Selasa, 04 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Guru SMA Diperkuat Hadapi Era Digital, Direktorat Guru Dikmen dan Diksus Dukung Program KLIC 2026 Bersama Korea Selatan

JAKARTA, SUARA ANAK NEGERI-
03 Agustus 2026 Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan kompetensi guru di era transformasi digital kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026. Program hasil kerja sama antara Kemendikdasmen dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea, ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas guru untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.

Pelatihan yang berlangsung pada 2–7 Agustus 2026 di Jakarta tersebut menghadirkan instruktur ahli dari Korea Selatan dan diikuti oleh 24 guru terpilih dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dalam pelaksanaan program tahun ini, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan guru-guru SMA sebagai peserta pelatihan. Pelibatan guru pendidikan menengah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendukung kebijakan nasional mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di satuan pendidikan.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemendikdasmen, di antaranya Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, serta Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Dari pihak Republik Korea hadir Director Gangwon State International Education Institute, Kim Kibok, didampingi Supervisor Paek So-Hee bersama tim instruktur yang terdiri atas Yeon Je-Heon, Kim Jikrae, Han Songei, Rhee Heewon, Ahn Yeongchan, dan Gong Boram.

Baca juga: Rekonsiliasi Kedua Pimpinan Adat Papua: Konsolidasi Struktur dan Sikap Terhadap Tiga Isu Krusial

Dalam sambutannya, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Arif Jamali menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru pendidikan menengah menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan nasional.

“Transformasi pembelajaran hanya dapat berjalan optimal apabila guru memiliki kompetensi digital yang kuat serta mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang bermakna. Karena itu, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus terus mendorong peningkatan kapasitas guru SMA agar mampu menjadi penggerak implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial di sekolah,” ujar Arif Jamali.

Baca juga: Leni Marlina's Bilingual Poems: "Spores Within Your Ribs" ("Spora di Dalam Rusukmu)

Menurutnya, kolaborasi internasional seperti Program KLIC memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk mempelajari praktik-praktik terbaik pembelajaran digital dari negara yang telah berhasil mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Direktur Guru Pendidikan Dasar Rachmadi menyampaikan bahwa transformasi pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

“Keberhasilan implementasi program prioritas memerlukan guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,” ujarnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta terbaik dari 24 guru yang mengikuti pelatihan akan dipilih untuk mengikuti advanced training di Republik Korea pada tahun 2026.

Kesempatan tersebut diharapkan mampu melahirkan guru-guru penggerak yang dapat menjadi agen perubahan dalam pengembangan pembelajaran digital di Indonesia.

Direktur Guru Pendidikan Dasar juga berharap seluruh peserta dapat mendiseminasikan pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama pelatihan kepada rekan sejawat di daerah masing-masing sehingga manfaat Program KLIC dapat dirasakan lebih luas oleh satuan pendidikan.
Setelah penyampaian laporan pelaksanaan, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, secara resmi membuka Program KLIC 2026.

Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas guru Indonesia melalui penguasaan teknologi pendidikan, kolaborasi global, serta pengembangan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.

Melalui Program KLIC 2026, Kemendikdasmen berharap guru-guru Indonesia, khususnya guru SMA yang difasilitasi oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, semakin siap menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran digital, sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang adaptif, kreatif, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21.

Laporan : Dr. Budi/SAN-CR

Kategori:
Tags:

Terkini