dekat dengan Dunia Anak-anak
Bagi RD Ponsianus Ongirwalu, Gereja harus hadir sebagai rumah yang ramah bagi generasi muda. Tempat di mana anak-anak tidak hanya menemukan pembinaan iman, tetapi juga kegembiraan, perhatian, dan pengalaman indah yang akan mereka kenang sepanjang hidup.

Melalui hadiah sederhana yang diberikan seusai Misa dan Novena, Pastor ingin menanamkan keyakinan bahwa Gereja tidak pernah jauh dari kehidupan mereka. “Gereja itu seru, Gereja itu peduli pada kegembiraan anak-anak, dan Tuhan selalu memberkati mereka yang rajin serta setia.”

Mahkota Kesetiaan yang Tak Pernah Pudar
Di tengah hiruk-pikuk pesta sepak bola dunia, Paroki HKY Olilit Barat menghadirkan pelajaran yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemenangan sebuah tim nasional.

Piala Dunia akan berganti juara dari waktu ke waktu. Namun, menurut Pastor Ponsianus, mahkota yang sesungguhnya adalah kesetiaan manusia dalam mengasihi Tuhan dan melayani sesama.

Di altar sederhana Paroki HKY Olilit Barat, kemenangan Argentina menjadi pengingat bahwa setiap sukacita duniawi akan menemukan makna sejatinya ketika dihidupi dalam iman, syukur, dan kasih.

Di sanalah anak-anak belajar bahwa juara sejati bukan hanya mereka yang mengangkat trofi di lapangan hijau, melainkan mereka yang setiap hari setia melangkah menuju altar, menjaga doa, merawat persaudaraan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan bersama.

 

Kategori:
Tags:

Terkini