Minggu, 19 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Sukacita Mengalir dari Langkah Iman: Launching Pesta Nama Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak Resmi Dimulai

Laporan Paulus Laratmase

Biak, 18 Juli 2026 – Sejak fajar mulai menyingsing di ufuk timur Pulau Biak, halaman Gereja Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga telah dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita. Anak-anak, kaum muda, orang tua, hingga para lansia datang dengan semangat yang sama: mengawali rangkaian Pesta Nama Pelindung Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga yang puncaknya akan dirayakan pada 15 Agustus 2026.

Baca juga: PRESTASI NON AKADEMIK PELAJAR KITA, MASIH KURANG PERHATIAN

Launching pesta nama yang dimulai sejak pukul 05.30 WIT itu berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Seluruh umat mengikuti jalan santai sebagai simbol perjalanan iman bersama. Dari halaman Gereja Santa Maria, rombongan umat menyusuri Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, Jalan Selat Sunda, kembali melalui Jalan Pramuka, melintasi Jalan Ahmad Yani, hingga tiba kembali di Gereja Santa Maria yang beralamat di Jalan Prof. Moh. Yamin Nomor 1, Biak.

Di sepanjang perjalanan, canda dan sapaan hangat mengiringi langkah kaki umat. Tidak sekadar berjalan, mereka sedang menapaki sebuah ziarah iman yang menyatukan hati dalam semangat persaudaraan.

Setelah jalan santai, suasana semakin semarak dengan senam bersama yang dipandu Sonya Bali. Berbagai atraksi, permainan, dan lomba-lomba sederhana turut menghidupkan kebersamaan. Kehangatan semakin terasa ketika panitia menyediakan aneka kuliner yang dapat dinikmati seluruh umat dalam suasana kekeluargaan.

Baca juga: Di Balik Seragam Loreng, Ada Kepedulian yang Tak Pernah Padam

Pastor Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, Pastor Sebastianus Ture Liwu, Pr, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya launching pesta nama yang berlangsung dengan tertib, penuh kegembiraan, dan mendapat antusiasme luar biasa dari umat.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah momentum untuk membangkitkan kembali semangat hidup menggereja.

“Launching pesta nama ini dilaksanakan dengan penuh sukacita. Melalui jalan santai, perlombaan, dan berbagai kegiatan kebersamaan, saya berharap semakin tumbuh iman umat serta semangat pelayanan, baik di dalam keluarga, di tengah Gereja, maupun di masyarakat tempat mereka berkarya,” ungkap Pastor Sebastianus.

Lebih jauh, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan menjelang pesta nama mampu mempererat tali persaudaraan di antara umat, membangun kekompakan, serta menyatukan hati dan pikiran dalam semangat kasih Kristus.

Pastor Sebastianus juga mengajak seluruh umat menjadikan Bunda Maria sebagai teladan hidup yang senantiasa taat kepada kehendak Allah.

“Bunda Maria mengajarkan kepada kita tentang iman yang teguh dan kasih yang nyata. Ia menjadi pembawa kabar sukacita ketika mengunjungi Elisabet. Semangat itulah yang hendaknya kita hidupi, menjadi pembawa damai, sukacita, dan harapan bagi sesama,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Pastor Sebastianus mengingatkan bahwa kehidupan seorang beriman juga tidak pernah lepas dari salib kehidupan. Sebagaimana Bunda Maria setia mendampingi Putranya hingga ke puncak Golgota, demikian pula setiap orang dipanggil untuk tetap teguh dalam iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.

“Kita diajak untuk tetap setia memikul salib kehidupan dengan penuh pengharapan. Tetap tekun dalam doa, menghidupi devosi kepada Bunda Maria, serta melayani dengan semangat gotong royong dan kasih yang tulus,” pesannya.

Launching ini menjadi pintu pembuka seluruh rangkaian kegiatan menuju pesta nama pelindung paroki. Dalam beberapa pekan ke depan akan digelar berbagai kegiatan rohani, sosial, dan kebersamaan yang melibatkan seluruh lingkungan dan kelompok kategorial di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak.

Seluruh umat berharap agar setiap tahapan persiapan dapat berlangsung dengan baik hingga mencapai puncak perayaan pada 15 Agustus 2026, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan melalui teladan Bunda Maria yang senantiasa setia, rendah hati, dan penuh kasih.

Lebih dari sekadar sebuah perayaan tahunan, pesta nama pelindung menjadi panggilan bagi seluruh umat untuk memperbarui komitmen hidup sebagai murid-murid Kristus. Sebab sebagaimana Bunda Maria mengajarkan, iman tidak hanya diucapkan dalam doa, tetapi diwujudkan dalam pelayanan, persaudaraan, dan kasih yang nyata kepada sesama.

 

Kategori:
Tags:

Terkini