Selasa, 19 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Generasi Literat Mengajak Adik-Adik dengan HIV/AIDS Bermain Buku dan Menumbuhkan Harapan

Khikmatul Islah|Koordinator Program Gerakan Kembali Ke Buku – Generasi Literat

Editor Mila Muzakkar

Baca juga: Fakultas Hukum UNCRI Gelar Ujian Skripsi dengan Beragam Isu Aktual Hukum dan Adat

Pada 17 Mei 2026, Generasi Literat kembali mengadakan program Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB). Kali ini, perjalanan kami membawa langkah menuju VSE Foundation, sebuah yayasan sosial yang didirikan oleh Bidan Vina Tarigan bersama suaminya untuk mendampingi dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak, khususnya anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS (ADHA).

Di tempat itu, ada sekitar sepuluh anak dengan rentang usia 5 hingga 21 tahun. Sebagian masih memiliki hubungan dekat dengan keluarganya, sementara sebagian lainnya tumbuh dengan jarak dan kehilangan sejak dini.

Namun siang itu, kami tidak datang membawa belas kasihan. Kami datang membawa buku, permainan, cerita, dan ruang kecil untuk membuat mereka merasa diterima dan dicintai.

Baca juga: Hari Pendidikan Versi Anak Sekolah

Kegiatan dimulai dengan membaca buku-buku anak inspiratif bersama kakak asuh. Setelah itu, adik-adik diajak menceritakan kembali nilai-nilai yang mereka tangkap dari bacaan tersebut. Dengan mata berbinar, mereka berbagi tentang mimpi, keberanian, dan harapan-harapan sederhana yang sering kali luput didengar dunia.

Suasana semakin hangat ketika sesi dongeng dimulai. Kakak asuh membawakan cerita dengan penuh ekspresi, sementara tawa anak-anak sesekali pecah memenuhi ruangan. Tidak berhenti di sana, relawan Generasi Literat juga mendampingi adik-adik menyusun puzzle untuk melatih imajinasi dan kreativitas mereka.

Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah ketika anak-anak diminta menggambar “rumah impian”. Bukan sekadar aktivitas menggambar, sesi ini menjadi ruang untuk memvisualisasikan masa depan yang ingin mereka miliki. Sebuah pengingat bahwa setiap anak, siapa pun mereka dan apa pun latar belakangnya, berhak memiliki mimpi besar tentang kehidupan yang layak dan bahagia.

Di penghujung kegiatan, adik-adik diajak membangun self-love melalui sesi refleksi yang difasilitasi oleh Mila Muzakkar. Dalam suasana yang hangat dan sederhana, mereka diajak merenungkan hal-hal yang patut disyukuri dalam hidupnya. Ada yang bersyukur masih bisa sekolah, ada yang bahagia karena memiliki teman, dan ada pula yang hanya ingin terus hidup sehat dan bisa tertawa bersama orang-orang di sekitarnya.

Menurut Mila Muzakkar, Generasi Literat sengaja hadir menyapa adik-adik di VSE Foundation karena mereka memiliki hak yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan bermimpi. Namun di saat yang sama, mereka juga termasuk kelompok yang sangat rentan mengalami stigma dan diskriminasi, sehingga sering kali kurang mendapatkan akses pendidikan dan pelayanan sosial yang layak.

Sementara itu, Bidan Vina Tarigan mengaku bahagia dengan hadirnya kegiatan ini karena mampu menghadirkan semangat baru bagi anak-anak asuhnya. Ia berharap ke depan akan ada lebih banyak kolaborasi, termasuk kelas keterampilan yang dapat membantu anak-anak membangun masa depan mereka dengan lebih percaya diri.

Bagi Generasi Literat, Gerakan Kembali Ke Buku bukan sekadar kegiatan membaca buku. Ini adalah gerakan kecil untuk membuka ruang aman, menghadirkan perhatian, dan memperluas akses belajar bagi mereka yang sering kali terpinggirkan oleh keadaan sosialnya.

Sebab terkadang, satu buku, satu pelukan hangat, dan satu ruang untuk didengar bisa menjadi awal tumbuhnya harapan baru dalam hidup seseorang.

Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan para kakak asuh, relawan, tim Generasi Literat, serta kolaborasi bersama VSE Foundation dan Algonesia.

Sampai bertemu di kegiatan Gerakan Kembali Ke Buku selanjutnya.

Kategori:
Tags:

Terkini