Jumat, 31 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Ketika Matematika Menjadi Menyenangkan: Mahasiswa UNCEN Hadirkan Pameran Alat Peraga yang Memikat Pelajar Biak Timur

Laporan Paulus Laratmase

BIAK TIMUR – SUARA ANAK NEGERI | Angka-angka yang selama ini dianggap rumit mendadak berubah menjadi permainan yang menyenangkan. Di tangan mahasiswa Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, matematika tidak lagi deretan rumus di papan tulis, melainkan ilmu yang dapat disentuh, dimainkan, dan dipahami melalui berbagai alat peraga edukatif.

Baca juga: URI: Ambisi Membangun Universitas Baru atau Momentum Membenahi Pendidikan Tinggi?

Semangat itulah yang mewarnai Pameran Alat Peraga Matematika yang digelar di Distrik Biak Timur, Sabtu (31/7).

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa UNCEN ini menjadi ruang belajar yang berbeda bagi siswa-siswi dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Baca juga: SAWO MATENG

Sejumlah sekolah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya SMP Negeri 6 Biak Timur, SMP Negeri 5 Sauri, SMP Inpres Prima Jaya, SD Negeri Bosnik, SD YPK Bosnik, SMP Negeri 1 Biak Timur, serta SMK Negeri 1 Biak Timur. Selama satu hari penuh, para peserta diajak mengenal konsep-konsep matematika melalui media pembelajaran yang kreatif, sederhana, dan mudah dipahami.

Hadir sebagai pendamping dari SMK Negeri 1 Biak Timur, Eliza Wellem Rawar, S.Pd., bersama Isak Boseren, S.A.N., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Keduanya hadir mewakili sekolah atas penugasan dari kepala sekolah.

Menurut Eliza, pendekatan pembelajaran menggunakan alat peraga memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional.

“Tadi kami melihat sendiri bagaimana anak-anak begitu cepat memahami konsep perkalian dan pembagian melalui alat peraga. Mereka terlihat antusias, tidak takut lagi dengan matematika. Cara seperti ini membuat belajar menjadi lebih mudah, lebih cepat, sekaligus menyenangkan,” ujarnya.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Graviola, siswi kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Biak Timur. Dalam sesi demonstrasi, ia mampu menjawab berbagai soal hitungan sederhana secara spontan, mulai dari operasi penjumlahan, pengurangan hingga perkalian. Kepercayaan dirinya menjadi gambaran bahwa metode pembelajaran interaktif mampu menumbuhkan keberanian sekaligus meningkatkan pemahaman siswa.

Pameran ini selain memperkenalkan alat peraga, tetapi juga menghadirkan cara pandang baru bahwa matematika bukanlah pelajaran yang harus ditakuti. Ketika teori dipadukan dengan praktik, angka-angka yang selama ini terasa rumit berubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kehadiran mahasiswa Universitas Cenderawasih di Biak Timur menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang nyata.

Dari ruang pameran sederhana itu lahir harapan bahwa kualitas pembelajaran matematika di Papua akan terus bertumbuh, melahirkan generasi yang tidak hanya mampu berhitung, tetapi juga berani berpikir logis, kreatif, dan inovatif.

 

Kategori:
Tags:

Terkini