Penulis: (A.R)
–
BIAK|SUARA ANAK NEGERI – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 pada Jumat (16/7/2026) sebagai momentum strategis evaluasi tata kelola pemerintahan dan penguatan identitas budaya lokal. Peringatan satu abad lebih perjalanan administrasi daerah ini menegaskan komitmen pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta pelestarian nilai-nilai adat sebagai fondasi sosial-budaya masyarakat. Dalam pesan WhatsApp yang disampaikan kepada Media SAN, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Kankain Kakara Byak Supri Manggun, Demianus Wakman, S.H., M.H., secara resmi mewakili seluruh masyarakat adat Biak menyampaikan ucapan selamat HUT ke-108 dengan harapan agar pemerintahan semakin maju, masyarakat sejahtera, dan budaya serta adat istiadat tetap lestari di tengah arus modernisasi. Aspirasi ini sejalan dengan Visi dan Misi Bupati Biak Numfor yang menempatkan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan fiskal melalui program APBD Sehat sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Baca juga: Bahlil Akhiri Penantian 28 Tahun, LNG Abadi Masela Resmi Masuk Tahap Pembangunan
Representasi Masyarakat Adat dan Harmonisasi dengan Visi Daerah
Pernyataan dari Ketua DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun memiliki signifikansi khusus karena disampaikan atas nama representasi kolektif seluruh komunitas adat di wilayah tersebut. Hal ini mencerminkan legitimasi kultural yang kuat terhadap arah pembangunan daerah yang saat ini sedang dijalankan oleh eksekutif. “Sebagai perwakilan masyarakat adat Biak, kami mengucapkan selamat HUT ke-108 dengan harapan mendalam: Maju pemerintahannya, sejahtera masyarakatnya, dan lestari budaya serta adat istiadatnya,” tulis Demianus Wakman dalam pesannya.
Aspirasi “sejahtera masyarakatnya” yang disampaikan tokoh adat ini merupakan cerminan langsung dari implementasi Visi dan Misi Bupati Biak Numfor, khususnya dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan pemerataan ekonomi. Program APBD Sehat yang digagas Bupati bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan, melainkan strategi makro untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat, sekaligus memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pelestarian kebudayaan dan pemberdayaan lembaga DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun.
Integritas Pemerintahan dan Fondasi Fiskal yang Kuat
Dalam amanat peringatannya, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menempatkan integritas aparatur sipil negara dan pelayanan publik yang prima sebagai landasan utama menuju daerah yang sejahtera dan berdaya saing. Prinsip good governance menuntut akuntabilitas dan transparansi yang kini diperkuat oleh disiplin fiskal melalui APBD Sehat. Anggaran yang sehat memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan dana secara proporsional antara pembangunan infrastruktur fisik dan investasi sumber daya manusia serta sosial-budaya.
Demianus Wakman menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian harus diterjemahkan tidak hanya dalam kebijakan administratif, tetapi juga dalam penghormatan terhadap hukum adat DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun. Ia menyatakan bahwa pelestarian budaya merupakan instrumen vital untuk menjaga kohesi sosial dan ketahanan mental masyarakat. Sinergi antara birokrasi yang dikelola dengan APBD Sehat dan lembaga adat menjadi kunci agar pembangunan tidak bersifat eksploitatif, melainkan memberdayakan dan menghormati eksistensi masyarakat asli sesuai mandat visi misi kepala daerah.
Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal dan Kesejahteraan Ekonomi
Peringatan HUT ke-108 juga menyoroti pentingnya integrasi antara stabilitas ekonomi daerah dan konservasi warisan leluhur. Melalui APBD Sehat, Pemkab Biak Numfor berkomitmen bahwa percepatan pembangunan ekonomi tidak boleh menggerus eksistensi adat istiadat DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun yang telah mengakar kuat. Model pembangunan yang diusung diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kemajuan material dan spiritualitas kultural, di mana surplus anggaran dapat dialirkan untuk program-program afirmatif bagi masyarakat adat.
DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah memastikan setiap proyek pembangunan memperhatikan aspek sosiologis-kultural. “Lestari budaya dan adat istiadatnya adalah prasyarat mutlak bagi sejahteranya masyarakat. Tanpa itu, kemajuan hanyalah ilusi yang rapuh,” tegas Demianus Wakman. Pendekatan kolaboratif ini dinilai krusial untuk mencegah konflik horizontal dan memastikan manfaat dari APBD Sehat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang perlu memahami akar budayanya sendiri.
Harapan Menuju Era Baru Kepemimpinan Daerah
Melalui momen historis ini, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan tokoh adat berharap dapat memasuki fase baru kepemimpinan yang lebih matang, responsif, dan menghormati pluralitas nilai. Doa “Maju pemerintahannya, sejahtera masyarakatnya, dan lestari budaya serta adat istiadatnya” menjadi kompas moral bersama yang sejalan dengan Visi dan Misi Bupati serta capaian APBD Sehat. Sinergi tripartit antara pemerintah, DAS Kankain Kakara Byak Supri Manggun, dan masyarakat sipil diyakini akan menerjemahkan semangat HUT ke-108 menjadi aksi konkret yang membawa kesejahteraan abadi dan keberlanjutan peradaban Biak Numfor bagi generasi masa kini dan mendatang.





