Oleh: Johanis Kopong
Sentuhan Kasih di Gerbang Selatan Nusantara: Jejak Langkah TNI dan RD Ponsianus Ongirwalu Merawat Tanimbar
Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Rabu, 23 September 2026. Mentari pagi di ufuk timur Kepulauan Tanimbar menyirami bumi Duan Lolat dengan kehangatan yang teduh. Di atas tanah perbatasan yang menjadi salah satu benteng terdepan Nusantara ini, sebuah kisah persaudaraan dan kemanunggalan kembali terukir indah. Rabu (23/9/2026), rombongan petinggi Satuan TNI mengayunkan langkah bersama, bukan dalam derap latihan tempur, melainkan dalam semangat anjangsana—sebuah perjumpaan hati yang merajut tali silaturahmi dengan para tokoh adat dan pemimpin lintas iman di pelosok negeri.
Mengetuk Pintu Adat, Menghormati Leluhur
Baca juga: Menyemai Kasih di Bumi Tanimbar: Ketika Iman Berwujud Tidakan Nyata untuk 83 Anak Bangsa
Perjalanan kebangsaan ini bermula pada pukul 08.00 WIT dari Komplek Satrad 308 Saumlaki. Rombongan kehormatan yang terdiri dari Danlanud Saumlaki, Dandim 1507/Saumlaki, Danyonif 734/SNS Saumlaki, Danbrigif TP 39 Nusa Manan, Dansatrad 308 Saumlaki, serta Danlanal Saumlaki bergerak melintasi lorong-lorong jalan menuju kediaman Ketua Adat Desa Olilit.
Senyum ramah dan sapaan adat menyambut kedatangan para pengawal kedaulatan negara. Di rumah tua yang sarat makna kebudayaan tersebut, perbincangan hangat mengalir tanpa sekat, menegaskan rasa hormat yang mendalam terhadap kearifan lokal yang telah berabad-abad menjaga keharmonisan tanah Tanimbar.

Kehangatan di Pelataran Paroki Hati Kudus
Tepat pukul 08.45 WIT, roda-roda kendaraan rombongan berhenti di pelataran Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat. Di sana, di antara ketenangan gereja yang memancarkan kesejukan rohani, sosok pembimbing umat berdiri menyambut hangat. Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar, RD Ponsianus Ongirwalu, menyalami satu per satu para komandan satuan militer dengan senyum penuh pengayoman.
Pertemuan di serambi gereja tersebut menjelma menjadi ruang dialog humanis yang sarat rasa kekeluargaan. Mewakili sekitar 53.434 jiwa umat Katolik yang tersebar di pulau-pulau Tanimbar, RD Ponsianus Ongirwalu mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran para prajurit yang setia menjaga kedamaian hingga ke sudut-sudut desa terpencil.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI yang tanpa lelah bertugas hingga ke tingkat desa dan dusun dalam menjaga keamanan, ketentraman, serta mengayomi seluruh warga masyarakat di Tanimbar ini,” tutur RD Ponsianus Ongirwalu dengan nada penuh ketulusan di sela-sela dialog.

Menatap Masa Depan Warga di Batas Negeri
Di balik balutan seragam dinas dan jubah keimanan, percakapan mengalir begitu jernih membahas denyut nadi kehidupan masyarakat Tanimbar. Tak hanya membicarakan jaminan stabilitas keamanan, pertemuan tersebut merambah pada komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan ekonomi warga lokal serta perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak di pulau terluar dan perbatasan.
Para Petinggi TNI menyampaikan refleksi kebangsaan secara terbuka, menegaskan bahwa tugas militer tidak sekadar menjaga garis batas negara, melainkan juga merawat jiwa-jiwa yang hidup di dalamnya. Toleransi antarumat beragama dipandang sebagai fondasi paling kokoh dalam menjaga ketahanan nasional.

Melingkar dalam Pelukan Kebinekaan
Usai merajut kebersamaan di Paroki Hati Kudus Yesus, rombongan melanjutkan langkah humanisnya pada pukul 09.15 WIT menuju Gereja Ebenezer. Di tempat ini, pelukan persaudaraan kembali terbentang saat para pimpinan militer bersilaturahmi dengan para tokoh agama Protestan.
Rangkaian safari kebinekaan ini kemudian berlabuh di Masjid Baiturrahman pada pukul 09.45 WIT. Dalam suasana khidmat dan penuh persaudaraan, tokoh agama Islam beserta tokoh masyarakat menyambut hangat kehadiran para perwira TNI.
Perjumpaan di bawah kubah masjid tersebut menjadi penutup indah dari rangkaian anjangsana yang menguatkan pesan senada: di bawah langit Tanimbar, persaudaraan adalah bahasa universal yang menyatukan semua.
(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu (Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juga sebagai Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan kabupaten Kepulauan Tanimbar)



