Senin, 13 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

MPLS Ramah SMAN 1 Biak 2026: Lebih Interaktif, Humanis, dan Berkarakter, Hadirkan Pengalaman Belajar yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

Laporan : Paulus Laratmase

BIAK – SUARA ANAK NEGERI ,12 Juli 2026 – Suasana berbeda terasa di halaman SMA Negeri 1 Biak selama lima hari terakhir. Sejak matahari belum tinggi, para panitia telah bersiap menyambut ratusan calon murid baru dengan senyum hangat, sapaan ramah, dan semangat kebersamaan. Tepat pukul 06.30 WIT, seluruh panitia sudah berada di sekolah untuk menyambut kedatangan peserta didik baru yang mulai memasuki gerbang sekolah. Bagi mereka, inilah awal perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Biak.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Biak hadir dengan wajah baru yang lebih interaktif, edukatif, dan berpusat pada peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 8–12 Juli 2026, dengan pembagian kegiatan yang sistematis. Tanggal 8 Juli dimanfaatkan sebagai Pra MPLS, dilanjutkan 9–11 Juli sebagai pelaksanaan kegiatan inti MPLS Ramah, dan ditutup pada 12 Juli dengan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.

Baca juga: Leni Marlina dan Diplomasi Puisi: Merawat Perdamaian, Kemanusiaan, dan Literasi Melalui L-Beaumanity

Mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”, seluruh kegiatan disusun mengacu pada Buku Rujukan MPLS Ramah jenjang SMA yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun panitia dengan mengimplementasikan seluruh materi yang direkomendasikan dalam pedoman nasional MPLS Ramah jenjang SMA.

Di bawah kepemimpinan Ketua Panitia, Srikandi Dwi Poncowati, S.Pd., M.M., MPLS tahun ini menghadirkan banyak inovasi yang membuat suasana belajar jauh lebih hidup dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pendekatan yang digunakan tidak lagi sekadar ceramah satu arah, tetapi mengutamakan interaksi, kolaborasi, refleksi, dan partisipasi aktif calon murid.

Baca juga: MALEM MINGGU

Setiap pagi, kegiatan selalu diawali dengan Pagi Ceria, sebuah pembiasaan positif yang terdiri atas senam bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Rutinitas ini menjadi energi awal untuk membangun semangat belajar sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan kebersamaan sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat, pada hari Jumat panitia juga menghadirkan program “Jumat Sarapan Bergizi Bersama” yang menjadi salah satu kegiatan favorit peserta. Seluruh calon murid diminta membawa bekal sarapan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban. Namun, kegiatan ini tidak sekadar makan bersama. Peserta juga diajak belajar mengenal pentingnya gizi seimbang dengan mengidentifikasi kandungan zat gizi yang terdapat pada bekal yang mereka bawa, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat, sekaligus menghitung perkiraan jumlah kalori dari menu sarapan tersebut. Melalui kegiatan sederhana namun edukatif ini, peserta didik diajak memahami bahwa kebiasaan sarapan bergizi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung tumbuh kembang remaja yang optimal. Program ini mendapat sambutan antusias dari peserta karena mampu mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran berbasis audio visual. Materi yang disampaikan menjadi lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Tidak hanya itu, panitia juga memanfaatkan metode sticky note sebagai media refleksi yang melibatkan seluruh calon murid secara langsung.

Melalui kegiatan tersebut, setiap peserta diminta menuliskan harapan dan kekhawatiran mereka selama belajar di SMA Negeri 1 Biak, termasuk harapan terhadap terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Seluruh tulisan kemudian ditempel pada kertas manila yang telah disiapkan panitia. Cara sederhana ini mampu membuka ruang dialog antara sekolah dan peserta didik sekaligus menjadi bahan refleksi bersama dalam membangun budaya sekolah yang lebih positif dan berpihak kepada murid.

Materi yang diberikan juga disampaikan oleh narasumber internal yang kompeten sesuai bidangnya. Tabita R. Tandiara, S.Pd. menyampaikan materi mengenai visi, misi sekolah, serta pengenalan guru dan tenaga kependidikan. Materi mengenai Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) disampaikan oleh Salim Asrofi, S.Pd., sementara Srikandi Dwi Poncowati, S.Pd., M.M. membawakan materi mengenai kurikulum sekolah yang meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta delapan Profil Lulusan. Selanjutnya, materi lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas kekerasan dan perundungan (bullying) disampaikan oleh Rudolf A. Randongkir, S.Sos., sedangkan pengenalan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dipandu langsung oleh pengurus OSIS SMA Negeri 1 Biak.

Untuk memperkaya wawasan peserta didik, sekolah juga menghadirkan narasumber eksternal dari berbagai instansi. BNPB Kabupaten Biak Numfor memberikan materi mengenai Kesiapsiagaan Sekolah terhadap Bencana (Sekolah Aman Bencana) agar peserta didik memiliki pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sementara itu, Polres Biak Numfor menyampaikan edukasi mengenai pencegahan judi online, bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta pentingnya kepatuhan berlalu lintas sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya disiplin generasi muda.

Suasana MPLS semakin semarak dengan kehadiran Telkomsel GenRe yang menghadirkan permainan edukatif Ranking 1. Melalui permainan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak belajar sambil bergembira dalam suasana kompetitif yang sehat.

Pada penghujung kegiatan, panitia memberikan ruang kepada seluruh kelompok peserta untuk menampilkan unjuk bakat dan minat. Berbagai penampilan ditampilkan dengan penuh percaya diri, mulai dari menyanyi, pidato dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, memainkan rubik, pertunjukan Mop Papua, hingga berbagai kreativitas lainnya. Penampilan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta dan guru karena menjadi wadah bagi murid baru untuk menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus membangun rasa percaya diri sejak awal memasuki dunia SMA.

Selain penyampaian materi, pembentukan karakter juga dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) yang terus dipraktikkan oleh panitia maupun peserta selama kegiatan berlangsung. Lingkungan sekolah juga dipercantik dengan berbagai media edukasi berupa banner Anti Bullying, Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, Budaya Positif Sekolah, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), CABE (Empat Pilar Keadaban Digital), Program Pagi Ceria, serta baliho sosialisasi MPLS kepada orang tua dan masyarakat yang dipasang di papan publikasi sekolah.

Keunikan lain yang menjadi daya tarik MPLS Ramah tahun ini adalah hadirnya fotobooth ramah lingkungan yang menjadi ikon kegiatan. Fotobooth tersebut dirancang secara kreatif oleh pengurus OSIS SMA Negeri 1 Biak dengan memanfaatkan limbah kardus bekas yang disusun dan dihias menjadi latar foto yang menarik, estetik, sekaligus edukatif. Inovasi sederhana ini berhasil menyulap bahan yang semula dianggap sebagai limbah menjadi spot foto favorit bagi murid baru untuk mengabadikan momen pertama mereka di SMA Negeri 1 Biak. Selain menjadi media dokumentasi, fotobooth tersebut juga mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari barang-barang yang ada di sekitar kita.

Perbedaan lain yang menjadi ciri khas MPLS tahun ini adalah penerapan disiplin waktu. Seluruh kegiatan dimulai lebih pagi, yakni pukul 07.00 WIT, dengan toleransi keterlambatan maksimal 15 menit. Bahkan sejak pukul 06.30 WIT, seluruh panitia telah berada di sekolah untuk menyambut setiap calon murid baru dengan senyum, salam, dan sapaan hangat. Keramahan yang ditunjukkan panitia sejak hari pertama menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat para peserta merasa diterima dan nyaman berada di lingkungan sekolah.

Panitia juga mengembangkan pembiasaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Setiap peserta memperoleh lembar catatan harian untuk memantau kebiasaan bangun pagi, tidur lebih awal, berolahraga, beribadah, serta kebiasaan positif lainnya. Bahkan, melalui grup WhatsApp calon murid baru, panitia secara rutin menyapa peserta sejak waktu subuh untuk mengingatkan mereka bangun pagi dan melaksanakan ibadah. Pendekatan sederhana namun konsisten ini menjadi salah satu inovasi yang mendapat apresiasi dari orang tua karena mampu membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter peserta didik.

Keberhasilan penyelenggaraan MPLS Ramah 2026 tidak hanya menjadi hasil kerja keras panitia dan warga sekolah, tetapi juga merupakan buah dari sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, komite sekolah, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor yang terus memberikan dukungan terhadap pendidikan yang berpihak kepada anak.

Melalui penyelenggaraan MPLS Ramah yang lebih humanis, inovatif, dan menyenangkan ini, SMA Negeri 1 Biak kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, bebas dari kekerasan, menghargai keberagaman, serta mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. MPLS bukan lagi sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun budaya positif yang akan terus tumbuh bersama seluruh warga SMA Negeri 1 Biak. Berbagai inovasi yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mewujudkan MPLS Ramah yang benar-benar berpihak kepada murid, melibatkan orang tua, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama peserta didik memasuki dunia pendidikan.
Beragam inovasi yang dihadirkan dalam MPLS Ramah 2026—mulai dari pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), refleksi menggunakan sticky note, Program Jumat Sarapan Bergizi Bersama, pembiasaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui catatan harian dan grup WhatsApp, fotobooth ramah lingkungan berbahan limbah kardus bekas, hingga permainan edukatif Ranking 1 bersama Telkomsel GenRe—menunjukkan komitmen SMA Negeri 1 Biak dalam menghadirkan pengalaman belajar pertama yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna, inovatif, sehat, ramah lingkungan, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan MPLS Ramah sesuai semangat kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.”

Kategori:
Tags:

Terkini