Kamis, 29 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

UNLESA Tutup Bulan Bahasa 2026, Siswa SD Naskat Don Bosco III Saumlaki Borong Juara I

Oleh: Johanis Kopong

​​

​UNLESA Dorong Kepercayaan Diri dan Karakter Anak Lewat Lomba Tiga Bahasa

Baca juga: PWI Tanimbar Dukung Sinergi Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

​Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Rabu, 28 Oktober 2026. ​Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA), melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menutup rangkaian kegiatan Bulan Bahasa 2026 dalam malam puncak yang berlangsung di kampus UNLESA, Jalan Prof. Dr. Boediono, Lauran, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu (28/10/2026).

​Kegiatan yang berlangsung pada 16–28 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Aterarat Bahasa, Menghidupkan Sastra dan Melestarikan Budaya”. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Mars UNLESA.

​Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, menggali potensi, serta membangun kepercayaan diri melalui berbagai perlombaan.

Baca juga: Dinkes Kepulauan Tanimbar Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Data ISPA Masih Nol

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Pimpinan UNLESA Apresiasi Peserta dan Panitia

​Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Rektor UNLESA, perwakilan pimpinan universitas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia pelaksana, sivitas akademika FKIP, serta pihak eksternal yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

​Ia menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Bahasa tidak semata-mata menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan meraih kemenangan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menanamkan semangat kebangsaan serta mendukung pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

​“Pesan beliau, tetap semangat menjadi anak muda Tanimbar,” ungkapnya saat menyampaikan pesan Rektor kepada para peserta dan hadirin.

​Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia melalui Sumpah Pemuda harus terus dipelihara oleh generasi muda, termasuk melalui penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

​Ia juga mengingatkan bahwa semangat generasi muda tidak seharusnya hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi perlu disertai dengan pembentukan sikap dan karakter.

​“Semangat kita bukan semangat untuk hanya menjadi juara lewat kemampuan kognitif, tetapi terlebihnya kita juga harus menjaga sikap dan karakter kita yang mencirikan benar-benar kita adalah anak-anak Tanimbar,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

​Pihak universitas turut menyampaikan terima kasih kepada peserta lomba dari tingkat TK hingga SMA yang telah berpartisipasi, serta kepada panitia FKIP dan para pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

​Tiga Siswa SD Naskat Don Bosco III Saumlaki Raih Juara I

​Prestasi membanggakan diraih siswa-siswi SD Naskat Don Bosco III Saumlaki dalam sejumlah kategori perlombaan Bulan Bahasa UNLESA 2026. Ketiga siswa tersebut berhasil meraih Juara I pada kategori lomba yang berbeda, yakni: Kenneth Liem Hardiyanto Kopong — Juara I Lomba Spelling Bee tingkat sekolah dasar. Enso Gerard Santiago — Juara I Olimpiade Matematika. Jeanne Laeticia Santiago — Juara I Lomba Storytelling.

​Prestasi tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua murid. Mereka menyampaikan rasa bangga, syukur, dan terima kasih kepada pihak sekolah atas pendampingan serta pembinaan yang diberikan kepada anak-anak. Capaian tersebut juga menjadi dorongan bagi peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan, keberanian tampil di depan umum, dan semangat belajar.

​Guru Bahasa Inggris: Pembinaan Membantu Mengembangkan Potensi Siswa

​Guru Bahasa Inggris SD Naskat Don Bosco III Saumlaki, Daniel Komandely, S.Pd., saat diwawancarai media ini, menjelaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Bahasa memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Menurutnya, perlombaan tersebut tidak hanya mengukur kemampuan peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri dan keterampilan berbahasa.

​“Ini juga desain-desain matang untuk mereka mengembangkan, mereka punya self confidence atau percaya diri. Jadi ini awal yang sangat bagus sekali untuk mengembangkan anak-anak dengan kemampuan dalam bertutur,” ujarnya.

​Ia menilai pengembangan kemampuan berbahasa perlu dilakukan secara berkelanjutan, mencakup bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah. Terkait persiapan siswa yang berhasil meraih prestasi, Daniel menjelaskan bahwa pembinaan bahasa Inggris yang dilakukannya masih relatif singkat.

​“Kalau saya sebagai guru bahasa Inggris, kurang lebih ya baru tiga bulan,” katanya.

​Ia menambahkan bahwa pembelajaran dilakukan dengan memperkenalkan kosakata dasar bahasa Inggris kepada siswa. Latihan dan pembiasaan secara rutin menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan berbahasa.

​Panitia: Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara

​Salah satu panitia pelaksana Bulan Bahasa FKIP UNLESA, Yomima Makdalena Rahael, mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang bertugas pada seksi acara, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan tersebut adalah peserta didik dari tingkat TK hingga SMA sesuai kategori perlombaan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menggali potensi anak sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dan membangun kepercayaan diri.

​“Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak didik mulai dari tingkat TK hingga SMA, sesuai dengan kategori lomba yang diselenggarakan. Melalui kegiatan ini, kita ingin menggali potensi yang dimiliki setiap anak, mengembangkan kemampuan mereka dalam bertutur menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah, sekaligus membangun kepercayaan diri mereka,” jelas Yomima.

​Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penentuan pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan bakat, dan membentuk karakter.

​“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada siapa yang menjadi juara, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan bakat, dan membentuk karakter. Dengan demikian, kemampuan berbahasa dapat berkembang seiring dengan pembentukan sikap dan kepribadian mereka,” lanjutnya.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Bahasa, Prestasi, dan Pembentukan Karakter

​Penutupan Bulan Bahasa FKIP UNLESA 2026 menegaskan pentingnya pendidikan bahasa sebagai bagian dari pengembangan potensi generasi muda. Kemampuan berkomunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, dan kecakapan menggunakan bahasa perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

​Prestasi yang diraih para siswa menjadi salah satu hasil dari partisipasi dan proses pembelajaran tersebut. Namun, nilai kegiatan ini juga terletak pada kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk berlatih, mengembangkan bakat, serta menghargai bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat.

​Melalui kegiatan serupa, sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus membangun kerja sama dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

​(Sumber: Sambutan perwakilan pimpinan UNLESA, wawancara Daniel Komandely, S.Pd., dan Yomima Makdalena Rahael, serta data prestasi siswa SD Naskat Don Bosco III Saumlaki.)

Kategori:
Tags:

Terkini