Trayek baru akan melayani tenaga kesehatan, pasien, pelajar, ASN, hingga masyarakat umum mulai pekan depan
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai mengoperasikan layanan angkutan umum menuju RSUD dr. P.P. Magretti Lauran hingga Desa Bomaki dan Desa Ingei, Kecamatan Tanimbar Selatan, mulai Senin mendatang.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung mobilitas tenaga kesehatan, pasien, pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat umum dengan tarif yang terjangkau.
Baca juga: Polsek Selaru Perkuat Pencegahan Kejahatan Lewat Patroli Humanis
Tindak Lanjut Arahan Bupati
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songupnuan, ST, mengatakan pembukaan trayek baru tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kepulauan Tanimbar setelah evaluasi pembangunan daerah pada awal tahun 2026.
“Pak Bupati meminta kami segera menyiapkan trayek yang dapat membantu masyarakat, terutama pasien, tenaga medis, anak sekolah, dan warga Bomaki yang membutuhkan transportasi dengan biaya yang lebih ringan,” kata Songupnuan saat meninjau RSUD dr. P.P. Magretti Lauran, Jumat (5/6/2026).
Untuk mendukung operasional layanan tersebut, Dinas Perhubungan telah menyiapkan dua armada yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kini telah diperbaiki.
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu Menabur Kasih
Armada yang akan dioperasikan terdiri atas satu unit bus berkapasitas sekitar 30 penumpang dan satu unit minibus berkapasitas sekitar 20 penumpang.
Layani Pasien, Tenaga Medis dan Pelajar
Menurut Songupnuan, layanan transportasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD dr. P.P. Magretti Lauran, tetapi juga melayani masyarakat yang bermukim di Desa Bomaki, kawasan rumah susun, perumahan pemerintah, serta para pelajar yang setiap hari beraktivitas menuju Saumlaki.
Berdasarkan hasil survei Dinas Perhubungan, ketersediaan angkutan umum pada rute Bomaki masih sangat terbatas. Akibatnya, sejumlah pelajar kerap mengalami keterlambatan karena kesulitan memperoleh transportasi.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Karena itu satu kebijakan ini sekaligus melayani tenaga medis, pasien rumah sakit, anak sekolah, ASN, dan masyarakat umum,” ujarnya.
Tarif Terjangkau
Pemerintah daerah menetapkan tarif sementara sebesar Rp4.000 per perjalanan bagi masyarakat umum. Rute pelayanan akan dimulai dari kawasan Tanimbar Raya di depan Pasar Ngrimase, melintasi sejumlah titik pemberhentian hingga Pasar Omele Sifnana, kawasan RSUD dr. P.P. Magretti Lauran, dan berakhir di Desa Bomaki.
Sementara itu, tarif khusus pelajar masih dalam tahap kajian dan berpotensi lebih rendah dibanding tarif umum. “Untuk anak sekolah masih kami hitung lagi. Bisa saja Rp3.000 atau lebih rendah agar tidak terlalu membebani orang tua,” kata Songupnuan.
Ringankan Beban Tenaga Kesehatan
Songupnuan menjelaskan salah satu alasan utama pembukaan trayek tersebut adalah tingginya biaya transportasi yang selama ini harus ditanggung tenaga kesehatan. Dalam sehari, sebagian tenaga medis harus mengeluarkan biaya hingga Rp40.000 untuk perjalanan pulang-pergi menuju rumah sakit.
Melalui layanan transportasi baru ini, biaya perjalanan diharapkan dapat ditekan secara signifikan sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan sekaligus mendukung kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pengawasan dan Operasional Armada
Untuk tahap awal, Dinas Perhubungan belum menerapkan sistem tiket atau karcis karena keterbatasan anggaran operasional.
Sebagai alternatif, petugas akan ditempatkan di sejumlah titik pemberhentian guna melakukan pencatatan jumlah penumpang dan pengawasan pendapatan.
“Petugas akan mencatat jumlah penumpang di setiap titik pemberhentian agar operasional tetap terkontrol dan tidak terjadi kebocoran,” jelasnya.
Armada yang digunakan merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Meski belum memiliki halte permanen, Dishub telah menetapkan sejumlah titik pemberhentian yang disepakati bersama masyarakat. Pada tahap awal, fasilitas tunggu sederhana akan dibangun guna memberikan kenyamanan bagi para penumpang.
Fokus pada Jam Sibuk
Karena keterbatasan anggaran bahan bakar, operasional armada akan difokuskan pada jam-jam sibuk masyarakat. Jadwal pelayanan sementara ditetapkan pada pukul 06.00–09.00 WIT, pukul 12.00–15.00 WIT, dan pukul 17.00–19.00 WIT.
Dinas Perhubungan berharap layanan baru tersebut dapat membantu memperlancar akses masyarakat menuju RSUD dr. P.P. Magretti Lauran sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Semoga kehadiran transportasi ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu pelayanan kesehatan di rumah sakit berjalan lebih baik,” pungkas Songupnuan.(jk)





