Selasa, 28 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Tingkatkan Diplomasi Literasi dan Budaya Indonesia–India, Pemprov Sumbar dan IMLF Salurkan Hibah 7.080 Buku Sastra Klasik Tamil kepada Perguruan Tinggi dan Lembaga Literasi

Dilaporkan oleh: Leni Marlina

Padang, Sumbar|Suara Anak Negeri  Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang diselenggarakan oleh SatuPena Sumatera Barat menyalurkan hibah sebanyak 7.080 buku sastra klasik Tamil dari Pemerintah Tamil Nadu, India, kepada 26 perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga literasi di Indonesia. Penyerahan hibah berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Jumat (24/7/2026).

Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi literasi dan budaya antara Indonesia dan India melalui pengembangan pendidikan, sastra, dan pertukaran kebudayaan.

Baca juga: Kepala SMA Negeri 1 Biak Sosialisasikan Kurikulum dan Tata Tertib Sekolah kepada Orang Tua Siswa Baru

Hibah senilai lebih dari Rp230 juta tersebut terdiri atas 15 set lengkap atau 60 kardus koleksi buku yang diterbitkan oleh Central Institute of Classical Tamil (CICT), Chennai, lembaga riset nasional di bawah Kementerian Pendidikan Pemerintah India.

Setiap set berisi 118 judul buku dalam empat kardus yang memuat karya-karya sastra klasik Tamil, di antaranya Kuruntokai, Thirukkural, Cilappathikaram, Kamba Ramayanam, Ponniyin Selvan, dan Manimekalai. Seluruh karya tersebut merupakan bagian dari Sangam Literature, khazanah sastra Tamil yang telah berusia lebih dari 2.000 tahun dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Baca juga: Komite SMA Negeri 1 Biak Ajak 508 Orang Tua Murid Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Tamil Nadu atas hibah yang disalurkan melalui IMLF.

“Ini bukan sekadar hibah buku. Ini adalah jembatan peradaban. Sastra Tamil yang berusia ribuan tahun kini hadir di perpustakaan kampus-kampus Indonesia. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Tamil Nadu atas kepercayaannya yang disalurkan melalui IMLF. Saya pernah berkunjung ke Chennai bersama Rektor UNP untuk membangun kerja sama pendidikan,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menambahkan bahwa peradaban dan budaya Minangkabau memiliki sejarah yang sangat panjang dan berpotensi dikenal lebih luas di tingkat dunia. Menurutnya, keberhasilan India dalam mempromosikan karya sastra lokalnya dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengangkat kekayaan budaya Minangkabau ke panggung internasional.

Sementara itu, Prof. Sufyarma Marsidin, Rektor Universitas Ekasakti (UNES) yang mewakili para rektor penerima hibah, menyambut baik bantuan tersebut. Ia berharap koleksi sastra klasik Tamil dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian akademik, khususnya di program studi sastra dan kebudayaan.

Perwakilan pemberi hibah, Nandan Masilamani, penerbit dari Tamil Nadu, menjelaskan bahwa penyerahan buku sebenarnya telah direncanakan sejak pelaksanaan IMLF ke-4 di Bukittinggi. Namun proses distribusi mengalami keterlambatan karena pengiriman buku sempat tertahan di pelabuhan.

“Pemerintah India selalu mendukung dan membiayai penerbitan karya-karya sastra lokal Tamil Nadu agar dikenal dunia. Kami berharap buku-buku ini menjadi rujukan akademik dan memperkuat studi Asia Selatan di Indonesia,” ujar Nandan.

Acara penyerahan hibah dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi, antara lain Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Rektor ISI Padang Panjang, Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Rektor Universitas Islam Sumatera Barat, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Rektor Universitas Dharma Andalas, Rektor Universitas Fort De Kock, Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, serta Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi.

Selain itu hadir pula para wakil rektor dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Putra Indonesia YPTK, Universitas PGRI Sumatera Barat, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat. Sejumlah perguruan tinggi lainnya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pemerintah Kota Padang dan Bukittinggi, serta Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga mengirimkan perwakilan dari bidang kearsipan dan perpustakaan.

Program hibah ini menjadi bukti nyata bahwa literasi dapat menjadi instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy) yang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan India, sekaligus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, sastra, penelitian, dan kebudayaan.

Tentang IMLF

International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) merupakan festival literasi bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh organisasi penulis SatuPena Sumatera Barat. IMLF berfokus pada penguatan budaya literasi, pelestarian bahasa dan sastra, serta diplomasi budaya melalui buku. Festival ini juga mendorong implementasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dengan memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan komunitas literasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kategori:
Tags:

Terkini