Minggu, 23 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Spiritualitas Karya

Secangkir Kopi Cak Mus – 23.08.26

Oleh Yudi Latif

Baca juga: Jumat Aksi Seni FPS-TIM Gelar “Tumpeng Kemerdekaan” di TIM

Ada tangan yang bekerja,
namun sesungguhnya ada jiwa
yang sedang menyalakan seberkas cahaya
di ruang-ruang gelap yang tak bernama.

Kita mengira sedang menulis,
melukis, membangun, mencipta—
padahal mungkin semesta
sedang menitipkan sebuah suara
melalui tubuh kita.

Maka biarlah karya
lahir bukan dari haus akan pujian,
melainkan dari sumur yang dalam,
tempat sunyi, doa, dan kerinduan
bertemu tanpa suara.

Baca juga: Pesona Tenun Tanimbar Curi Perhatian di HUT ke-81 Maluku, Busana Adat Bumi Duan Lolat Tampil Memukau

Sebab tak semua benih
ditakdirkan melihat musim panen.
Ada yang tumbuh menjadi teduh
bagi pejalan yang tak pernah kita kenal,
ada yang gugur di tanah
dan menjadi kesuburan bagi kehidupan lain.

Jangan takut bila namamu
tak tertulis di dinding zaman.
Bukankah angin tak pernah meminta
daun mengingat dari mana ia datang?

Kerjakan saja dengan seluruh cinta,
seperti sungai yang menyerahkan dirinya
kepada laut tanpa menagih nama.
Seperti matahari yang setiap pagi
membakar dirinya sendiri
agar dunia memiliki terang.

Sebab karya yang sejati
barangkali bukan yang paling tinggi menjulang,
melainkan yang paling dalam berakar—
yang setelah selesai diciptakan
masih menyisakan cahaya
di dalam hati orang lain.

Dan bila suatu hari
tangan kita tak lagi sanggup mencipta,
semoga yang tertinggal bukan hanya karya,
melainkan jejak keheningan
yang pernah kita tanam:

bahwa kita pernah hadir,
pernah mencintai kehidupan,
dan melalui apa pun yang kita kerjakan,
pernah mencoba
mengembalikan sedikit cahaya
kepada dunia.

Kategori:
Tags:

Terkini