Senin, 15 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu: Ketika Kasih Mengetuk Pintu Para Lansia

Oleh: joko

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Di tengah kehidupan yang tidak selalu mudah bagi sebagian umat, sebuah gerakan sederhana di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat menghadirkan makna yang jauh melampaui nilai sebuah bingkisan. Melalui program “Berbagi Kasih”, Legio Christi (LC) Paroki HKY menyapa keluarga pra-sejahtera dan para lanjut usia dengan kehadiran yang membawa harapan, perhatian, dan kasih.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Paroki Hati Kudus Yesus, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (14/6/2026), mendapat dukungan dari Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, sebagai bagian dari panggilan Gereja untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata.

Baca juga: Kapolres dan Wakil Bupati Tanimbar Lepas Konvoi Damai Piala Dunia 2026

Bagi para lansia, kunjungan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi menjadi momen yang mengobati rasa sepi dan menghadirkan kembali keyakinan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Gereja.

“Nak, di usia senja seperti ini, terkadang kami merasa mulai dilupakan. Namun, ketukan pintu dari LC Paroki hari ini mengingatkan kami bahwa Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kami. Terima kasih karena sudah berkunjung, mau mendengarkan cerita kami, dan peduli,” ungkap salah seorang oma yang menerima kunjungan.

Bagi keluarga yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, perhatian yang diberikan menjadi sumber penguatan di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Hati yang Tak Bernoda, Jalan Menuju Kedamaian

“Jujur, belakangan ini situasi terasa sangat berat bagi keluarga kami. Ketika kami bingung harus berharap pada siapa, pengurus LC Paroki HKY datang membawa berkat ini. Ini bukan sekadar bantuan, ini adalah mukjizat kecil yang menguatkan iman kami untuk terus bertahan,” tutur salah seorang kepala keluarga.

Gerakan tersebut menjadi cerminan bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui liturgi, tetapi juga melalui pelayanan yang menjangkau mereka yang membutuhkan. Kehadiran para pelayan umat menjadi ruang untuk mendengarkan, menguatkan, dan menghadirkan pengharapan bagi sesama.

Bagi para anggota LC Paroki HKY, pelayanan itu bukan sekadar aktivitas sosial. Mereka memaknainya sebagai kesempatan menjumpai Kristus dalam diri mereka yang kecil, lemah, dan menderita, sebagaimana pesan Injil Matius 25:40.

Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak lahir dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari kerelaan berbagi dengan tulus. Dalam setiap sapaan, kunjungan, dan perhatian, Gereja menghadirkan kasih yang menyentuh hati umat.

Pesan yang mengemuka dari gerakan tersebut sederhana namun mendalam.
“Khotbah yang paling indah bukanlah yang didengar di dalam gereja, melainkan yang dilakukan secara nyata di tengah masyarakat.”

Semangat berbagi yang tumbuh di Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat diharapkan terus menginspirasi komunitas-komunitas umat lainnya untuk membangun budaya saling peduli, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan Gereja yang semakin dekat dengan mereka yang membutuhkan.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, aksi kasih menjadi bahasa universal yang mampu menjembatani harapan. Sebab, ketika kasih diwujudkan dalam tindakan nyata, Gereja tidak hanya mewartakan Injil, tetapi juga menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori:
Tags:

Terkini