Puisi
Muhammad Solihin Oken
–
Baca juga: TIDURLAH ANAKKU
adakah kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia? tanya angin yang hinggap di loteng sejarah. bukan iseng, apalagi serius, hanya pertanyaan angin. angin yang suka berkelakar, angin yang suka mengempit, angin yang suka meletus tiba-tiba: pretty, prettty, pretttty
adakah hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya? tanya kabut yang mengaput di tiang tata negara. bukan cerabut, apalagi cemberut, hanya pertanyaan kabut. Kabut yang suka manggut-manggut, kabut yang suka berkerut-kerut, kabut yang suka menyusup dalam ketiak selangkang tali jemuran: but, buutt, buuutttt
adakah jakarta, 17 agustus 1945? tanya senja yang menggelayut dari ujung aceh hingga papua. puncak ruang, juga puncak waktu, dimana kata terbit dan tenggelam. kami tak ingin kehilangan kata; tak ada kemerdekaan tanpa Kata. tak ada kata tanpa kemerdekaan. tiga ratus juta rakyat dijajah Kleinik Kemerdekaan.
Baca juga: IGNATIUS, RUMI DAN PAUL TILLICH


