Senin, 11 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Gelar Pelatihan Menulis 3000 Puisi, Eka Teresia Bakar Semangat Literasi Guru dan Siswa

Paulus Laratmase| Penulis

PADANG –SUARA ANAK NEGERI| Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, semangat literasi tanah air kembali membara. Melalui gerakan “3000 Puisi Untuk Guru”, sebuah pelatihan menulis puisi skala besar digelar secara daring pada Sabtu malam (9/5). Acara yang berlangsung via Zoom ini menghadirkan tokoh literasi internasional asal Sumatera Barat, Eka Teresia, S.Pd., M.M., sebagai narasumber utama.

Baca juga: Sidang Pleno XV Dewan Adat Byak Tetapkan 8 Penetapan Strategis, Perkuat Otoritas sebagai Lembaga Supri Manggun

Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 700 peserta dari berbagai penjuru daerah Nusantara bahkan dari luar Indonesia ,Qatar, Malaysia dan Singapura ini berjalan khidmat dan penuh antusiasme.

Ketua Sipp Publishing, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Eka Teresia yang telah membagikan kiat-kiat jitu menciptakan bait puisi yang segar, bermakna, dan mampu menyentuh hati pembaca.

Baca juga: Mengikhlaskan Soeharto?

Dalam paparannya, Eka Teresia yang dikenal sebagai Guru Berprestasi Literasi Nasional sekaligus Ketua Penyala Literasi Semesta (PLS) Sumatera Barat, menekankan bahwa menulis tidak harus menunggu datangnya inspirasi.

“Tulis saja apa yang kita rasakan. Tanpa kita sadari, bait demi bait kata yang kita rangkai akan menjelma menjadi syair yang indah. Kuncinya adalah proses latihan yang konsisten dan ketekunan dalam membaca,” ujar Eka di hadapan ratusan peserta.

Sosok yang juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Media Negeri News ini turut berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan kariernya. Meski tidak memiliki latar belakang jurnalistik formal, ia berhasil mendapat kepercayaan dari tokoh media asal Biak, Papua, Paulus Laratmase. Menurutnya, kepercayaan dan kesuksesan bisa datang dari mana saja asalkan dibarengi dengan kerja keras.

Eka membuktikan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukan penghalang untuk menembus panggung internasional. Ia berharap sekolah sebagai institusi pendidikan mampu terus mengasah kemampuan literasi anak didik secara kolektif.

“Literasi adalah tanggung jawab semua komponen sekolah, bukan hanya guru tertentu atau tim literasi saja,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, karya peserta yang lolos kurasi nantinya akan dibukukan dalam sebuah antologi besar. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan total hadiah jutaan rupiah bagi enam penulis puisi terbaik. Gerakan ini diharapkan menjadi kado terindah bagi dunia pendidikan Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa literasi adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa.(*)

Kategori:
Tags:

Terkini