Senin, 01 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Update Penanganan Ledakan UXO Biak: 5 Korban Dimakamkan, 3 Masih Hilang, Polresta Numfor Perketat Sterilisasi Zona Merah Ring 1

Penulis: Yohanis Rumaropen

BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 1 Juni 2026 — Tim Gabungan Penanggulangan Bencana dan Keamanan di Kabupaten Biak Numfor terus mengintensifkan operasi pencarian dan evakuasi pasca-ledakan dahsyat yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.45 WIT. Dalam konferensi pers malam hari, Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., merilis update terkini bahwa lima korban meninggal dunia telah dimakamkan, sementara tiga korban lainnya masih dalam status hilang dan diperkirakan tertimbun puing atau terbawa arus ke area perairan.

Baca juga: Harmoni dalam Keberagaman: Bupati Biak Numfor Diberi Gelar Kehormatan “Den Mas” di HUT ke-19 Paguyuban Warga Jawa Timur

Insiden yang diduga berasal dari aktivasi UXO (Unexploded Ordnance) atau bom sisa peninggalan Perang Dunia II ini memicu respons cepat dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan Pemerintah Daerah. Hingga Senin (1/6/2026) malam, fokus operasional dibagi menjadi dua zona kritis: Ring 1 (zona sumber ledakan yang belum steril) dan Ring 2 (area penyangga dan perairan tempat pencarian korban difokuskan).

Protokol Sterilisasi Zona Merah dan Kendala Operasional

AKBP Ari Trestiawan menjelaskan bahwa Ring 1, yang merupakan titik episentrum ledakan, masih dinyatakan sebagai zona bahaya tinggi akibat potensi adanya UXO lain yang belum terdeteksi. Oleh karena itu, akses ke area ini dibatasi ketat, bahkan bagi aparat gabungan, hingga tim JIBOM (Jihad Bom) dan Puslabfor Polda Papua menyelesaikan proses sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: Ledakan Diduga Bom UXO Perang Dunia II Guncang Biak, 5 Meninggal dan 3 Hilang: Kapolres Biak Numfor Konfirmasi Proses Pengamanan dan Olah TKP Berlangsung Intensif

“Area Ring 1 masih belum aman atau dinyatakan belum steril. Sehingga pencarian kita fokuskan di Ring 2, yaitu area perairan dan pantai. Untuk Ring 1, JIBOM besok akan melaksanakan penyisiran secara metodis,” ujar Kapolres Biak Numfor.

Kendala operasional seperti pasang surut air laut dan keterbatasan visibilitas malam hari sempat menghambat proses evakuasi di area pesisir. Namun, tim Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan tubuh yang akan diserahkan ke tim identifikasi forensik (Inafis dan Puslabfor) untuk proses DNA dan rekonstruksi korban.

Penemuan dan Netralisasi Ancaman Sekunder

Dalam proses penyisiran awal, tim gabungan yang diperkuat oleh Brimob Polda Papua berhasil mengamankan sejumlah objek mencurigakan yang berpotensi sebagai ancaman sekunder. Temuan tersebut meliputi:

1. Dua proyektil yang telah diambil amunisinya dengan karakteristik bekas gerinda.

2. Satu granat tangan tipe “nanas” yang telah dimodifikasi.

Objek-objek berbahaya tersebut telah menjalani proses disposal (pemusnahan terkendali) pada pukul 18.00 WIT. Satu granat modifikasi lainnya yang ditemukan di area perairan dijadwalkan untuk dinetralkan pada siang hari ini mengingat kondisi pasang air laut semalam.

Data Korban dan Penanganan Pengungsi

Hingga rilis terbaru, data korban tercatat sebagai berikut:

* Meninggal Dunia: 5 orang (telah dimakamkan di TPU Sorido).

* Hilang: 3 orang (fokus pencarian di Ring 2).

* Luka-Luka: 18 orang (2 orang masih dirawat intensif di RSUD Biak, selebihnya rawat jalan).

* Pengungsi: 56 jiwa, terdiri dari 43 dewasa dan 13 balita.

Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, melalui Sekretaris Daerah dan dinas teknis (Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Dinas Sosial), telah membentuk posko terpadu untuk menangani pengungsi. Imbauan diberikan kepada keluarga korban untuk sementara tidak menempati rumah di zona terdampak hingga proses sterilisasi lokasi selesai.

Sinergi Lintas Sektor dan Mitigasi Jangka Panjang

Kapolres Biak Numfor menekankan pentingnya koordinasi sinergis antara Polri, TNI (Danlanal, Dandim), Basarnas, dan Pemerintah Daerah. Tim JIBOM akan tetap bertahan di Biak hingga proses sterilisasi total selesai, sementara tim forensik dari Polda Papua tiba untuk mendukung identifikasi korban.

Pemerintah daerah siap membackup kebutuhan masyarakat. Kondisi lokasi masih disterilkan, sehingga terkait rumah-rumah, nanti dari Dinas Perumahan setelah semua selesai baru kami masuk untuk evaluasi lebih lanjut,” jelas Sekda Biak Numfor dalam keterangan terpisah.

Insiden ini kembali mengingatkan akan bahaya laten UXO di wilayah Biak yang merupakan bekas medan pertempuran Pasifik. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area Ring 1 dan melaporkan setiap temuan objek mencurigakan kepada pihak berwenang demi mencegah jatuhnya korban susulan.

Kategori:
Tags:

Terkini