Senin, 13 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Denzipur 3/ATD Cup 2026, Turnamen Usia Dini yang Menyalakan Asa Indonesia Tampil di Piala Dunia

Dr. Darma| Penulis

Jakarta – Suara Anak Negeri, 12 Juli 2026 – Ratusan pesepak bola usia dini dari berbagai sekolah sepak bola (SSB), klub, dan akademi sepak bola di Indonesia memadati Lapangan Markas Komando Denzipur 3/ATD dalam ajang Piala Komandan Denzipur 3/ATD 2026 yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Turnamen yang mempertandingkan kelompok usia 7 hingga 12 tahun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini sekaligus mendukung lahirnya generasi emas Indonesia di bidang olahraga.

Baca juga: DPRK Biak Numfor Perketat Pengawasan SPMB 2026 Melalui RDP Lintas Komisi Melibatkan Seluruh Stakeholder Pendidikan

Penyelenggaraan turnamen ini dinilai sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang terus didorong pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini, diharapkan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama bangsa, termasuk membawa Tim Nasional Indonesia bersaing di ajang Piala Dunia.

Komandan Denzipur 3/ATD, Mayor Czi Wisnu Sanjaya, S.T.Han., mengatakan bahwa kompetisi usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sepak bola nasional. Menurutnya, pembinaan tidak cukup dilakukan ketika pemain telah dewasa, tetapi harus dimulai sejak anak-anak melalui kompetisi yang rutin dan berkualitas.

Baca juga: Elia Sanadi Resmi Dilantik sebagai Anggota PAW DPRK Biak Numfor, Ketua Dewan Tekankan Integritas dan Amanah Konstitusional

“Saya berharap anak-anak dan adik-adik yang telah bermain sangat bagus dalam turnamen ini, di kemudian hari ada yang mewakili Tim Nasional Indonesia dan membawa Merah Putih tampil di Piala Dunia. Teruslah berlatih, disiplin, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” kata Mayor Czi Wisnu Sanjaya.

Ia menambahkan bahwa turnamen seperti Denzipur 3/ATD Cup tidak hanya mengajarkan teknik bermain sepak bola, tetapi juga membangun karakter, disiplin, sportivitas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pantang menyerah yang akan menjadi bekal anak-anak dalam kehidupan mereka.

Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (11/7), pertandingan mempertandingkan kelompok usia 7 tahun, 10 tahun, dan 11 tahun.

Di kategori Usia 7 Tahun, SSB Maesa Pararider tampil sebagai juara pertama, sedangkan Rinja menjadi juara kedua. Penghargaan individu didominasi pemain Maesa Pararider. Beryl Hamidan Barina menjadi top skor, M. Marino Atharauf dinobatkan sebagai pemain terbaik, Rafardhan Prawira sebagai penjaga gawang terbaik, sementara penghargaan pelatih terbaik juga diraih pelatih Maesa Pararider.

Pada kategori Usia 10 Tahun, Putra Nusantara keluar sebagai juara setelah mengalahkan STY Academy di partai final. Penghargaan top skor diraih Akmal Farhan M., pemain terbaik diraih I Gede Rafa, keduanya dari Putra Nusantara. Penghargaan penjaga gawang terbaik diberikan kepada Hwanhee dari STY Academy, sedangkan pelatih terbaik berasal dari Putra Nusantara.

Sementara itu, kategori Usia 11 Tahun dimenangkan oleh STY Academy setelah mengalahkan Diklat Paku Jaya. Dominasi STY Academy terlihat dari keberhasilannya memborong seluruh penghargaan individu. Alby Lutfi menjadi top skor, M. Nafis Kurtubi sebagai pemain terbaik, M. Rahsya Tajwid sebagai penjaga gawang terbaik, dan penghargaan pelatih terbaik juga diraih pelatih STY Academy.

Selain menjadi ajang kompetisi, Denzipur 3/ATD Cup 2026 juga menjadi ruang pembelajaran bagi para pemain muda untuk mengembangkan sportivitas, kerja sama tim, kedisiplinan, dan mental bertanding. Nilai-nilai tersebut dipandang sama pentingnya dengan kemampuan teknis dalam membentuk atlet yang berkualitas.

Mayor Czi Wisnu Sanjaya berharap penyelenggaraan turnamen maupun festival sepak bola usia dini dapat terus diperbanyak melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI, PSSI, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang terselenggara secara berjenjang, semakin besar pula peluang Indonesia menemukan talenta-talenta terbaik sejak usia dini.

“Dari lapangan-lapangan seperti inilah mimpi besar sepak bola Indonesia dimulai. Kami berharap semakin banyak pihak bergandengan tangan membangun ekosistem pembinaan usia dini agar suatu saat nanti lahir pemain-pemain yang mampu membawa Indonesia tampil dan berprestasi di Piala Dunia,” ujarnya.

Kategori:
Tags:

Terkini