Sabtu, 06 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pdt. Roy Daniel Sitepu Dorong Generasi Tanimbar Menjadi Pribadi Berdampak

Pdt. Roy Daniel Sitepu: Banyak Orang Sukses, Sedikit yang Berdampak
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Ruangan ibadah di GBI Hati Hamba, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (4/6/2026) malam, dipenuhi semangat belajar dan refleksi diri. Bukan sekadar seminar motivasi, kegiatan bertajuk “Beyond Success: Your Path to Significance” ini menghadirkan sebuah perenungan mendalam tentang arti keberhasilan yang sesungguhnya.

Hadir sebagai pembicara utama, Pdt. Roy Daniel Sitepu, M.Pd., mengajak peserta melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan bukanlah garis akhir perjalanan manusia.

Ada tujuan yang lebih tinggi, yakni menjadi pribadi yang memberi dampak dan menghadirkan nilai bagi orang lain. “Banyak orang berhasil mencapai kesuksesan, tetapi tidak semua mampu meninggalkan dampak yang bermakna bagi sesamanya. Di situlah pentingnya kita belajar melampaui kesuksesan,” ujar Pdt. Roy Daniel Sitepu dalam pemaparannya.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Wowonda Tinjau Lahan Jagung Gagal Panen Milik Petani

Seminar yang berlangsung secara gratis tersebut merupakan bagian dari gerakan kepemimpinan transformasional Beyond Success, yang mengadopsi prinsip-prinsip pengembangan diri dan kepemimpinan yang dikembangkan oleh tokoh kepemimpinan dunia, John C. Maxwell.

Sikap Menjadi Penentu Masa Depan
Dalam sesi awal, peserta diajak memahami bahwa sikap merupakan fondasi utama dalam perjalanan hidup seseorang.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Saumlaki Utara Perkuat Kemitraan dengan Warga

Mengutip pemikiran John C. Maxwell, Pdt. Roy menjelaskan bahwa sikap sering kali menjadi pembeda antara orang yang mampu bertahan menghadapi tantangan dan mereka yang mudah menyerah pada keadaan. “Sikap adalah pembuat perbedaan,” kata Pdt. Roy mengutip Maxwell.

Menurutnya, setiap orang memang tidak dapat mengendalikan seluruh keadaan yang terjadi dalam hidup, tetapi setiap orang selalu memiliki pilihan untuk menentukan sikapnya terhadap keadaan tersebut.

Sikap positif, lanjutnya, bukan sekadar cara berpikir optimistis, melainkan kemampuan melihat peluang di tengah kesulitan dan tetap bergerak maju ketika menghadapi hambatan.

Pertumbuhan Tidak Terjadi Secara Otomatis
Pada sesi berikutnya, peserta diajak memahami pentingnya pengembangan diri yang dilakukan secara sengaja dan berkelanjutan.

Pdt. Roy mengingatkan bahwa bertambahnya usia tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan kualitas diri. “Pertumbuhan tidak terjadi secara otomatis. Kita harus memiliki komitmen untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mengembangkan potensi yang telah Tuhan berikan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa orang yang terus belajar akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dibanding mereka yang merasa cukup dengan pencapaian yang telah diraih. Semangat belajar, menurutnya, harus menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar aktivitas sesaat.

Menentukan Prioritas yang Benar
Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya menentukan prioritas dalam kehidupan. Di hadapan peserta, Pdt. Roy mengingatkan bahwa kesibukan tidak selalu identik dengan produktivitas.

Banyak orang menghabiskan energi untuk hal-hal yang mendesak, tetapi justru mengabaikan hal-hal yang penting. “Pertanyaannya bukan apakah kalender kita penuh, tetapi apakah kalender kita dipenuhi oleh hal-hal yang benar-benar penting,” ungkapnya.

Karena itu, peserta diajak mengevaluasi penggunaan waktu mereka sehari-hari dan mulai menempatkan energi pada aktivitas yang menghasilkan dampak terbesar bagi kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan maupun pelayanan.

Relasi yang Sehat Membangun Kehidupan yang Kuat
Salah satu bagian yang paling mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai hubungan antarmanusia. Menurut Pdt. Roy, kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas relasi yang dibangun dengan orang lain.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap hubungan yang sehat. “Sedikit hal dalam hidup yang lebih penting daripada relasi kita. Kualitas hubungan kita memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan,” jelasnya.

Peserta didorong untuk belajar memahami orang lain, memperbaiki hubungan yang rusak, serta mengembangkan sikap yang mampu membangun dan mengangkat sesama.

Dari Niat Baik Menjadi Tindakan Nyata
Dalam pemaparan yang berlangsung interaktif, Pdt. Roy juga menyoroti kecenderungan banyak orang yang memiliki niat baik, tetapi tidak pernah mewujudkannya dalam tindakan.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan yang berdampak lahir dari kesengajaan untuk bertindak, bukan hanya dari keinginan yang disimpan dalam pikiran. “Niat baik adalah awal yang baik, tetapi tindakan nyata adalah yang membawa perubahan,” katanya.

Menurutnya, hidup yang disengaja harus dibangun melalui perencanaan yang jelas, konsistensi dalam menjalankan tujuan, dan keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi tantangan.

Menjadi Pribadi yang Memberi Nilai
Pada bagian akhir seminar, peserta diajak merenungkan makna hidup yang sesungguhnya. Pdt. Roy menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak semata-mata terletak pada jabatan, kekayaan, maupun popularitas.

Keberhasilan sejati, katanya, terlihat dari seberapa besar nilai yang dapat diberikan seseorang kepada orang lain. “Kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang menghadirkan manfaat bagi sesama. Ketika kita menambah nilai bagi orang lain, kita sedang membangun warisan yang akan terus hidup,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri menghargai orang lain, mencari kesempatan membantu sesama, serta mendorong orang-orang di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama.

Melampaui Kesuksesan
Menjelang berakhirnya seminar, suasana ruangan dipenuhi refleksi. Banyak peserta tampak mencatat poin-poin penting yang disampaikan sepanjang kegiatan. Seminar tersebut tidak hanya menawarkan konsep tentang keberhasilan, tetapi juga mengajak peserta meninjau kembali tujuan hidup mereka.

Di tengah dunia yang sering mengukur seseorang dari pencapaian materi dan status sosial, pesan yang dibawa Pdt. Roy Daniel Sitepu malam itu terasa sederhana, namun kuat. Bahwa pada akhirnya, manusia tidak akan dikenang hanya karena apa yang berhasil ia kumpulkan, melainkan karena dampak yang ia tinggalkan bagi orang lain. “Kesuksesan mungkin membuat kita dikenal. Tetapi kebermaknaan membuat hidup kita dikenang,” pungkas Pdt. Roy Daniel Sitepu.
(Redaksi:joko)

Kategori:
Tags:

Terkini