Reporter: Paulus Laratmase
–
“Hari Ketiga MPLS Ramah SMK Negeri 1 Biak, Yayuk Maria Frans dan Wahana Visi Indonesia Tanamkan Literasi Digital serta Motivasi kepada Peserta Didik Baru”
Biak – Suara Anak Negeri| Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK Negeri 1 Biak menghadirkan suasana yang berbeda. Jika dua hari sebelumnya peserta didik baru diajak mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, dan tata tertib, maka pada hari ketiga mereka diajak menyelami ruang yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, yakni penggunaan media sosial secara bijak dan penguatan motivasi diri.
Di tengah derasnya arus informasi digital, peserta didik diajak memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat berbagi cerita, tetapi juga ruang yang membentuk identitas, karakter, bahkan masa depan seseorang. Materi tersebut disampaikan dengan komunikatif oleh Yayuk Maria Frans, S.Pd, yang mengajak para siswa untuk lebih cerdas, santun, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, setiap unggahan memiliki jejak digital yang akan selalu melekat. Karena itu, generasi muda harus mampu menjadikan media sosial sebagai wadah untuk belajar, berkarya, membangun relasi yang sehat, serta menyebarkan inspirasi positif, bukan menjadi sarana penyebaran ujaran kebencian, perundungan, hoaks, maupun konten yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dengan pendekatan yang interaktif, peserta didik diajak berdiskusi mengenai berbagai fenomena yang sering terjadi di media sosial, sekaligus diberikan pemahaman bahwa etika digital merupakan bagian penting dari karakter pelajar Indonesia yang berakhlak, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Setelah sesi literasi digital, suasana aula kembali dipenuhi semangat melalui materi “Penguatan Motivasi” yang dibawakan oleh staf Wahana Visi Indonesia. Dalam sesi ini, peserta didik diajak mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, menetapkan cita-cita, serta memahami bahwa setiap keberhasilan selalu diawali dengan kemauan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah.
Pemateri menekankan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh keadaan saat ini, melainkan oleh keberanian untuk bermimpi, disiplin dalam belajar, serta konsistensi dalam memperbaiki diri setiap hari. Berbagai permainan edukatif, refleksi diri, dan diskusi kelompok membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Semangat para peserta didik tampak semakin tumbuh. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memperoleh dorongan moral untuk memasuki kehidupan sebagai warga sekolah dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri.
Ketika Wartawan Suara Anak Negeri mengonfirmasi materi hari ketiga MPLS kepada Kepala SMK Negeri 1 Biak, Drs. Maskur Bora, beliau menjelaskan bahwa sekolah sengaja menghadirkan materi yang relevan dengan tantangan kehidupan generasi muda saat ini.
“Peserta didik kita hidup di era digital. Mereka harus memiliki kemampuan menggunakan media sosial secara bijaksana karena apa yang mereka tulis, unggah, dan bagikan mencerminkan karakter mereka. Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk kepribadian yang beretika, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan di ruang digital maupun di lingkungan nyata.”
Lebih lanjut, Drs. Maskur Bora menegaskan bahwa kehadiran Wahana Visi Indonesia dalam memberikan materi motivasi merupakan bagian dari upaya membangun karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah bukan hanya untuk mengejar nilai, tetapi juga membangun mimpi. Motivasi adalah bahan bakar yang akan menggerakkan mereka untuk terus belajar, bangkit ketika gagal, dan tetap percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. Itulah semangat MPLS Ramah yang kami bangun di SMK Negeri 1 Biak.”
Drs. Maskur Bora juga berharap seluruh rangkaian MPLS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi fondasi lahirnya peserta didik yang berkarakter, disiplin, kreatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Hari ketiga MPLS SMK Negeri 1 Biak pun menjadi sebuah mozaik pendidikan yang indah. Di ruang-ruang sekolah, bukan hanya ilmu yang ditanamkan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Di balik setiap materi, tumbuh harapan agar generasi muda Biak kelak menjadi insan yang tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga bijaksana dalam menggunakannya; tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga luhur dalam bertindak.
Seperti embun yang jatuh perlahan menyuburkan tanah di pagi hari, demikian pula pesan-pesan yang disampaikan pada hari ketiga MPLS SMK Negeri 1 Biak tahun ini, diharapkan meresap ke dalam hati para peserta didik. Sebab pendidikan yang sejati bukan sekadar mengisi pikiran dengan pengetahuan, melainkan menyalakan cahaya dalam jiwa agar mampu menerangi langkah menuju masa depan yang penuh harapan.





