Anto Narasoma
–
stasiun kata-kata itu ada di telingamu
Baca juga: WAYAH AWAN
tapi nanti dulu
karena diksi yang kau aduk dengan beragam ide dan gagasan, terdengar merdu dalam ungkapan puisi
radio ini memang sahabat akrab
yang mengelola citraan dalam bentuk sajak kemarin
Baca juga: NUYANG JAIMEE: Doa & Rindu Lima Nama di Selat Sunda
bukalah halaman terakhir, katamu
tiap sajak mengeluarkan suara pelantun kata-kata
maka,
biarkan ia menafsirkan isi puisi yang kemarin melenggang-lenggok dalam sastra
karena radio
dan pengelolaan ide dalam ruang udara kata-kata;
akan menjadi sastra yang membelah keangkuhan sebusuk hawa koruptor
18 September 2026


