Selasa, 19 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

PENDETA DAN JEMAAT GKI DI TANAH PAPUA GELAR AKSI DAMAI TOLAK PEMBANGUNAN DERMAGA SATROL KODAERAL X

Sumber: Sinode GKI Tanah Papua

Penulis: Christofilus Rumaropen

Baca juga: Diskusi Serius Tentang Nasib Guru di PB PGRI: TPG, Sertifikasi, dan SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026

Suara Anak Negeri | Jayapura, Senin 18 Mei 2026 — Ratusan pendeta dan utusan jemaat Gereja GKI di Tanah Papua menggelar aksi damai di depan Kantor DPR Papua sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait penolakan rencana pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X.

Aksi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua dan sejumlah Anggota DPR Provinsi Papua bersama Panglima Kodaeral X. Kehadiran para pihak tersebut menjadi bagian dari upaya mendengarkan langsung aspirasi masyarakat mengenai rencana pembangunan dermaga yang dinilai menimbulkan kekhawatiran di tengah warga.

Dalam aksi yang berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan itu, para peserta membawa spanduk dan poster serta menyampaikan doa dan orasi secara damai. Massa berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan mengenai pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X.

Baca juga: Mutasi sebagai Mekanisme Regenerasi: Kapolres Biak Numfor Tegaskan Profesionalisme dan Pelayanan Publik dalam Sertijab Jajaran

Para tokoh gereja menilai pembangunan tersebut perlu dikaji kembali dengan melibatkan masyarakat adat, tokoh agama, dan warga setempat agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Papua. Menurut mereka, setiap pembangunan di Tanah Papua harus mengedepankan dialog, keterbukaan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Salah satu perwakilan gereja dalam penyampaian aspirasi menyatakan bahwa aksi damai ini merupakan bentuk kepedulian gereja terhadap situasi sosial kemasyarakatan di Papua. Gereja berharap seluruh pihak dapat mengutamakan pendekatan persuasif dan musyawarah demi menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan masyarakat.

Sementara itu, pihak DPR Papua menerima aspirasi yang disampaikan massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti serta menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak terkait untuk dibahas lebih lanjut. Kehadiran Wakil Ketua dan Anggota DPR Papua dalam aksi itu juga dianggap sebagai bentuk keterbukaan lembaga legislatif terhadap suara masyarakat.

Di lokasi yang sama, aparat keamanan bersama Panglima Kodaeral X melakukan pengamanan dan pengawasan jalannya aksi guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Seluruh peserta aksi juga terlihat menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung tanpa adanya tindakan anarkis.

Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Gedung DPR Papua tetap aman dan terkendali. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan aspirasi mereka.

Aksi damai tersebut menjadi perhatian masyarakat Jayapura karena menunjukkan komitmen warga dan tokoh agama dalam menyampaikan pendapat secara damai serta mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Tanah Papua.

 

 

Kategori:
Tags:

Terkini