Oleh: joko
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar | Senin, 13 Juli 2026 – Malam itu, Pelabuhan Penyeberangan Saumlaki dipenuhi suasana yang berbeda. Di tengah semilir angin laut, masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai unsur Forkopimda berkumpul menyambut pelayaran perdana KMP Temi, kapal penyeberangan yang diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Penyambutan kapal diawali dengan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang datang ke bumi Duan Lolat.
Baca juga: KMP Temi Dinanti, Harapan Baru Transportasi Laut Tanimbar
Tradisi doa adat dilanjutkan dengan pengalungan syal tenun khas Tanimbar kepada kapten kapal beserta seluruh awak kapal.
Sebagai tanda persahabatan dan kerja sama, pihak KMP Temi menyerahkan cenderamata kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang diterima langsung oleh Bupati Ricky Jauwerissa.

Baca juga: Tanimbar Mematangkan Langkah Menuju Sejarah Blok Masela
Transportasi Murah untuk Menghubungkan Kepulauan
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa mengatakan kehadiran KMP Temi diharapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses transportasi laut yang lebih mudah dan terjangkau.
Menurutnya, kapal tersebut membuka jalur baru yang menghubungkan Tual, Saumlaki hingga wilayah-wilayah di Kecamatan Wuarlabobar, Kecamatan Wermaktian, Kecamatan Tanimbar Utara, serta kawasan pesisir lainnya yang selama ini masih menghadapi keterbatasan transportasi.
“Dengan hadirnya KMP Temi ini kami berharap dampaknya sangat besar. Masyarakat Tanimbar yang berada di Tual maupun Saumlaki kini bisa menggunakan jasa angkutan laut dengan tarif yang terjangkau. Ini menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah kecamatan dan desa-desa yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih murah,” ujar Ricky Jauwerissa.
Ia menjelaskan, pada tahap awal KMP Temi dijadwalkan melayani rute penyeberangan dua minggu sekali atau dua kali dalam sebulan. Pemerintah daerah berharap frekuensi pelayaran dapat terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, Bupati menilai keberadaan kapal tersebut juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama menjelang dimulainya aktivitas investasi di Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
“Semoga masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran kapal ini untuk mengembangkan ekonomi. Hasil pertanian, perikanan maupun produk lokal dari desa-desa bisa dipasarkan ke daerah lain,” katanya.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry atas dukungan sehingga KMP Temi dapat mulai melayani masyarakat Kepulauan Tanimbar.

Perjuangan Hampir Setahun Membuka Jalur Penyeberangan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Agustinus Songupnuan, mengungkapkan bahwa hadirnya KMP Temi merupakan hasil perjuangan yang cukup panjang.
Menurutnya, setelah dilantik, Bupati Ricky Jauwerissa langsung meminta Dinas Perhubungan mencari solusi terhadap minimnya layanan transportasi laut di wilayah barat Pulau Yamdena.
“Ini berawal dari permintaan Pak Bupati yang melihat kondisi transportasi laut di wilayah barat Pulau Yamdena masih sangat terbatas. Kami kemudian menyurati ASDP dan memohon dukungan agar dibuka jalur penyeberangan yang mampu melayani masyarakat dengan biaya yang murah dan terjangkau,” ungkap Agustinus.
Ia menjelaskan, proses tersebut berlangsung hampir satu tahun hingga akhirnya mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang memberikan subsidi operasional.
Dengan subsidi tersebut, masyarakat kini dapat menikmati layanan penyeberangan yang lebih mudah tanpa harus menempuh jalur alternatif yang selama ini membutuhkan biaya lebih tinggi.

DPRD: Kesempatan Baru bagi Petani dan Nelayan
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Laurens Anggito menilai kehadiran KMP Temi akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kepulauan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, PT ASDP Indonesia Ferry, kapten kapal, dan seluruh awak kapal atas terealisasinya jalur penyeberangan tersebut.
“Dengan hadirnya KMP Temi ini sangat berguna bagi petani maupun nelayan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hasil kebun dan hasil tangkapan ikan dapat dipasarkan ke Tual, bahkan berpeluang menjangkau Kepulauan Aru maupun Papua,” ujarnya.
Laurens juga mengajak masyarakat sebagai pengguna jasa penyeberangan untuk menjaga kebersihan kapal sehingga pelayanan dapat berlangsung dengan baik dan berkelanjutan.

Doa Menjadi Awal Sebuah Harapan
Rangkaian penyambutan ditutup dengan doa syukur yang dipimpin Pdt. Z. J. Slarmanat, S.Th. – Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Tanimbar Selatan.
Dalam doanya, ia memohon penyertaan Tuhan bagi seluruh awak kapal, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat agar pelayanan KMP Temi menjadi sarana berkat bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.
Doa tersebut juga menjadi simbol harapan agar pelayaran berlangsung aman, seluruh kru diberikan kesehatan, dan transportasi laut mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Masyarakat Menyambut dengan Optimisme
Harapan yang sama datang dari masyarakat. Salah seorang pengguna jasa angkutan laut, Ivan Ratuanak, warga Desa Seira, Kecamatan Wermaktian, mengaku kehadiran KMP Temi sangat dinantikan masyarakat.
Sebagai pekerja distribusi barang perusahaan swasta dari Pulau Jawa, ia merasakan langsung tingginya biaya transportasi menuju wilayah Seira selama ini.
“KMP Temi ini sangat membantu masyarakat yang ada di desa-desa, khususnya di Seira. Selama ini ongkos menuju Seira cukup mahal. Dengan adanya kapal ini masyarakat sangat terbantu,” katanya.
Ivan berharap pelayanan KMP Temi dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga menjadi sarana transportasi laut yang benar-benar mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.
“Harapan saya semoga KMP Temi berjalan dengan baik, lancar selalu, dan tidak mengalami kendala operasional sehingga terus melayani masyarakat Kepulauan Tanimbar,” tutupnya.





