http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Suasana Minggu pagi, 31 Mei 2026, di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi momentum refleksi bagi umat untuk memahami kembali makna hidup dalam kasih dan persaudaraan.
Dalam renungannya, Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengajak umat meneladani kehidupan Allah Tritunggal yang menjadi sumber dan teladan persekutuan kasih yang sempurna.
Menurut Pastor Pius, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus bukanlah tiga Allah yang berbeda, melainkan satu Allah yang hidup dalam kesatuan kasih yang sempurna.
Baca juga: Brimob Maluku Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan di Tanimbar
Relasi kasih yang terjalin dalam Allah Tritunggal menjadi dasar bagi kehidupan setiap orang beriman untuk membangun hubungan yang sehat, penuh penghargaan, dan saling menguatkan dalam kehidupan bersama.
“Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia. Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus bukan tiga Allah, tetapi satu Allah yang hidup dalam kasih sempurna,” ungkap Pastor Pius Heljanan MSC dalam refleksinya yang berlandaskan Injil Yohanes 3:16-18.
Ia menegaskan bahwa hidup dalam persekutuan kasih merupakan identitas anak-anak Allah yang mengambil bagian dalam kehidupan Allah Tritunggal.
Baca juga: Sat Samapta Polres Tanimbar Intensifkan Patroli Malam di Titik Rawan
Persekutuan kasih itu diwujudkan melalui relasi yang baik, komunikasi yang terbuka, kerja sama, serta sikap saling menghargai satu sama lain.
Dalam kehidupan yang berakar pada kasih, tidak ada ruang bagi persaingan ego, perbedaan status, maupun keinginan untuk mencari pujian dan penghormatan bagi diri sendiri. “Dalam persekutuan kasih tidak ada persaingan ego, perbedaan status, mencari pujian dan penghormatan diri,” tutur Pastor Pius.
Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk menghadirkan nilai-nilai Allah Tritunggal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Panggilan itu diwujudkan melalui doa bersama, semangat persaudaraan, kerja sama, persekutuan yang erat, dan kesediaan untuk saling melayani.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang sering kali diwarnai perbedaan dan kepentingan pribadi, kasih menjadi fondasi utama untuk membangun kebersamaan yang harmonis dan bermartabat.
“Mari mewujudkan komunitas Tritunggal dalam hidup bersama melalui doa, persekutuan, persaudaraan, kerja sama dan saling melayani. Jadikan diri, keluarga serta komunitasmu cermin persekutuan Allah Tritunggal,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.
Pesan pastoral tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk tidak sekadar memahami ajaran iman sebagai pengetahuan, melainkan menghadirkannya dalam tindakan nyata.
Dengan demikian, keluarga, lingkungan, dan komunitas dapat menjadi ruang bertumbuhnya kasih, persaudaraan, serta pelayanan yang mencerminkan kehidupan Allah Tritunggal dalam keseharian.(jk)





