Sabtu, 30 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Menahan Capital Flight dari Tanimbar, PT BPI Dorong MCU Berstandar Nasional

Sinergi Pemerintah, Rumah Sakit dan Klinik untuk Menguatkan Pelayanan Kesehatan serta Menarik Investasi
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus menjaga perputaran ekonomi daerah menjadi fokus dalam kunjungan Komisaris Manajemen PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Franky Noya, ke RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki dan Klinik Utama St. Rafael, Jumat (29/5/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, didampingi Direktur RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki, dr. Felisitas Rante, Sp.Rad, serta Kepala Klinik Utama St. Rafael, dr. Esterlina Ratuanak.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menjadi ruang diskusi strategis mengenai peluang pelaksanaan pemeriksaan Medical Check Up (MCU) bagi tenaga kerja sektor industri dan investasi yang akan masuk ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: ATR/BPN Hadiri RDP Pembahasan Tanah PSN Blok Masela

Bagi Franky Noya, penguatan fasilitas kesehatan lokal bukan hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga menyangkut dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Tanimbar.

“Saya punya hati tulus untuk membangun Tanimbar supaya tidak terjadi capital flight. Uang yang ada di daerah jangan keluar. Kalau ada uang dari luar masuk ke sini, tenaga kerjanya juga harus mendapatkan pelayanan di sini,” ujar Franky Noya.

Menurutnya, PT BPI telah menyiapkan dokumen kerja sama dan referensi kontrak yang dapat menjadi acuan bagi rumah sakit maupun klinik dalam pengembangan layanan MCU yang sesuai kebutuhan dunia industri.

Baca juga: Menteri Nusron Salurkan Hewan Kurban ke Ponpes Darunnajah

Investor Akan Masuk, Fasilitas Kesehatan Diminta Bersiap
Dalam pertemuan tersebut, Franky mengungkapkan bahwa pada pekan kedua Juni 2026 sejumlah investor dijadwalkan masuk ke Tanimbar.

Kehadiran mereka akan membawa kebutuhan layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan tenaga kerja. “Nanti bulan Juni minggu kedua ada beberapa investor yang masuk ke Tanimbar. Salah satunya terkait dengan MCU. Mereka juga akan mengunjungi rumah sakit dan klinik. Semua akan dilaporkan secara resmi kepada pemerintah daerah,” katanya.

Ia menilai Tanimbar memiliki peluang besar untuk menjadi lokasi pelaksanaan MCU bagi tenaga kerja industri tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah.

Karena itu, BPI mendorong agar standar pelayanan kesehatan yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan perusahaan nasional maupun sektor migas. “Di Tanimbar harus dibuat yang standar internasional. Jadi orang datang medical check up tidak perlu lagi ke Jakarta. Kita bisa sampaikan bahwa Tanimbar sudah memiliki fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Rumah Sakit dan Klinik Dinilai Saling Menguatkan
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, menegaskan bahwa selama ini rumah sakit dan klinik di Tanimbar memiliki hubungan yang saling menopang dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan layanan MCU harus dilakukan dengan melihat kelengkapan fasilitas serta penyesuaian standar biaya yang wajar dan kompetitif.
“Klinik dan rumah sakit selama ini saling menopang. Silakan dilihat kelengkapannya seperti apa, kemudian standar harganya. Kami juga sedang menyesuaikan tarif dengan rata-rata rumah sakit di Maluku agar tidak terlalu berbeda,” katanya.

Juliana menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap setiap peluang pengembangan layanan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung investasi daerah.

Menuju MCU Berstandar Industri
Dalam diskusi teknis, Direktur RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki, dr. Felisitas Rante, Sp.Rad, menjelaskan bahwa rumah sakit terus berupaya memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pelaksanaan MCU bagi kebutuhan industri.

Menurutnya, sebagian besar sumber daya manusia kesehatan telah tersedia dan mampu menjalankan berbagai pemeriksaan yang dipersyaratkan. “Kalau standar yang ditawarkan ini ada yang kurang, maka dapat disampaikan kepada investor sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan sesuai standar tersebut. Dari sisi SDM kami siap. Bahkan ke depan akan ada dokter spesialis jantung, paru, dan pembuluh darah yang bergabung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rumah sakit juga terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih tinggi.

Lengkapi Fasilitas, Uang Jangan Keluar Daerah
Franky Noya menilai penguatan fasilitas kesehatan lokal merupakan langkah strategis untuk menahan kebocoran ekonomi daerah.

Menurutnya, jika ribuan tenaga kerja harus melakukan MCU di luar Tanimbar, maka dana yang seharusnya berputar di daerah justru mengalir keluar. “Kalau seribu orang saja melakukan medical check up di sini, bayangkan berapa banyak uang yang beredar di daerah. Masa dengan jumlah itu kita tidak bisa melengkapi fasilitas yang dibutuhkan di sini?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat kendala pengadaan peralatan tertentu, solusi dapat dicari bersama melalui kolaborasi pemerintah, rumah sakit, klinik, dan investor. “Kalau ada peralatan yang harus diadakan dan ada kendala, kita cari solusi bersama. Saya akan bicara dengan investor yang akan masuk karena ini juga menyangkut kebutuhan tenaga kerja mereka,” katanya.

Pemerintah Siapkan Regulasi dan Pengembangan Rumah Sakit
Di sisi lain, Wakil Bupati Juliana Ratuanak menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga pada penyusunan regulasi yang mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik. “Kami sedang menyiapkan regulasi, baik terkait medical check up, standar harga maupun aturan pelayanan lainnya. Yang kami pikirkan bukan hanya fisik rumah sakit, tetapi bagaimana pelayanan menjadi lebih lancar dan lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa rumah sakit yang saat ini telah berpindah lokasi juga tengah dipersiapkan untuk pengembangan lebih lanjut. “Mudah-mudahan tahun ini proses lelang dapat berjalan dan tahun depan pembangunan rumah sakit baru bisa dimulai. Harapan kami rumah sakit menjadi lebih representatif dan meningkat menjadi tipe C,” katanya.

Juliana menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik keterlibatan PT BPI dalam pengembangan layanan kesehatan di Tanimbar. “Kami menerima dan terbuka. Bukan hanya rumah sakit, tetapi juga klinik dan puskesmas sebagai penyangga pelayanan kesehatan harus ikut dihidupkan sesuai persyaratan yang ada,” ujarnya.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Direktur RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki, dr. Felisitas Rante, menilai peluang pelaksanaan MCU di Tanimbar memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat.
Selain meningkatkan akses pelayanan kesehatan, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Apabila pemeriksaan MCU dilakukan di RSUD Magretti, maka akan memberikan makna yang sangat besar bagi masyarakat kami. Akan memberikan kemudahan pelayanan dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh pemeriksaan kesehatan bagi tenaga kerja, khususnya putra-putri Tanimbar, dapat dilakukan di daerah sendiri. “Harapan kami semua dilakukan di Tanimbar. Pendapatan itu tidak akan lari ke luar daerah, tetapi kembali ke daerah kita dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kepulauan Tanimbar,” ujar Felisitas.

Menata Masa Depan Pelayanan Kesehatan Tanimbar
Pertemuan yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas kesehatan di RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki dan Klinik Utama St. Rafael itu menjadi gambaran tentang arah pembangunan kesehatan di Kepulauan Tanimbar.

Di tengah masuknya investasi dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan sektor swasta tampak mulai membangun satu kesepahaman: menghadirkan layanan kesehatan yang memadai di daerah sendiri, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Tanimbar.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini