Oleh: joko
Sumber: kantahtanimbar
http://suaraanaknegeri.com | Yogyakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu: WKRI HKY Olilit Barat Menyalakan Harapan Lewat Aksi Kasih
Dalam forum dialog bersama mahasiswa tersebut, Menteri Nusron mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keterbukaan pemerintah terhadap kritik, saran, dan aspirasi masyarakat merupakan prasyarat penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif, responsif, dan tepat sasaran.
“Kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas kebijakan publik,” ujar Nusron Wahid.
Ia menambahkan, setiap kebijakan yang dihasilkan pemerintah tidak bersifat final, melainkan perlu dievaluasi dan disempurnakan secara berkelanjutan agar mampu menjawab dinamika serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Setiap kebijakan perlu dievaluasi dan disempurnakan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Menteri Nusron juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam keberagaman dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, dialog yang terbuka antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kebijakan publik yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar di Universitas Gadjah Mada menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk memperkuat partisipasi publik dalam proses perumusan kebijakan sekaligus menumbuhkan kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda.





