derap langkah bergelora
hatinya bercahaya
menghunjam iman di dada
akhlaq terpuji laku utama
menghimpun ilmu tirakat baja
berikhlas amal menggapai ridho-Nya
bertubi cibir mendera hari demi hari
takkan lekang santun bahasa
hanya berserah diri pada Yang Maha Segala
jika Allah memulia, mutiara tetap bercahaya
menembus nadir angkuh manusia
dipuji tak meninggi
dihina tak merendah
di hening malam pulas dunia
bening mata bertartil suci ayat Ilahi
mengkaji mutiara kitab tanpa letih
menyamudera lautan ilmu bijak hikmah
mengembarai langit gemintang falsafah
cahaya ilmu-Nya menghapus gulita jiwa
lihatlah, senyum renjana santri tulus cahaya
segala suka duka mendewasa pribadinya
dengarlah, tak ada tangis dalam miris lukanya
selalu istighfar munajat tanpa sambat
selalu sholawat rindu syafaat tanpa penat
biarlah raga tertindih lara
santri merindu umi abahnya
lebih utama daripada isi dunia
amat patuh tunduk ulama ustadz setia
menjunjung marwah pondok tanpa lengah
santri bercahaya,
menerangi dunia kelam jelaga
risalah Rasul Muhammad pedoman abadinya
berdakwah nyata tanpa banyak bicara
bertindak rendah hati tanpa jumawa
lembut tutur kata tanpa menghina
memanusiakan sesama tanpa angkara
Baca juga: GADIS CORONA
wahai santri bercahaya,
hiasilah negeriku dengan ghiroh bangkitmu
negeriku hampir gulita tak bersuluh
hanya cahaya ilmu amalmu
menghapus segala keruh dan gaduh
wahai santri bercahaya
giatlah di segala satuan pendidikan
isilah dengan ilmu spiritual
cabutlah ilmu memburu nafsu banal
dengan baktimu negeri ini pasti jaya
dengan pedulimu Indonesia pasti sejahtera
bersih dari rasuah durjana
SMP Tashwirul Afkar, 6 Oktober 2025



