Jumat, 05 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Respons Strategis Pemda Biak Numfor: Bupati Markus Mansnembra Pastikan Penampungan Representatif, Biaya Medis Ditanggung Negara, dan Evaluasi Tata Ruang Pasca-Tragedi UXO

Penulis: Yohanis Rumaropen

BIAK NUMFOR – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI,  Dalam konferensi pers yang digelar di Swiss-Belhotel Biak, Rabu (3/6/2026), Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., menyampaikan keterangan komprehensif terkait perkembangan penanganan korban dan dampak sosial pasca-ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II (Unexploded Ordnance/UXO) di Jalan Wolter Monginsidi.

Baca juga: AKAR-AKAR YANG MENYANGGA FAJAR

Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk menjamin kesejahteraan para penyintas. Langkah strategis tersebut mencakup penyediaan penampungan sementara yang representatif, penanggungan penuh biaya medis oleh negara, hingga rencana evaluasi tata ruang guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Penampungan Sementara dengan Pendekatan Psikososial

Bupati Markus Mansnembra melaporkan bahwa fasilitas penampungan sementara bagi keluarga korban telah disiapkan dengan standar kelayakan yang memadai. Hasil pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa kebutuhan dasar seperti tempat tidur, sanitasi, dan konsumsi harian telah terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Update Tragedi UXO Biak: Korban Meninggal Bertambah Jadi 6, Kapolres Biak Numfor Pimpin Sterilisasi Zona Merah dan Pencarian di Perairan

Penampungan sementara ini cukup representatif bagi mereka, meskipun sifatnya masih darurat. Kami juga berupaya berkomunikasi secara personal, terutama dengan anak-anak yang lebih cepat bangun, sementara orang tua mereka masih membutuhkan istirahat,” ujar Bupati Markus.

Pendekatan ini menekankan pentingnya dukungan psikososial yang sensitif terhadap trauma, khususnya bagi anak-anak yang kehilangan orang tua atau mengalami guncangan hebat. Pemerintah daerah memastikan suasana di pusat penampungan kondusif untuk mendukung pemulihan mental awal para penyintas.

Jaminan Hak Pendidikan dan Bantuan Sosial

Dalam dialognya dengan para penyintas, Bupati mengidentifikasi adanya dampak signifikan terhadap akses pendidikan. Sejumlah anak korban kehilangan perlengkapan sekolah karena rumah mereka hancur atau rusak berat akibat ledakan.

Ada anak-anak yang terhambat melanjutkan sekolah karena sebagian besar kebutuhan belajar mereka ikut hancur. Ini menjadi perhatian khusus kami,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Biak Numfor berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk menyediakan bantuan perlengkapan sekolah darurat. Langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan proses belajar mengajar, sehingga hak pendidikan anak-anak korban tidak terputus akibat bencana non-alam ini.

Sterilisasi Area dan Opsi Pemulihan Infrastruktur

Bupati menjelaskan bahwa lokasi kejadian saat ini masih dalam tahap sterilisasi intensif yang dilakukan oleh aparat keamanan gabungan (TNI dan Polri). Kondisi ini membuat sejumlah warga belum dapat kembali ke hunian mereka demi alasan keamanan.

Kami meminta masyarakat untuk sementara mematuhi prosedur agar tim aparat keamanan dapat bekerja secara maksimal. Setelah area dinyatakan steril, pemerintah daerah bersama institusi terkait akan masuk untuk mendata kerusakan dan kebutuhan riil warga,” jelas Bupati Markus.

Pemerintah daerah telah menyiapkan dua skenario pemulihan infrastruktur:

1. Rekonstruksi di Lokasi Awal: Dilakukan jika hasil sterilisasi menyatakan area tersebut aman dari sisa UXO.

2. Relokasi: Jika area tersebut masih berpotensi berbahaya, pemerintah akan menawarkan solusi alternatif berupa relokasi ke zona yang lebih aman.

Kebijakan ini didasarkan pada prinsip mitigasi risiko berbasis bukti (evidence-based risk mitigation) untuk menjamin keselamatan jangka panjang warga.

Tanggungan Penuh Biaya Medis dan Rujukan Kesehatan

Menegaskan peran negara dalam perlindungan warga, Bupati Markus Mansnembra memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban luka, baik rawat jalan maupun rawat inap, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah Biak Numfor.

Kami pastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh negara melalui pemda. Bahkan, untuk korban yang memerlukan rujukan ke Pulau Yapen, seluruh biaya transportasi dan medis telah menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Komitmen ini merupakan implementasi nyata dari amanat konstitusi mengenai hak atas kesehatan dan jaminan sosial bagi warga negara yang tertimpa musibah.

Himbauan Moral: Mengambil Hikmah dan Mencegah Tragedi Berulang

Di tengah suasana duka, Bupati juga menyampaikan himbauan moral kepada masyarakat untuk tetap bijak dan menghindari sikap saling menyalahkan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil hikmah dari tragedi ini serta beralih mencari solusi ekonomi yang lebih berkelanjutan, daripada mengandalkan aktivitas berisiko tinggi seperti pencarian barang bekas perang secara sembarangan.

Mari kita ambil hikmah. Saat ini bukan waktunya saling menyalahkan. Kami berharap masyarakat lebih bijak ke depan karena masih banyak peluang lain 

Pernyataan ini bertujuan untuk membangun resiliensi komunitas dan mengubah narasi duka menjadi momentum edukasi publik tentang bahaya laten UXO di wilayah Biak Numfor.

Kategori:
Tags:

Terkini