http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Di tengah arus informasi dan beragam pemahaman yang berkembang dalam kehidupan modern, umat beriman dituntut untuk memiliki fondasi iman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang dari kebenaran.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan harian yang disampaikan pada Rabu (3/6/2026).
Mengacu pada Injil Markus 12:18-27, Pastor Pius mengingatkan bahwa sejak zaman Yesus, upaya untuk menyesatkan umat sudah terjadi. Kelompok Saduki, yang tidak mempercayai kebangkitan, bahkan berusaha menjebak Yesus melalui pemahaman yang mereka bangun. “Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,” tegas Pastor Pius mengawali refleksinya.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Adaut Kawal Keberangkatan Kapal ke Saumlaki
Menurutnya, Yesus secara tegas menunjukkan kekeliruan pemahaman kaum Saduki yang menolak kebangkitan. Sikap tersebut menjadi gambaran bahwa dalam setiap zaman selalu ada pihak-pihak yang berupaya menggiring umat menjauh dari kebenaran iman.
Pastor Pius menilai, tantangan serupa masih dihadapi umat beriman saat ini. Kehadiran “Saduki modern” dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, baik melalui pemikiran, ajaran maupun pengaruh yang berusaha melemahkan keyakinan umat terhadap kuasa Allah.
“Dalam hidup beriman terkadang kita berhadapan dengan orang Saduki modern. Mereka mencoba mempengaruhi dan menjebak anak Tuhan agar tidak percaya pada kuasa Allah,” ujar Pastor Pius.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Olilit Raya 1 Gencarkan Sambang Warga
Karena itu, ia mengajak umat untuk terus memperdalam pengetahuan iman sebagai benteng menghadapi berbagai bentuk penyesatan. Tanpa pemahaman yang memadai, seseorang dapat dengan mudah diperdaya dan kehilangan arah dalam perjalanan imannya.
Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa para penyesat bekerja layaknya godaan yang terus mencari celah untuk menjauhkan manusia dari Tuhan.
“Para penyesat ibarat setan yang selalu mencari mangsa untuk menghancurkan anak Tuhan. Bersandarlah pada Yesus dan ajaran-Nya. Jangan pernah tunduk dan terbuai dengan ajaran sesat,” katanya.
Lebih jauh, Pastor Pius mengajak umat untuk berani menunjukkan identitasnya sebagai pengikut Kristus yang sejati. Keberanian itu diwujudkan bukan hanya melalui pengakuan iman, tetapi juga melalui kesaksian hidup yang mampu menghadirkan jalan dan ajaran yang benar di tengah masyarakat. “Berani hadir sebagai pengikut Yesus yang sejati. Tunjukkan jalan benar dan ajaran benar,” tutup Pastor Pius Heljanan MSC.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keteguhan iman, kedekatan dengan Sabda Tuhan, dan kesetiaan pada ajaran Gereja merupakan fondasi utama agar umat tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai bentuk penyesatan yang terus hadir dalam kehidupan zaman ini.(jk)





