Sabtu, 25 April 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Bupati Resmikan Gedung Mess GKI Amazing Grace Hotel Biak: Wujud Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan dalam Pelayanan Publik

Yohanis Rumaropen| Penulis

SUARA ANAK NEGERI | BIAK NUMFOR, 24 April 2026 – Bupati Biak Numfor secara resmi meresmikan Gedung Mess GKI di Tanah Papua, yang kini dikenal sebagai Amazing Grace Hotel Biak, pada Jumat (24/4). Peresmian tersebut menandai babak baru dalam sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat infrastruktur pelayanan spiritual dan sosial di wilayah Teluk Cenderawasih.

Baca juga: DPR Papua Salurkan Bantuan Pertanian ke Kampung Sambafuar dan Suneri: Dorong Ketahanan Pangan Lokal dan Ekonomi Berbasis Keluarga Tani

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk Ketua Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua beserta jajaran, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, TNI/Polri, Ketua TP PKK, Plt. Sekretaris Daerah, pimpinan BUMN/BUMD, panitia pembangunan, serta tokoh agama, adat, masyarakat, dan jemaat GKI.

Mengawali sambutan dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati menekankan bahwa kehadiran gedung dua lantai ini bukan semata-mata proyek fisik, melainkan manifestasi komitmen bersama dalam mendukung Tri Panggilan Gereja: bersekutu, bersaksi, dan melayani.

Baca juga: Peringatan Hari Pattimura ke-209: Integrasi Budaya Maluku-Biak melalui Olahraga, Seni, dan Pengabdian Sosial

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sinode GKI di Tanah Papua dan seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga fasilitas ini dapat diselesaikan,” ujar Bupati.

Pembangunan Mess GKI sempat mengalami penundaan, namun Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan kelanjutannya melalui Dana Hibah Otonomi Khusus (APBD), sebagai bentuk pengakuan bahwa lembaga keagamaan merupakan mitra strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya. Pendekatan ini selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, yang menempatkan nilai-nilai spiritual dan keagamaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Gedung yang kini beroperasi sebagai Amazing Grace Hotel Biak dirancang tidak hanya sebagai tempat menginap bagi para hamba Tuhan, jemaat, atau pelayan gereja dari berbagai daerah, tetapi juga sebagai fasilitas publik yang representatif bagi masyarakat umum dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Biak. Dengan demikian, bangunan ini memiliki fungsi ganda: sebagai sarana pelayanan gerejawi sekaligus pendukung ekosistem pariwisata lokal.

Dalam penutup sambutannya, Bupati menekankan pentingnya manajemen pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, serta komitmen kolektif untuk merawat dan menjaga aset tersebut agar berdaya guna jangka panjang. Ia menyebut gedung ini sebagai “spirit baru” bagi GKI di Tanah Papua untuk terus menjadi terang dan saksi Kristus di tengah masyarakat.

“Mari kita jadikan tempat ini sebagai pusat berkat—bukan hanya bagi jemaat, tetapi bagi seluruh warga Biak Numfor,” pesannya.

Dengan memohon restu Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja yang Agung, Bupati secara resmi menyatakan Gedung Mess GKI Amazing Grace Hotel Biak diresmikan dan siap beroperasi penuh.

Kategori:
Tags:

Terkini