Jumat, 05 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Seratus Pemuda Tanimbar Menanti Janji Pelatihan BPI

Dari Ruang Zoom ke Harapan Kerja Migas: Kisah 100 Pemuda Tanimbar Menanti Kepastian
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Harapan untuk memperoleh keterampilan dan peluang kerja di sektor industri migas menjadi alasan utama ratusan pemuda Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengikuti program pelatihan yang digelar pada Desember 2025 lalu. Namun, hingga pertengahan 2026, sebagian peserta mengaku masih menunggu kepastian lanjutan berupa pelatihan praktik yang sebelumnya dijanjikan. Senin, (1/6/2026).

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dan hanya disebut dengan inisial W, mengaku termasuk dalam kelompok 100 peserta yang pernah menerima materi pelatihan dari PT Bangkit Prestasi Insani (BPI). Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMK Negeri 6 Saumlaki, yang dahulu dikenal sebagai STM Saumlaki.

Menurut W, pelatihan diawali dengan pembelajaran melalui aplikasi Zoom sebelum peserta mengikuti sesi tatap muka selama sepekan. “Di bulan Desember kami ikut Zoom untuk mendapat materi. Setelah itu kami ikut kegiatan sekitar satu minggu. Panitia bilang kami tunggu sampai Januari karena dijanjikan turun praktik,” ujarnya.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Wowonda Tinjau Lahan Jagung Gagal Panen Milik Petani

Program tersebut, kata dia, melibatkan sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kepulauan Tanimbar.

Saat itu, peserta telah menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan seperti ijazah, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk. “Kami punya berkas sudah masuk, tapi memang belum ada kartu kuning dan belum ada BPJS. Yang diminta waktu itu ijazah, kartu keluarga, dan KTP,” katanya.

Menunggu Praktik yang Tak Kunjung Dimulai
W mengisahkan bahwa para peserta awalnya dijanjikan akan mengikuti pelatihan praktik pada Januari 2026.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Saumlaki Utara Perkuat Kemitraan dengan Warga

Namun, hingga Januari dan Februari berlalu, kegiatan yang ditunggu tersebut belum juga terlaksana. “Sampai Januari, Februari tidak ada juga. Lalu kami dengar informasi bahwa harus kumpul berkas ulang untuk verifikasi. Jadi kami bingung,” tutur W.

Ia mengatakan para peserta kemudian kembali mendatangi kantor terkait untuk menyerahkan dokumen yang diminta.

Bahkan, mereka kembali mengajukan berkas bersama peserta-peserta baru yang mendaftar. “Kami pergi ke kantor dan sama-sama kasih masuk berkas dengan penerimaan yang baru lagi. Makanya kami belum praktik-praktik lagi,” katanya.

Ketika mempertanyakan perkembangan program tersebut, para peserta disebut hanya diminta menunggu informasi lanjutan. “Waktu itu kami tanya di kantor, katanya tunggu saja. Kalau sudah ada informasi, mungkin kami yang 100 orang yang sudah ikut sebelumnya akan mendapat pelatihan praktik lebih dulu,” ujarnya.

Materi Pelatihan Beragam Bidang Industri
Selama pelatihan teori yang berlangsung selama satu minggu, peserta memperoleh materi dari beberapa bidang yang dikaitkan dengan kebutuhan industri.

W menyebut beberapa jurusan atau bidang yang diperkenalkan antara lain staff scaffolding, staff accounting, rigger, kelistrikan, helper alat berat, dan sejumlah pekerjaan teknis lainnya.

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan rigger berkaitan dengan pemasangan material serta pengoperasian perlengkapan pengangkatan pada alat berat.

Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan rentang usia sekitar 20 hingga 31–32 tahun.

Kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIT, dengan jeda istirahat makan siang pada pukul 12.00.
“Kami terima materi satu minggu. Dari pagi jam 8, istirahat makan siang jam 12, lalu lanjut lagi jam 1 sampai jam 5 sore. Setiap hari seperti itu,” katanya.

Selama pelatihan berlangsung, kebutuhan konsumsi peserta ditanggung panitia. “Semua makan minum ditanggung panitia. Ada snack pagi, makan siang, dan snack sore. Tidak ada diberikan uang,” ujarnya.

Sertifikat dan Peluang Kerja Menjadi Harapan
Menurut informasi yang diterima peserta saat pelatihan berlangsung, sertifikat akan diberikan setelah seluruh rangkaian praktik selesai dilaksanakan sesuai bidang masing-masing.

Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran bahwa keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang lebih besar untuk bekerja pada sektor industri yang berkembang di daerah. “Kami dijanji akan mendapat sertifikat setelah selesai praktik sesuai bidang masing-masing. Katanya kalau industrinya sudah buka, peluang kerja kami untuk masuk bekerja di situ lebih besar,” kata W.

Hingga kini, ia dan peserta lainnya masih menantikan realisasi pelatihan praktik tersebut. “Saat ini kami yang 100 orang ini masih menunggu praktik dulu baru sertifikat,” ujarnya.

Asa Pemuda Tanimbar
Di tengah ketidakpastian yang masih dirasakan peserta, harapan untuk memperoleh kesempatan kerja tetap menjadi motivasi utama.

W berharap program yang telah diikuti dapat menjadi jalan bagi generasi muda Tanimbar untuk masuk ke dunia kerja, khususnya sektor minyak dan gas. “Harapan saya bisa membawa kami masuk kerja. Anak-anak Tanimbar bisa bekerja di migas. Mungkin dengan adanya program ini peluang kerja kami bisa lebih besar,” tuturnya.

W mengaku hingga kini masih tergabung dalam grup komunikasi khusus peserta dan terus menunggu informasi resmi mengenai kelanjutan program yang pernah mereka ikuti bersama hampir seratus pemuda lainnya.

BPI Berikan Konfirmasi
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, perwakilan PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ariston Duarmas, menjelaskan bahwa 101 peserta pelatihan tahap pertama telah menyelesaikan tahapan pelatihan secara daring (online). Sementara itu, pelaksanaan pelatihan luring (offline) berupa uji kompetensi direncanakan akan dilaksanakan di Kota Saumlaki dalam waktu dekat.

“Terkait peserta tahap pertama yang berjumlah 101 orang, mereka telah mengikuti kegiatan pelatihan secara online. Sedangkan kegiatan offline berupa uji kompetensi akan dilaksanakan di Kota Saumlaki dalam waktu dekat,” kata Ariston.

Ia menjelaskan, saat ini pihak BPI masih memfokuskan diri pada proses verifikasi berkas peserta yang diserahkan oleh Pemerintah Daerah kepada BPI dengan jumlah mencapai 3.717 peserta.

“Bersamaan dengan itu, kami masih fokus menyelesaikan verifikasi berkas peserta yang diserahkan Pemda ke BPI sebanyak 3.717 peserta sampai tanggal 30 Juni 2026,” ujarnya.

Menurut Ariston, jadwal pelaksanaan uji kompetensi bagi 101 peserta tahap pertama pada prinsipnya telah siap dan tinggal menunggu pengumuman resmi kepada para peserta. “Jadwal terkait uji kompetensi bagi 101 peserta tahap pertama sudah siap dan tinggal diumumkan,” katanya. (rls:tim)

Kategori:
Tags:

Terkini