Sabtu, 15 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu Menyemai Benih Vokasi di Hati Anak-Anak

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Pagi itu, suasana di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat terasa berbeda. Di antara lantunan doa dan kesyahduan perayaan Ekaristi, terselip sebuah peristiwa sederhana yang menyentuh hati banyak umat. Bukan tentang kemegahan sebuah acara, melainkan tentang perhatian seorang gembala kepada anak-anak yang sedang bertumbuh dalam iman.

Selasa, 9 Juni 2026, Pastor Paroki HKY Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan apresiasi kepada sejumlah anak yang terlibat aktif dalam pelayanan Gereja. Apresiasi tersebut berupa buku tulis, buku gambar, serta bantuan transportasi sekolah.

Namun bagi umat yang hadir, nilai dari pemberian itu jauh melampaui bentuk materi yang terlihat. Di balik hadiah sederhana itu tersimpan pesan yang kuat: Gereja sedang menanam benih panggilan dan menumbuhkan harapan bagi generasi masa depan.

Baca juga: Pastor Pius Heljanan MSC Serukan Persatuan dalam Ekaristi

Momentum tersebut menjadi semakin bermakna ketika dua anak, Jordan Futwenbun dan Alfaro Fransiskus Fanumbi, dengan penuh keyakinan mengungkapkan cita-cita mereka untuk menjadi imam.

Jordan Futwenbun, siswa kelas V SD Naskat Don Bosco 3 Saumlaki yang bertugas sebagai lektor dalam perayaan pagi itu, mengaku merasakan pengalaman rohani yang sulit dilupakan. “Saya sangat senang dan bangga sekali pagi ini. Membaca Kitab Suci sebagai Lektor di depan Pastor dan umat membuat jantung saya berdegup kencang, tapi saya tahu Tuhan Yesus menemani saya,” ungkap Jordan.

Dengan polos namun penuh keyakinan, ia mengaku hadiah yang diterimanya bukan sekadar buku gambar dan buku tulis bergambar Tuhan Yesus. “Ini akan menjadi pengingat bagi saya untuk rajin belajar dan berdoa demi meraih cita-cita saya menjadi seorang Pastor yang melayani umat,” tuturnya.

Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Menjadi Roti yang Terpecah bagi Sesama

Kisah serupa datang dari Alfaro Fransiskus Fanumbi, siswa kelas IV SD Naskat Don Bosco 1 Olilit Barat yang bertugas melantunkan Mazmur Tanggapan dalam rangka Novena Santo Barnabas Rasul. “Menyanyikan Mazmur Tanggapan hari ini rasanya sangat spesial. Ketika Pastor memanggil kami dan memberikan apresiasi, saya merasa sangat dihargai,” katanya.

Bagi Alfaro, perhatian yang diberikan Pastor menjadi penyemangat untuk semakin mencintai pelayanan Gereja. “Janji saya kepada Pastor untuk menjadi pelayan altar dan kelak menjadi Pastor adalah janji yang tulus dari hati,” ujarnya.

Tidak hanya Jordan dan Alfaro. Dua saudara kandung, Mario dan Gloria Saikmat, yang bertugas sebagai misdinar utusan Rukun Santa Theresia, juga merasakan sukacita yang sama. “Sebagai kakak beradik, kami selalu saling menyemangati untuk bangun pagi dan melayani di altar sebagai Misdinar. Kami tidak mengharapkan apa-apa selain ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan di paroki kita,” ungkap keduanya.

Bantuan transportasi yang diberikan Pastor, menurut mereka, menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarga.
“Bantuan uang transportasi ke sekolah ini sangat berarti bagi kami dan meringankan beban orang tua kami,” tutur Mario dan Gloria.

Kebahagiaan itu turut dirasakan para orang tua. Mewakili keluarga anak-anak dari Rukun Santo Paulus dan Rukun Santa Theresia, mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian pastoral yang diberikan kepada generasi muda Gereja.
“Melihat anak-anak kami berani berdiri di mimbar, membaca Kitab Suci, melantunkan mazmur, dan melayani sebagai misdinar adalah sebuah kebahagiaan rohani yang tak ternilai harganya,” ungkap perwakilan orang tua.

Mereka juga mengaku terharu ketika mendengar anak-anak secara terbuka menyatakan keinginan untuk menjadi imam di masa depan. “Sebagai orang tua, kami berkomitmen menjaga benih panggilan ini di dalam rumah tangga dan terus mendukung pelayanan anak-anak di dalam Gereja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, RD Ponsianus Ongirwalu memberikan pesan yang mendalam kepada anak-anak, orang tua, dan seluruh umat yang hadir. “Kalian adalah garam dan terang kecil di paroki ini. Jangan pernah takut untuk melayani Tuhan. Janji yang kalian ucapkan pagi ini untuk menjadi Pastor dan pelayan Gereja adalah getaran Roh Kudus dalam jiwa kalian yang murni,” pesan RD Ponsianus Ongirwalu.

Ia mengajak anak-anak untuk terus tekun belajar, taat kepada orang tua, dan setia dalam doa.

Kepada para orang tua, Pastor Paroki menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama tumbuhnya panggilan hidup. “Panggilan itu tumbuh dari dalam keluarga. Saya mengajak para orang tua dan pengurus rukun untuk menjaga, menyiram, dan memupuk benih-benih baik yang ada pada anak-anak ini,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa dukungan sederhana yang diberikan hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya pemimpin-pemimpin Gereja di masa depan. “Ketika mereka rindu melayani, hantarlah mereka ke altar dengan sukacita. Dukungan kecil kita hari ini bisa menjadi penentu lahirnya gembala-gembala agung di masa depan,” tegasnya.

Peristiwa pagi itu mungkin berlangsung singkat. Namun bagi anak-anak yang menerimanya, para orang tua yang menyaksikannya, dan umat yang hadir di Gereja Hati Kudus Yesus Olilit Barat, momen tersebut menjadi pengingat bahwa panggilan besar sering kali bertumbuh dari perhatian-perhatian kecil yang diberikan dengan cinta.

Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Gereja tetap menemukan harapan pada wajah-wajah muda yang berani bermimpi, melayani, dan menyerahkan hidupnya bagi sesama. Dan pagi itu, melalui sentuhan pastoral RD Ponsianus Ongirwalu, benih-benih harapan itu kembali disemai.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini