Buku Tulis dan Buku Gambar Menjadi Hadiah Penuh Makna bagi Anak-Anak Peserta Novena Hati Kudus Yesus
http://suaraanaknegeri.com | Olilit Barat, Kepulauan Tanimbar – Kesetiaan anak-anak mengikuti Novena Hati Kudus Yesus selama sembilan hari berturut-turut mendapat apresiasi istimewa dari Pastor Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu. Melalui pembagian buku tulis dan buku gambar bergambar Yesus usai Misa Penutupan Novena, pastor mengajak anak-anak untuk memaknai hadiah tersebut sebagai berkat Tuhan sekaligus penyemangat dalam menata masa depan melalui pendidikan dan kehidupan iman.
Suasana haru dan sukacita mewarnai halaman Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ketika puluhan anak maju ke depan altar menerima hadiah yang telah disiapkan. Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka saat menerima buku yang akan digunakan menyambut tahun ajaran baru.
Bagi anak-anak, hadiah tersebut bukan sekadar perlengkapan sekolah. Lebih dari itu, mereka memaknainya sebagai bentuk kasih Tuhan yang hadir melalui perhatian Gereja. “Aku senang sekali, Tuhan Yesus ingat aku,” ungkap salah seorang anak dengan penuh kegembiraan.
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu: Api Iman Sifnane Jangan Padam di Tengah Zaman
Anak-anak mengaku selama sembilan hari Novena Hati Kudus Yesus mereka berusaha datang setiap sore ke gereja meski harus membagi waktu antara sekolah, bermain, dan aktivitas lainnya. Kesetiaan itu menjadi pengalaman iman yang berkesan sekaligus pelajaran berharga tentang komitmen sejak usia dini.
“Buku ini bukan cuma sekadar buku biasa untuk menulis atau menggambar. Buku ini adalah tanda kalau Tuhan Yesus sayang sama kami anak-anak yang setia datang berdoa kepada-Nya,” tutur seorang peserta Novena.
Kesetiaan Adalah Nilai yang Mahal
Dalam pesan pastoralnya, RD Ponsianus Ongirwalu menegaskan bahwa kehadiran anak-anak selama sembilan hari berturut-turut dalam Novena Hati Kudus Yesus merupakan bukti kesetiaan yang patut diapresiasi.
Baca juga: Pdt Daniel Batmanlussy: Gereja Tidak Akan Bertumbuh Tanpa Karunia Roh
Menurutnya, kesetiaan merupakan salah satu karakter penting yang harus ditanamkan sejak dini karena akan menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang baik.
“Anak-anakku yang terkasih, yang luar biasa dan HEBAT. Kehadiran kalian selama sembilan hari berturut-turut dalam Novena Hati Kudus Yesus adalah sebuah keindahan. Kalian telah belajar satu hal yang sangat mahal, yaitu kesetiaan,” kata RD Ponsianus Ongirwalu.
Ia mengingatkan agar nilai kesetiaan tersebut tidak berhenti di lingkungan gereja, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. “Setialah untuk mendengarkan nasihat orang tua, setialah mengerjakan tugas sekolah, dan setialah dalam berdoa setiap hari,” pesannya.
Buku Menjadi Simbol Harapan
Menurut RD Ponsianus Ongirwalu, buku tulis dan buku gambar yang dibagikan bukan dilihat dari nilai materinya, melainkan dari makna yang terkandung di dalamnya. Buku-buku tersebut diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan meraih cita-cita.
“Hadiah buku tulis dan buku gambar ini mungkin nilainya tidak seberapa. Jangan dilihat dari harganya. Tetapi lihatlah ini sebagai berkat dan dorongan semangat dari Hati Kudus Yesus untuk masa depanmu.”
Ia menjelaskan bahwa setiap lembar buku dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan impian yang kelak berguna bagi kehidupan mereka. “Buku tulis ini adalah tempat kalian mengukir ilmu pengetahuan, dan buku gambar ini adalah tempat kalian merajut cita-cita.”
Menjadi Anak Hebat
Selain mendorong semangat belajar, Pastor Paroki juga mengajak anak-anak untuk menjadi pribadi yang membawa kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar Yesus pada sampul buku, menurutnya, harus menjadi pengingat untuk selalu hidup dalam kebaikan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. “Jadilah anak-anak Olilit Barat yang rendah hati, suka menolong teman, tidak suka bertengkar, dan selalu menghormati orang tua serta guru.”
Di akhir pesannya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak seluruh anak untuk terus bertumbuh menjadi generasi yang beriman, antusias, dan tekun dalam belajar maupun berdoa. “Tetaplah menjadi anak yang HEBAT, Hidup Beriman, Antusias, dan Tekun. Tuhan Yesus memberkati setiap langkah, pelajaran, dan cita-cita kalian semua. Amin!”
Momentum sederhana di penghujung Novena Hati Kudus Yesus itu tidak hanya meninggalkan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga menegaskan bahwa kesetiaan yang ditanam sejak dini akan selalu menemukan jalannya untuk berbuah berkat, harapan, dan masa depan yang lebih baik.(jk)





