Jumat, 12 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu: Anak-anak adalah Masa Depan Gereja dan Tanimbar

Penulis: Johanis Kopong

http://suara anak negeri.com | Olilit Barat – Tangis haru, senyum kebanggaan, dan doa penuh harapan menyatu dalam prosesi pelepasan Angkatan IX Taman Seminari Santa Maria Bunda Allah Olilit Barat yang digelar di lingkungan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (11/6/2026).

Bagi banyak orang, acara itu mungkin sekadar seremoni kelulusan anak-anak usia dini. Namun bagi umat Paroki HKY Olilit Barat, momentum tersebut merupakan tanda lahirnya generasi baru yang dipersiapkan bukan hanya untuk cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, berkarakter, dan siap menjadi terang di tengah masyarakat.

Baca juga: Bupati Biak Numfor: Bandar Antariksa Nasional Harus Jadi Katalisator Ekonomi dan SDM Lokal, Bukan Sekadar Simbol Prestise  

Pastor Paroki HKY Olilit Barat sekaligus Ketua Yayasan, RD Ponsianus Ongirwalu, menegaskan bahwa perjalanan anak-anak tidak berhenti pada kelulusan, melainkan baru memasuki tahap awal pembentukan masa depan.

“Anak-anak ini adalah masa depan Gereja dan masa depan Tanimbar. Nama ‘Taman Seminari’ bukan sekadar nama, melainkan tempat persemaian benih-benih panggilan dan iman,” tegas RD Ponsianus Ongirwalu.

Menurutnya, tanggung jawab membentuk karakter anak bukan hanya berada di pundak lembaga pendidikan, tetapi menjadi tugas bersama keluarga, Gereja, dan yayasan.

Baca juga: Bupati Biak Numfor: Bandar Antariksa Nasional Harus Jadi Katalisator Ekonomi dan SDM Lokal, Bukan Sekadar Prestise

“Pelepasan ini hanyalah awal. Saya berpesan kepada kita semua, jagalah ‘benih’ yang sudah disemai dengan baik ini. Biarkan Bunda Maria, Bunda Allah, selalu menaungi dan melindungi perjalanan anak-anak kita. Tetaplah menjadi garam dan terang sejak usia belia,” pesannya.

Kepolosan yang Menyentuh Hati
Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan Angkatan IX menyampaikan ungkapan sederhana yang lahir dari kepolosan anak-anak.

“Bunda-bunda yang kami sayangi, terima kasih karena sudah mengajar kami membaca, menulis, berdoa, dan menyanyi. Dulu kami masuk sekolah masih sering menangis, tapi sekarang kami sudah berani. Kami pasti rindu sekolah ini, rindu altar, dan rindu belajar tentang Yesus. Doakan kami supaya di SD nanti kami tetap jadi anak yang pintar dan dengar-dengaran,” ucap mereka.

Ungkapan sederhana itu menjadi gambaran bahwa pendidikan usia dini bukan hanya membangun kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk keberanian, kedisiplinan, dan kecintaan kepada Tuhan.

Pendidikan Karakter yang Menguatkan Keluarga
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan para orang tua. Mereka mengaku menyaksikan perubahan besar dalam diri anak-anak selama menempuh pendidikan di Taman Seminari Santa Maria Bunda Allah.

“Melihat anak-anak kami berdiri di depan dengan jubah kecil mereka, air mata kami hampir menetes. Di Taman Seminari ini, anak-anak kami tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi dasar iman Katolik dan karakter mereka dibentuk sejak dini,” ungkap perwakilan orang tua.

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada para guru PAUD dan Paroki HKY Olilit Barat yang dinilai telah menjadi mitra keluarga dalam membangun karakter anak-anak di tengah tantangan zaman.

Dedikasi Para Guru
Bagi para Bunda PAUD, setiap angkatan yang dilepas selalu meninggalkan kisah tersendiri.

“Sembilan angkatan telah berlalu, dan setiap tahun rasa haru ini selalu sama. Anak-anakku sayang, melihat kalian yang dulu manja kini siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi adalah kebahagiaan terbesar kami. Pergilah membawa terang yang sudah kalian dapatkan di Taman Seminari ini,” tutur mereka.

Ungkapan itu mencerminkan dedikasi para pendidik yang tidak sekadar mengajar, tetapi mendampingi proses tumbuh kembang anak dengan kasih seorang ibu.

Dukungan Pemerintah dan Kementerian Agama
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Taman Seminari Santa Maria Bunda Allah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Mewakili Pemerintah Daerah, Wakil Bupati menyampaikan bahwa investasi terbesar bagi Tanimbar bukanlah kekayaan alam, melainkan pembentukan karakter generasi muda.

“Investasi terbesar bagi Bumi Duan Lolat ini bukan emas atau perak, melainkan pendidikan karakter anak-anak kita sejak usia dini. Jangan biarkan gadget merebut masa kecil mereka,” pesannya.

Senada dengan itu, perwakilan Kantor Kementerian Agama Saumlaki menilai Taman Seminari memiliki peran strategis karena memadukan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan.

“Kami akan terus mendukung eksistensi lembaga pendidikan keagamaan seperti ini agar Tanimbar selalu diberkati dengan generasi muda yang takut akan Tuhan,” ujarnya.

Menyemai Harapan bagi Masa Depan
Kepala Sekolah Taman Seminari Santa Maria Bunda Allah menyebut Angkatan IX menjadi bukti nyata sinergi antara guru, yayasan, Gereja, dan orang tua.

“Kami melepas anak-anak ini dengan doa, semoga benih firman dan disiplin yang ditanam di sini akan berakar kuat di mana pun mereka berada,” katanya.

Pelepasan Angkatan IX akhirnya menjadi lebih dari sekadar penutupan tahun ajaran. Di balik jubah kecil yang dikenakan anak-anak, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, beriman, dan siap membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagaimana ditegaskan RD Ponsianus Ongirwalu, benih yang telah ditanam hari ini akan menentukan wajah Gereja dan masa depan Tanimbar pada tahun-tahun mendatang. Karena itu, tugas menjaga dan merawatnya tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut di rumah, di Gereja, dan di tengah kehidupan masyarakat.

Kategori:
Tags:

Terkini