Senin, 27 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Festival Film Papua ke-8 Siap Digelar, Papuan Voices Buka Ruang Bagi Seluruh Pembuat Film Dokumenter Papua

Jayapura, Suara Anak Negeri – Perkumpulan Papuan Voices kembali menggelar Festival Film Papua (FFP) ke-8 pada 7–9 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia. Festival tahunan ini mengangkat tema “Alam dan Kehidupan Manusia Papua”, sebagai ruang bersama untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua melalui karya film dokumenter.

Festival Film Papua selama ini dikenal sebagai salah satu wadah penting bagi sineas lokal, komunitas, dan masyarakat adat dalam mendokumentasikan realitas kehidupan di Tanah Papua.

Melalui medium film dokumenter, berbagai cerita mengenai budaya, lingkungan, pendidikan, hingga hak-hak masyarakat adat diharapkan dapat tersampaikan kepada publik secara lebih luas.

Baca juga: Komite SMA Negeri 1 Biak Ajak 508 Orang Tua Murid Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ketua Panitia Festival Film Papua ke-8 yang juga Sekretaris Papuan Voices, Max Wayeni, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini akan menghadirkan beragam kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pemutaran film, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, diskusi, dan kampanye berbagai isu strategis di Papua.

“Selama pelaksanaan Festival Film Papua akan ada beberapa agenda utama yang dilaksanakan. Pertama adalah forum diskusi, kemudian pemutaran film. Dalam forum diskusi kami akan mengkaji berbagai isu serta kebutuhan internal, sekaligus membahas isu-isu yang sedang berkembang di Papua saat ini,” ujar Max Wayeni saat konferensi pers di Kantor Papuan Voices, Kota Jayapura, Sabtu (25/7/2026).


Menurut Max, tema “Alam dan Kehidupan Manusia Papua” dipilih melalui proses diskusi yang cukup panjang di internal Papuan Voices. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan berbagai dinamika yang sedang dihadapi masyarakat Papua, terutama berkaitan dengan hubungan antara manusia, alam, serta tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Baca juga: SMKN 4 Sijunjung Kembali Wakili Sumatera Barat di Pekan Kemah SMK 2026, Tiga Tahun Berturut-turut Lolos Seleksi Nasional Direktorat SMK

Ia menjelaskan bahwa film-film yang akan diputar selama festival mengangkat beragam persoalan, mulai dari pendidikan, kehidupan sosial masyarakat, pelestarian budaya, hingga isu lingkungan hidup yang menjadi perhatian banyak pihak.

“Festival ini kami harapkan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk melihat situasi Papua hari ini, membangun kesadaran kritis, sekaligus mendorong lahirnya tindakan nyata bagi masa depan Tanah Papua,” katanya.

Salah satu hal yang menjadi pembeda pada penyelenggaraan Festival Film Papua tahun ini adalah keterbukaan bagi para pembuat film dokumenter. Jika pada pelaksanaan sebelumnya film yang ditayangkan didominasi karya anggota Papuan Voices, maka pada Festival Film Papua ke-8 panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh sineas dan pembuat film dokumenter yang mengangkat cerita tentang Papua untuk ikut berpartisipasi.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam mengenai kehidupan masyarakat Papua sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem perfilman dokumenter yang semakin inklusif dan berkembang.

Selain menjadi ajang apresiasi karya, Festival Film Papua juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara komunitas film, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemerhati lingkungan, serta masyarakat adat dalam memperjuangkan berbagai isu melalui pendekatan visual yang edukatif dan inspiratif.

Melalui rangkaian workshop, forum diskusi, pemutaran film, hingga ruang kampanye komunitas, Festival Film Papua ke-8 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi visual masyarakat sekaligus memperluas ruang dialog mengenai masa depan Papua yang berkeadilan, berkelanjutan, dan tetap menghormati nilai-nilai budaya serta hak-hak masyarakat adat.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi, Papuan Voices berharap Festival Film Papua ke-8 dapat menjadi panggung bagi lahirnya karya-karya dokumenter berkualitas yang mampu merekam realitas Papua secara jujur, kritis, dan humanis, sekaligus memperkenalkan wajah Papua kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

(Penulis:Chris)

Kategori:
Tags:

Terkini