Sambutan Hangat di Bandara Frans Kaisiepo
Paulus Lartmase| Penulis
–
BIAK – SUARA ANAK NEGERI.COM| Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti ruang VIP Bandara Bandara Frans Kaisiepo, Selasa (12/5/2026), saat Uskup Keuskupan Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kabupaten Biak Numfor sejak ditahbiskan sebagai uskup pada 14 Mei 2025.
Kedatangan gembala umat Katolik Papua itu disambut penuh penghormatan oleh unsur pemerintah daerah, tokoh gereja, aparat keamanan, serta umat Katolik dari berbagai paroki di Biak.
Staf Ahli Bupati Biak Numfor, Fransisco Olla bersama Wakil Ketua DPRK Biak Numfor, Noak Krey, menyambut langsung kedatangan Mgr. Bernardus dengan pengalungan bunga sebagai simbol sukacita dan penghormatan.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Pastor Paroki Santa Maria Biak, Sebastianus Ture Liwu, Pastor Paroki Kerahiman Ilahi Biak, Agustinus Tri Winarno, Ketua YPPK Biak Numfor, Bernardus Beda Kedang, para suster dari berbagai kongregasi, pengurus Dewan Paroki Santa Maria dan Paroki Kerahiman Ilahi, serta umat Katolik yang tampak antusias memenuhi area penyambutan.
Kehadiran TNI-Polri Warnai Nuansa Persaudaraan
Momentum kedatangan Uskup Timika itu juga mendapat perhatian dari unsur keamanan. Tampak hadir Dankompi Brimob Biak, AKP Stefen Sabon, yang turut memberikan penghormatan kepada Mgr. Bernardus.
Kehadiran unsur TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat memperlihatkan kuatnya nilai persaudaraan lintas institusi di Kabupaten Biak Numfor. Penyambutan itu tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga simbol harmonisasi sosial di Tanah Papua.
Pemerintah Tegaskan Komitmen dan Sinergi
Dalam keterangannya kepada awak media, Fransisco Olla menjelaskan bahwa ketidakhadiran Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah Biak Numfor disebabkan agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.
Namun demikian, kata dia, komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak keuskupan tetap berjalan intensif, termasuk agenda jamuan makan malam bersama Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
“Bagi kami tidak ada masalah dan itu merupakan hal yang sangat biasa. Tetapi secara intens kami telah berkomunikasi dengan Wakil Bupati. Bahkan bapak Wakil Bupati juga sempat berkomunikasi untuk meminta makan malam nanti malam bersama dengan Bapak Uskup,” ujar Fransisco Olla.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan Gereja Katolik di Biak Numfor melalui Paroki Kerahiman Ilahi dan Paroki Santa Maria.
“Selaku perwakilan pemerintah daerah dan juga Paroki Kerahiman Ilahi dan Santa Maria ini bisa bersinergi, bisa berkolaborasi terkait dengan komunikasi-komunikasi dan koordinasi-koordinasi yang membangun dengan pemerintah daerah,” katanya.
Kesan Pertama Sang Uskup: “Biak Itu Luar Biasa”
Sementara itu, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah daerah, para pastor, suster, umat Katolik, serta seluruh masyarakat Biak Numfor.
“Pertama-tama terima kasih karena perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor oleh Staf Ahli Bupati dan Wakil Ketua DPRK Biak Numfor telah menerima kami di sini dengan baik. Terima kasih banyak,” ujar Uskup Bernardus.
Uskup asal Papua itu mengaku selama ini hanya mengenal Biak sebagai tempat transit penerbangan. Karena itu, kedatangannya kali ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan.
“Kesan pertama karena saya baru pertama juga ke sini. Baru pertama kali injak kaki di sini. Selama ini hanya lewat-lewat saja, lewat bandara saja dengan pesawat transit,” tuturnya sambil tersenyum.
Meski baru pertama kali berada di Pulau Biak, kesan mendalam langsung dirasakan oleh Mgr. Bernardus. Dengan penuh antusias ia menyebut Biak sebagai daerah yang luar biasa dan memiliki sejarah besar bagi perjalanan Tanah Papua.
“Luar biasa. Ya, luar biasa karena Biak ini menghasilkan banyak tokoh-tokoh pejuang untuk tanah Papua,” ungkapnya.
Momentum Persaudaraan dan Harapan Baru
Mgr. Bernardus berharap selama berada di Biak dirinya dapat melihat lebih dekat jejak sejarah perjuangan masyarakat Biak yang selama ini dikenal memiliki kontribusi penting bagi Papua.
Kehadiran Uskup Timika di Negeri Biak menjadi momentum mempererat relasi antara Gereja Katolik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sipil. Sambutan hangat di Bandara Frans Kaisiepo bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan gambaran hidupnya nilai persaudaraan, penghormatan, dan kolaborasi di tengah masyarakat Biak Numfor.



