Redaktur Suara Anak Negeri
–
Nama Edrawati yang dikenal dengan nama pena Era Nurza kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia literasi Sumatera Barat. Kiprahnya yang konsisten dalam menulis puisi, artikel, dan berbagai karya sastra telah mengantarkannya menjadi salah satu sosok yang diperhitungkan dalam perkembangan literasi daerah maupun nasional.
Baca juga: Legislator Absalom Rumkorem Serap Aspirasi dan Tinjau Fasilitas Pendidikan di Kampung Kajasbo

Pada tahun 2026, Era Nurza berhasil masuk dalam jajaran 10 penulis dan penyair terpilih dari Sumatera Barat dalam ajang International Minangkabau Literacy Festival 4. Seleksi tersebut berlangsung ketat dengan melibatkan lebih dari seratus puisi yang dikirimkan oleh para penulis dan penyair dari berbagai daerah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa karya-karya Era Nurza mampu menghadirkan kekuatan estetika, kedalaman makna, serta kekhasan perspektif yang berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.
Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, sebuah momentum penting yang tidak hanya merayakan usia salah satu ikon budaya Sumatera Barat, tetapi juga menegaskan peran sastra sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan. Dalam suasana yang sarat makna tersebut, puisi-puisi terpilih menjadi suara yang merekam perjalanan sejarah, identitas, dan harapan masyarakat Minangkabau.
Tidak hanya itu, prestasi Era Nurza juga semakin bersinar dengan masuknya namanya dalam tiga besar nominasi Penulis Prolifik Komunitas Satu Pena Sumatera Barat Tahun 2026. Nominasi ini diberikan kepada penulis yang menunjukkan produktivitas tinggi, konsistensi berkarya, serta kontribusi nyata dalam menghidupkan ekosistem literasi. Pengakuan tersebut mencerminkan dedikasi Era Nurza yang tidak pernah berhenti menulis dan berbagi inspirasi melalui kata-kata.
Bagi Era Nurza, menulis bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan juga bentuk pengabdian kepada budaya, pendidikan, dan kemanusiaan. Setiap karya yang lahir menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, merekam peristiwa, serta menyalakan semangat membaca dan menulis di tengah masyarakat.
Prestasi yang diraih pada tahun 2026 ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kepenulisannya. Dengan semangat yang terus menyala, Era Nurza membuktikan bahwa ketekunan, kecintaan pada sastra, dan komitmen terhadap literasi mampu membawa seorang penulis melangkah dari ruang-ruang sunyi penciptaan menuju panggung apresiasi yang lebih luas. Kehadirannya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menjaga budaya, dan mengharumkan nama Sumatera Barat melalui dunia literasi.
Padang, Juni 2026





