Situbondo, Suara Anak Negeri – Langit pada hari Minggu biru nan cerah. Secerah Mnggu pagi yang datang tidak dengan riuh. Ia datang seperti wirid yang dibaca bersama pelan-pelan di dalam hati masing-masing jamaah.
Sejak subuh, jalan-jalan raya sudah basah oleh langkah. Sarung putih, kopiah hitam, mukena-mukena warna pastel mengalir ke satu arah: ke kompleks pondok tempat para Masyayikh dulu menanam ilmu. Udara Situbondo masih dingin, tapi aroma kopi tubruk dan asap kemenyan sudah lebih dulu menyapa di gerbang.
Di pelataran, tenda biru terbentang panjang. Di dalamnya karpet digelar rapi, bersambung dari serambi sampai ke halaman belakang. Anak-anak santri mondar-mandir membawa air mineral dan buku yasin yang sampulnya sudah menguning karena sering dipegang. Para kiai duduk bersila di panggung kehormatan, sorbannya menjuntai, wajahnya teduh seperti orang yang sudah lama berdamai dengan waktu.
Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Kota Situbondo sejak pukul 06.00 wib, Minggu pagi, 19 Juli 2026. Ribuan jamaah dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti acara keagamaan yang bertajuk “Haul Masyaikh Se-Indonesia” bersama Jamaah Sholawat Nariyah se-Nusantara
Sejak pukul 06.00 WIB, area alun-alun sudah dipenuhi jamaah dengan membawa sajadah dan perlengkapan dzikir. Spanduk bertuliskan “Haul Masyaikh Se-Indonesia” terpasang di beberapa titik, menambah semarak acara keagamaan tahunan ini.
Acara inti diisi dengan pembacaan tahlil, yasin, istighotsah, dan sholawat nariyah secara berjamaah. Doa bersama dipanjatkan untuk para masyayikh, ulama, dan pendahulu yang telah berjasa dalam menyebarkan Islam di Nusantara, khususnya di wilayah Tapal Kuda.
Panitia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk ikatan batin antar santri dan pecinta sholawat di seluruh Indonesia. Melalui tagar #haulmasyayikh dan #ittisholana, dokumentasi acara juga ramai dibagikan di media sosial sepanjang pagi.
Selain dzikir dan doa, haul ini menjadi ajang silaturahmi para jamaah sholawat dari berbagai kota. Petugas keamanan dan relawan tampak berjaga untuk mengatur arus jamaah dan memastikan acara berjalan tertib.
Hingga siang, kegiatan masih berlangsung dengan lantunan sholawat yang menggema di pusat Kota Situbondo. Banyak jamaah berharap haul seperti ini terus digelar untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan mendoakan keberkahan bagi bangsa.
(Kontributor: Anies Septivirawan)





