Jumat, 04 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

ANGGUR BARU DI KANTONG BARU

JUMAT 4/9/2026
Pekan Biasa XXII (H)
– 1 Korintus 4:1-5
– Lukas 5:33-39

Kapitel MSC di Panti Samadi Tomohon – Manado, dengan tema anggur baru di kantong baru. Inspirasinya dari Injil hari ini: Lukas 5:33-39, bahwa lama dan baru tak dapat dicampur. Karena baru akan merusak lama dan baru pun menjadi tak berguna.

Sebenarnya, saya juga menjadi utusan MSC di Papua untuk ikut pertemuan itu, tetapi ketika kontrol kesehatan di Jakarta ternyata saya terjangkit TB Kelenjar Getah Bening, akhirnya harus berobat se-tahun dan tak bisa ikut pertemuannya.

Baca juga: TUHAN, PERGILAH DARI PADAKU KARENA AKU INI SEORANG BERDOSA

Intinya, kita tak bisa terus bertahan dengan pola-pola lama untuk melakukan sesuatu yang baru dengan jurus TAMBAL SULAM. Karena itu akan semakin mengaburkan bentuk asli dan merusak lebih parah dari sebelumnya.

Membaharui sesuatu itu bukan berarti meninggalkan yang lama. Juga bukan berarti buat hal baru yang tak ada hubungan dengan lama. Bukan begitu pengertiannya. Tetapi yang dimaksud adalah buat sesuatu yang baru tanpa meninggalkan hal baik dari yang lama. Itulah disebut: BERKELANJUTAN.

Saudari – saudara terkasih.
Yesus tidak meninggalkan tradisi Yahudi tetapi memberi cara hidup baru menurut hukum Yahudi. Puasa sebagai pemurnian diri menantikan Mesias, tetapi kalau Mesiasnya sudah ada bersama para murid maka para murid tak perlu berpuasa.

Baca juga: MANUSIA DUNIAWI DAN MANUSIA ROHANI

Perlu kita jujur bahwa kadang (entah sadar atau tidak), kita (termasuk saya) menjadi manusia TAMBAL SULAM. Hidup di dunia moderen, tapi berpikiran tradisional. Kita hidup di dunia di mana manusia berlomba produksi ini dan itu, tapi kita masih bertahan dengan pikiran konsumtif dan sejenisnya.

Ya, termasuk saya, tapi mungkin masih bisa dimengerti karena saya termasuk generasi tradisional yang masih sempat bertemu para moyang dan mendapat banyak nasehat dari mereka. Hanya saja agak menyedihkan bila mental tambal sulam atau mental konsumtif ini terjadi pada generasi moderen ini. Belum terlambat untuk bertobat perbaiki diri. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatslan
Friday, September 4, 2026

Kategori:
Tags:

Terkini