Kontingen Biak Numfor Siap Berlaga di Pesparawi Tingkat Nasional Provinsi Papua
BIAK NUMFOR – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 11 Juni 2026 — Dengan mengusung tema spiritual “Syom Sandik Be Manseren” (Suara Hati Yang Berseru), Kontingen Daerah Kabupaten Biak Numfor resmi bersiap untuk bertolak ke Manokwari, Papua Barat, dalam rangka mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional Provinsi Papua 2026. Sebanyak 153 atlet terpilih akan membawa nama baik daerah dalam enam kategori lomba, setelah sebelumnya dilepas secara simbolis oleh Gubernur Papua di Jayapura.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), menegaskan bahwa partisipasi dalam Pesparawi Tingkat Nasional Provinsi Papua bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk diplomasi budaya dan spiritual untuk memperkuat persatuan umat beragama di kancah nasional.
Filosofi Tema: Suara Hati Sebagai Diplomasi Spiritual
Tema “Syom Sandik Be Manseren” mencerminkan esensi dari pelayanan musik gerejawi di Tanah Papua, di mana nyanyian bukan hanya estetika seni, tetapi merupakan doa dan seruan hati yang tulus. Dalam konteks Pesparawi Tingkat Nasional Provinsi Papua, tema ini menjadi landasan moral bagi para atlet untuk tampil tidak hanya demi kemenangan, tetapi sebagai bentuk kesaksian iman yang mempersatukan.

“Kehadiran kontingen ini adalah bentuk diplomasi budaya dan spiritual. Melalui ‘Syom Sandik Be Manseren’, kita ingin menunjukkan bahwa suara hati orang Papua, khususnya Biak Numfor, adalah suara yang rindu akan damai sejahtera dan persatuan di tengah keberagaman,” ujar Zacharias Mailoa saat ditemui di Gedung Negara Biak, Rabu (11/6/2026).
Komposisi dan Beban Prestasi Kontingen Daerah
Dalam skema perwakilan Pesparawi Tingkat Nasional Provinsi Papua yang mengirimkan total 12 kategori ke tingkat nasional, Kontingen Daerah Kabupaten Biak Numfor dipercaya mengisi 6 kategori. Alokasi dominan ini menempatkan Biak Numfor sebagai salah satu pilar utama kekuatan vokal Papua. Sisanya dibagi rata antara Kabupaten Keerom (2 kategori), Kota Jayapura (2 kategori), dan Kabupaten Jayapura (2 kategori).

“Kabupaten Biak Numfor dari 12 kategori itu, mengikuti 6 kategori. Ini adalah tanggung jawab besar bagi kontingen daerah kita untuk menjaga marwah ‘Syom Sandik Be Manseren’ di panggung nasional,” tambah Zacharias.
Keberhasilan menyaring 153 peserta terbaik merupakan hasil dari proses pembinaan intensif yang melibatkan pelatih profesional. Para atlet telah menjalani latihan fisik dan vokal dengan disiplin tinggi selama berbulan-bulan untuk memastikan setiap nada yang dilantunkan benar-benar berasal dari “suara hati yang berseru”.
Rencana Keberangkatan dan Struktur Kepengurusan
Secara teknis, Kontingen Daerah Kabupaten Biak Numfor dijadwalkan bertolak ke Manokwari pada 18 Juni 2026 menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Besar Biak. Rangkaian pelepasan akan dilakukan secara hierarkis:
1. Pelepasan Resmi Bupati: Akan dilakukan pagi hari tanggal 18 Juni di Gedung Negara Biak.
2. Pengawalan Teknis: Dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen Judi Wanma (Sekretaris DPRK) bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Sekretaris Daerah.

Zacharias Mailoa meminta masyarakat untuk terus mendoakan kesehatan dan ketahanan mental para atlet. “Mereka sudah berlatih luar biasa. Doa restu masyarakat Biak Numfor sangat kami butuhkan agar mereka tetap sehat dan dapat menggemakan ‘Syom Sandik Be Manseren‘ dengan maksimal di puncak acara nanti,” pungkasnya.
Misi Persatuan di Tanah Papua
Kehadiran kontingen ini di Manokwari (18–29 Juni 2026) diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan liturgi musik gerejawi khas Biak Numfor kepada khalayak nasional. Lebih dari sekadar medali, misi utama mereka adalah mempererat tali persaudaraan antar umat beragama dan menjaga marwah daerah sebagai pusat kekuatan gereja yang inklusif dan berkualitas di Tanah Papua.
Untuk informasi teknis lebih lanjut mengenai jadwal keberangkatan dan kebutuhan logistik kontingen, masyarakat dapat menghubungi Ketua Kontingen, Judi Wanma.
Editor ✍️: Anis Rumaropen





